
“ceklek..” kara membuka pintu ruangan kerja hani lalu dirinya dan desi pun masuk kedalamnya “aku baru mau menyusul kalian?” kata hani lalu tersenyum pada kedua sahabatnya itu “hehehe.. han ak aku mau ngomong sama kamu?” hani langsung mengkerutkan keningnya saat desi terbata bata berbicara dan itu membuatnya keheranan “des kenapa kau jadi canggung gitu lah?” Tanya hani kuatir namun desi tambah begitu canggung sehingga kara langsung bertindak.
“dia bersikap begitu karena tadi habis menghajar suami mu han?”
“APA?” kara dan desi tampak tersentak saat hani tampak marah sehingga desi tersenyum kecut dan kara terdiam sambil menundukan matanya “ahahaha..” hani langsung tertawa renyah saat melihat kedua sahabatnya tampak ketakutan.
“ya aku kira kau marah beneran han?” Tanya desi dengan nada kesal yang membuat hani semakin tertawa lepas sedang kara ikut tertawa karena melihat hani begitu bahagia “ya habis muka kalian lucu banget kalo lagi ketakutan, hmm tapi dia gak mati kan des? Karena walaupun aku tidak menyukainya aku tidak ingin sampai melihatnya mati mengenaskan?” kara dan desi langsung melongo.
“jadi kau tetap ingin dia hidup?”
“benar kar! Lagi pula dia gak mempunyai salah apa pun kepada ku?”
“ah begitu.. iya sudah lah jadi gak apa apa kan desi menghajarnya tadi?”
“gak apa yang penting jangan sampai dia cacat?”
__ADS_1
“APA?” teriak desi dan kara bersamaan yang membuat telinga hani menderita “eh eh maaf han habis kita terkejut tadi?” kata kara karena merasa teriakan nya melebihi 5 oktaf vital suara “iya han jangan marah ya?” tambah desi dengan memasang puppy eyes yang membuat hani gemas sehingga bibirnya tersenyum bahagia.
“ugh kenapa kau itu imut banget sih des aku jadi makin suka?” mendengar itu mata kara langsung membelalak bahkan saat hani hendak memeluk tubuh desi dirinya langsung mencegahnya “dia milikku han!” kata kara penuh penekanan yang membuat desi dan hani melongo “lah ini ngapa kara jadi cemburuan lah?” Tanya hani sedikit menggoda sahabatnya yang animal karakternya adalah panda itu sedang desi yang mendengar perkataan kara barusan langsung di buat sumringah.
“pokoknya desi itu milikku kau gak boleh terlalu menyukainya Cuma aku yang boleh banyak!”
“ahahaha..” kara kini melongo saat kedua sahabatnya itu tertawa renyah sampai sakit perut “ya apanya yang lucu?” kata kara kesal yang membuat desi dan hani berhenti tertawa “uluh uluh panda buntal mulai marah, iya sayang aku hanya milikmu seorang! Tapi hani juga berhak memiliki aku karena dia juga sahabat kita?” kata desi lalu memeluk tubuh kara yang pendek itu sehingga matanya berkedip satu kearah hani yang membuat hani mengacungkan jempolnya.
Hani tahu betul bagaimana kuat dan mesranya hubungan persahabatan kara dan desi yang sudah seperti kakak beradik atau lebih tepatnya anak kembar sehingga hani memaklumi kelakuan kedua sahabatnya itu yang malah membuatnya terhibur di sela sela kepenatannya menghadapi tingkah suami mudanya itu.
“ya jox istrimu sudah di ambil oleh sahabatnya?” kata ardi yang juga melihat hani sedang berjalan dengan desi dan kara “kita samperin aja gimana?” saran rey yang membuat mata indah joxi menatap wajah tampannya “ide bagus ayo kita ikut kekantin..” kata joxi yang membuat teman temannya mengangguk lalu semua anggota geng bad boy itu langsung pergi ke kantin bersama.
