Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Cinta?


__ADS_3

“joxi.. bangun” tuan indra menggoyangkan tubuh anaknya supaya bisa terbangun dari tidurnya “ais ayah aku masih ngantuk” tuan indra pun langsung tersenyum penuh makna “kau tidak mau pergi kejakarta bareng cais mu?” mata joxi langsung melek lalu dirinya pun duduk “kapan? Sekarang yah?” tuan indra mengangguk sehingga joxi langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera bersiap siap sedang di rumah hani terjadi pertikaian.


“ayah gak pergi tapi aku di suruh pergi sama joxi sendiri maksudnya apa ini?” kata hani kesal “ayah sepertinya harus cek up kesehatan hari ini han? Jadi ayah pikir kalo ada joxi kau bisa aman..” hani geram rasanya tangannya ingin meninju wajah ayahnya yang keriput itu “ayah aku sangat kecewa kepadamu..” selesai mengatakan itu hani langsung keluar dari kamar ayahnya itu dan kini hani sudah kembali ke kamarnya.


“han bagaimana?” Tanya kara panic saat wajah hani merah padam “ayahku benar benar ngeselin rasanya aku ingin menghajarnya sampai mampus!” kara langsung melongo saat mendengar perkataan hani yang sebagai ungkapan kekesalannya “han kalo gitu kau gak perlu pergi aja, aku bisa panggil desi ke..” kara berhenti bicara saat kepala hani menggeleng lalu mata mereka bertabrakan.


“kalo ini yang mereka minta biar lah kar, tapi lihat saja nanti keluarga itu pasti hancur!” kara langsung tersenyum ketir dirinya menyadari sisi gelap yang diri hani miliki bahkan hani bisa lebih kejam dari desi karena sahabatnya itu bisa menghancurkan seuatu tanpa menyentuh sedang desi tidak mengulur dan mengikuti permainan karena desi lebih memilih langsung membunuh semuanya tanpa sisa.


“kau ingin keluarganya hancur?” Tanya kara setelah sekian lama terdiam “entah lah..” jawab hani singkat lalu kembali memasukan baju kekoper “han..” suara kara lirih seolah sedang berbisik sehingga mata hani yang ramah menatap wajahnya yang gelisah itu “ada apa kar?” Tanya hani lalu kakinya berjongkok di depan kara yang sedang duduk di tepat tidur.


“aku takut..”


“takut kenapa?”


“takut jika kau menderita dengan ini semua dan kau pura pura baik baik saja?”


“deg..” hati hani bergetar saat melihat airmata kara berjatuhan di pipinya segera tangan hani langsung memeluk tubuh sahabatnya itu “sudah jangan menangis. Aku akan baik baik saja dengan ini semua!” kara tidak bisa mempercayai itu karena kara tahu bagaimana begitu menderitanya saat hani kehilangan orang yang di cintainya dan kini hani di hadapkan kembali dengan keadaan yang sama sulitnya itu menikahi adik yang membunuh kekasihnya.

__ADS_1


“berjanjilah han jika kau butuh apa pun ingatlah aku dan desi akan berusaha menjadi sahabat terbaikmu jadi jangan lah sungkan meminta bantuan pada kami ya?”


“iya iya janji, udah dong jangan nangis nanti desi lihat kau mewek aku di hajarnya hehehe?” kara tersenyum dalam tangisnya lalu hani melepas tubuhnya kini wajah mereka pun berhadapan “kara terimakasih banyak ya? Kau sangat baik tidak hanya padaku tapi juga pada desi jadi kalau kau pun butuh bantuan jangan sungkan mengabari aku?” selesai mengatakan itu tangan hani langsung mengusap air mata kara yang banjir di pipinya dan bibirnya hendak mencium pipi cabi sahabatnya itu.


“ceklek..” hani dan kara terperanjat saat mendengar suara pintu terbuka dengan desi langsung melongo melihat kedua sahabatnya “ya apa yang mau kau lakukan han!” teriak desi yang membuat hani dan kara berdiri “eh ehehehe aku baru aja mau mencium pipinya tapi kau mengganggu!” kata hani bercanda yang langsung mendapat anggukan kepala kara sedang desi langsung cemberut lalu tangannya menarik lengan kara supaya berada di sampingnya.


“dia milik ku.. puakk” mendengar itu tangan kara langsung menjitak kepala desi “Aw sakit kar” keluh desi yang mendapat tatapan tajam mata kara “aku juga miliknya ya? Karena kalian berdua adalah sahabatku dan kau gak boleh cemburu kalo aku lagi sama hani” hani langsung menutup mulutnya supaya tidak tertawa lepas melihat kara yang memarahi desi “ya han kau kalo mau ketawa, ketawa lah..” kata desi masih dengan wajah cemberutnya “ahahaha..” akhirnya hani pun benar benar tertawa lepas lalu dirinya berlari dan memeluk kedua sahabatnya itu.


“terimakasih banyak des, kar I love you so much, mari kita jadi sahabat sampai nenek nenek nanti?” kara dan desi saling memandang lalu tersenyum “ais bias amah itu, iya pasti kita akan menjadi sahabat forever aamiin..” kata kara dan desi bersamaan lalu hani pun melepas tubuh kedua sahabatnya.