“ya ngapa kalian duduk disini? Masih banyak tempat kosong tuh?” Tanya desi sedikit membentak yang membuat nyali ketuju mahasiswanya itu sedikit menciut “bu gak apa apa sih kami di sini biar enak makan bareng dosen gitu?” sahut ardi memberanikan diri lalu matanya kembali menunduk tidak berani menatap wajah desi yang tampak berekspresi dingin sehingga aora yang di pancarkannya tampak menyeramkan sedang kara dan hani tampak tidak perduli dan terus memakan seblak cekernya.
“udah lah des focus makan saja nanti mienya dingin gak enak! Mereka biarin makan bareng kita?”
__ADS_1
“tapi hann..” saat desi membuka mulutnya kara langsung memasukan sendok berisi mie seblak kemulut desi “kalo gak gitu kau gak berhenti ngoceh! Kalian semua makan lah santai saja kalo masih ada pawangnya kalian gak usah takut sama bu desi?” selesai mengatakan itu kara lanjut makan sehingga membuat anggota geng bad boy langsung sumringah dan mereka pun makan dengan teratur.
“hook hok..” tiba tiba rey langsung tersedak saat mencicipi seblak milik diki “ini minum lah?” kara langsung memberikan botol minumnya kepada rey yang membuat desi membara “jangan di minum atau aku bu..” tangan hani langsung membungkam mulut desi dan rey segera meminum air di botol itu karena dadanya sakit tiba tiba tangan desi menarik paksa tangan hani yang membungkam mulutnya.
“Yaa..” teriak desi yang membuat hani dan kara tersentak “kau kenapa teriak sih des?” kata kara kesal yang membuat desi cemberut “udah lah aku gak jadi makan kesel sama kamu kar?” selesai mengatakan itu desi langsung pergi sehingga hani hendak menyusulnya “biar aku saja, kau di sini saja han kan kau bayar!” hani langsung melongo saat kara selesai berkata langsung pergi menyusul desi sehingga mata ramahnya menatap wajah suaminya yang sedari tadi diam saja.
“ais sudah jangan di pikirkan mereka ayo makan lagi saja?”
“baik bu…” kata semua anggota geng bad boy tiba tiba joxi langsung berdiri lalu duduk di samping istrinya “kau gak apa apa?” kata hani lirih sambil matanya menatap wajah joxi yang pipi kirinya merah kebiruan karena tinjuan tangan desi “gak apa apa kok tapi nanti pas pulang tolong obtain ya?” hani langsung menganggukan kepalanya sehingga joxi tersenyum bahagia dan mereka kembali melanjutkan makannya sedang rey tampak sumringah saat kara memberinya minum tadi.
“dia sangat baik, tapi sayang di milik dosen galak itu.. sayang banget padahal jika gak ada desi aku pasti bisa langsung menembaknya?” kata hati rey saat tanpa di sadari olehnya selama ini rey telah jatuh cinta pada kara.
Kini kara sudah duduk di samping desi yang sedang membaringkan tubuhnya di lapangan sepak bola Karena cuaca mendung sehingga mereka tidak kepanasan.
“kau kenapa lah tadi?” Tanya kara yang membuat desi semakin kesal lalu tangannya menarik paksa lengan sahabatnya itu hingga tubuh kara membentur tubuhnya yang kurus “aku gak suka kau perhatian sama cowok nanti dia menyukai mu?” mata kara langsung membelalak namun bibirnya langsung tersenyum karena kara tahu maksud dari perkataan sahabatnya itu sehingga kepalanya mendongkak keatas sedang kepala desi mendongkak kebawah.
__ADS_1
“iya iya kau tenang saja, iam just your mine dahlia desi so don’t worry because I love you so much!” mata desi langsung berbinar saat mendengar suara lembut kara yang mengucapkan kamilat itu lalu bibirnya pun mencium ubun ubun kepala kara berkali kali “I love you too kara!” ya lagi lagi dalam hubungan persahabatan jauh lebih romantic jika saling menyayangi dan saling percaya.