“siap desi..” sahut hani penuh semangat lalu kedua sahabatnya itu pun pergi dan tidak lama berselang joxi pun datang menjeputnya.


Hari yang di tunggu joxi pun datang, ya joxi akan pergi ke Jakarta bersama hani dan kini mereka sudah sampai di ibu kota Negara tepatnya di rumah sakit.


“pokoknya nanti kalo kau di Tanya jangan jawab aneh aneh” kata hani memperingatkan karena selama di perjalanan pria muda itu terus saja ngelendot dirinya sampai kesal “aku akan lakukan yang terbaik di depan calon mertua ku” mata hani langsung menatap tajam mata joxi yang indah “aku gak ingin menikah dengan mu karena aku gak mencintaimu” selesai mengatakan itu hani kembali melangkah kan kakinya sedang joxi yang hatinya terasa sakit hanya tersenyum ketir lalu segera menyusul calon istrinya itu.


“ceklek..” hani membuka pintu ruang ibunya di rawat “mbak hani..” teriak hana adik hani yang sama cantiknya lalu hana berlari memeluk tubuh kakaknya dengan erat karena begitu rindu “hana sehat kan?” Tanya hani yang mendapat anggukan kepala adiknya itu “mbak itu pacarmu?” Tanya adiknya saat melihat joxi tersenyum ramah.

__ADS_1


“iya sayang aku pacar embak mu!” rasanya hani ingin sekali menjitak kepala pria tampan itu namun jika hani lakukan tentu hanya merugikan dirinya sendiri “sayang embak sudah datang ya?” tiba tiba suara ibu terdengar lemah sehingga hani pun menghampirinya “ibu maaf baru bisa menjenguk sekarang?” kata hani lirih sehingga ibunya tersenyum bahagia lalu matanya melirik kearah joxi “dia tampan, siapa nama mu nak?” hani kesal bahkan ibunya pun terpesona oleh ketampanan joxi yang memang luar biasa.


“nama saya joxi indrawanto bibi..”


“jadi kau anaknya indra? Wah beruntung sekali dia punya anak setampan kamu..”


“ehem hmm..” hani tiba tiba batuk lalu menatap wajah ibunya yang terluka “ibu kenapa bisa kecelakaan lah? Bukannya ada sopir kenapa harus nyetir sendiri” Tanya hani karena merasa sedih melihat ibunya baba belur di hajar aspal jalanan “sayang kalo gak gini kan mungkin kita gak akan ketemu?” hani langsung terdiam seolah perkataan ibunya bagai kunci yang menutup mulutnya sedang joxi yang melihat perubahan ekspresi hani langsung memeluk tubuh gadis itu.


“ah iya bibi benar..” jawab joxi langsung tersenyum pada wanita tua itu “mbak kamu jangan nangis?” joxi tersentak mendengar perkataan hana sehingga matanya pun melirik kebawah dan benar saja hani tengah menangis “maafkan aku..” entah kata maaf yang di ucapkan mulut hani yang gemetar itu untuk siapa namun baik ibu, adiknya atau joxi langsung merasa sakit hatinya.


“aku memang gak ingin berpisah dengan kalian tapi ibu lah yang ingin berpisah dengan ku?” suara hani serak dan itu seperti mengiris hati ibunya “ibu juga minta maaf sayang, karena itu jangan lah seperti ibu ya ketika kau memutuskan menikah nanti kau jangan salah memilih pria supaya kau tidak berakhir seperti ayah dan ibu?” ibunya sengaja mengucapkan kalimat itu supaya tidak hanya di dengar hani namun juga di dengar joxi.


“bibi tenang saja aku akan menjaga hani dan aku akan mencintainya selalu karena itu aku ingin meminta restu kepada bibi sekarang juga? Aku benar benar mencintai anak bibi dan aku ingin segera menikahinya!” tangan joxi menahan tubuh hani yang memberontak itu dalam dekapan pelukannya supaya joxi bisa mengatakan alasan dirinya datang kemari.


“kalau hani mau bibi juga akan merestui mu joxi” hani langsung berhenti memberontak sedang joxi melemas karena dirinya tahu gadis pujaannya itu tidak mungkin menerima lamarannya “ibu.. aku mau menikah dengannya jadi berilah dia restu!” mata joxi langsung membelalak seolah perkataan hani bagai bom atom yang meledak di telingannya membuatnya sangat terkejut dan tidak percaya secara bersamaan.


“baik lah kalau hani setuju, ibu pun ikut setuju..” selesai mendengar ibunya berkata mata hani langsung menatap wajah joxi yang tampak cerah itu “terimakasih banyak bibi” kata joxi bahagia dan tangannya kembali memeluk tubuh hani “selamat ya mbak bentar lagi nikah hehehe..” hani tersenyum mendengar suara adiknya yang imut itu “karena aku lelah dengan semua ini, itu lah alasanku menyerah” kata hati hani sungguh dirinya pun berhasil kembali memakai topeng di wajahnya supaya orang lain tidak tahu bahwa hatinya kini sedang hancur untuk kedua kalinya.

__ADS_1


__ADS_2