
Kini ibunya sudah tertidur dan adiknya terlelap di pelukan hani yang sedang membaringkan tubuhnya di sofa bersama adiknya sedang joxi duduk di lantai punggungnya bersandar pada sofa itu “kau serius mau menikah dengan ku?” Tanya joxi lirih dan tetap membelakangi hani tanpa kepalanya menoleh ke wajah gadis itu “kau ragu? Ya sudah kita gak jadi nikah!” jawab hani santai sehingga bibir joxi tersenyum ketir lalu kepalanya menoleh kebelakang dan di tatapnya penuh cinta wajah hani yang berekspresi datar itu.
“aku gak mungkin melepasmu, aku janji akan melakukan yang terbaik dan membuat mu bahagia sebagai istri ku nanti” hani terdiam tidak merespon tanggapan joxi lalu matanya pun mulai terpejam “harusnya kau sadar atau kau tidak perduli? Bagaimana perasaanku terhadapmu. Tidak ada, aku tidak punya sama sekali jox” kata hati hani berharap pria muda lagi tampan itu mendengarnya dan mengerti bagaimana perasaannya.
“pada akhirnya aku berhasil membuatmu menyerah!” joxi tersenyum bahagia saat hatinya mengatakan kalimat itu lalu tangannya mengambil ponsel di saku jaketnya “hai semua alhamdulilah aku minggu depan akan menikah” itulah pesan yang di kirim joxi di grup chat bad boy “wow keren juga kau, selamat ya joxi jangan lupa antar besek di rumah kita karena kita gak butuh kertas undangan butuhnya makanan” joxi tersenyum membaca pesan balasan dari ardi.
“iya jangan lupa juga buatkan kami baju seragam biar kalo jadi panitian enak..” kini giliran rey yang membalas yang membuat joxi menahan tawa “oke kalian tenang saja, iya sudah aku kabari lagi nanti” selesai mengirim pesan itu joxi kembali memasukan ponselnya kesaku jaket lalu matanya menatap wajah hani yang cantik itu.
“aku akan buktikan kepada mu bahwa aku benar benar mencintaimu han” kini joxi sudah bertekad dan semakin kuat sehingga joxi sudah tidak ragu lagi dan joxi akan berjuang untuk mendapatkan cinta hani lebih keras lagi.
__ADS_1
Kara dan desi sudah kembali kerumah saat sudah selesai makan malam di restoran seafood “kar, hani kok belum hubungi kita ya?” Tanya desi saat dirinya mulai kuatir pada sahabatnya itu sedang kara yang mendengar pertanyaan itu hanya menggelengkan kepalanya.
“nanti pasti dia hubungi sabar aja” pada akhirnya kara berbicara lalu tangannya melepas perban di lehernya “biar aku saja..” kata desi lalu dirinya hendak melakukannya “gak usah” kara menjauh entah mengapa seperti itu? Dan berhasil membuat desi cemberut “apa kau masih marah kepadaku?” kara menggelengkan kepalanya “srekk..” mata desi membelalak saat melihat luka memar kebiruan di leher kara.
“aku gak apa apa loh des sudah jangan di.. brukk!” tiba tiba tangan desi menarik paksa lengan kara sehingga tubuh sahabatnya itu kini di peluknya erat “maafkan aku” desi menyesal karena telah membuat seorang yang di cintainya terluka “ais kau selalu saja seperti ini, sudah jangan sedih aku gak apa apa loh? Nanti ini juga sembuh” kara tahu tidak ada cara lain kecuali mengatakan hal yang baik supaya sahabatnya bisa merasa tenang.
“aku akan menghukum diriku” tiba tiba desi melepas tubuh kara lalu dirinya berlari ke meja kerjanya dan mengambil pisau kater di laci “DESI JANGAN LAKUKAN ITU! Sress..” teriak kara namun tangan kanan desi sudah menyayat tangan kirinya hingga darah segar keluar dari kulit yang tersayat itu “desi kenapa kau bodoh sekali..” kara langsung berlari menghampiri sahabatnya itu lalu tangannya menempelkan kain jaketnya ke tangan desi yang terluka.
“karena pada akhirnya aku tahu hanya kau satu satunya yang mau tinggal di sisiku kar dan aku suka kau sama sekali tidak membenci ku tapi aku tidak bisa memaafkan diriku kalau kau hanya jadi pelampiasan hasrat membunuh ku yang besar ini” kara tahu maksud dari arah pembicaraan desi, sahabatnya itu bisa merasa ketakutan yang teramat sangat saat dirinya lagi lagi melukai kara.
__ADS_1
“sudah lah psikopat memang tidak punya rasa simpati dan aku tahu kau pribadi yang buruk tapi kau kuat dan bisa melindungiku itu sudah cukup desi karena itu jangan lagi kau berpikir yang aneh aneh, kita sudah terlalu lama merasakan hal seperti ini dan apakah aku pernah marah sedikit pun kepadamu? Tidak kan! Karena itu tenang lah kita kan sudah berjanji akan jadi sahabat untuk selamanya..” selesai mengatakan itu tangan kara menemuk pelan punggung desi supaya sahabatnya itu bisa merasa lebih tenang.
“ayo aku obati luka mu?” kata kara sehingga desi melepas tubuhnya dan kara langsung mengambil kota P3K di lemari dekat meja lalu menghampiri desi yang duduk di tempat tidur
“apa sakit?” Tanya kara saat tangannya mulai membalutkan kain kasa kelengan desi yang terluka “enggak” kara menganggukan kepalanya “biar aku juga obati luka mu?” pinta desi saat kara sudah selesai mengobati lukanya.
“aku.. baik lah” desi tersenyum lalu tangannya mengambil kapas dan di berinya beberapa obat tetes luka lalu di tempelkan nya ke kulit kara yang terluka “Ak..” kara mendesis karena rasanya perih sehingga desi meniup lukannya itu “wuss.. cukup des” keluh kara sambil tangannya membungkam mulut desi karena udara yang di tiup kan mulut desi membuatnya merinding.
“aku mau tidur saja..” kara langsung membaringkan tubuhnya lalu menarik selimut sedang desi langsung tertawa kecil “hahaha kau geli atau merinding ke enakan kar!” kata desi menggoda yang membuat jantung kara berdebar karena sahabatnya itu membuatnya salah tingkah “bukk..” desi membaringkan tubuhnya di samping kara lalu memeluknya “iya sudah ayo tidur” selesai mengatakan itu desi memejamkan matanya dan kara ikut melakukannya.
__ADS_1
Tidak ada yang salah dalam sebuah hubungan persahabatan jika desi mempercayai kara dan kara pun mempercayai desi ketika dua gadis itu terikat karena saling membutuhkan maka bagian dari rasa cinta dan sayang menyatu menjadi satu yang membuat kara dan desi bisa bertahan bersama menghadapi banyak masa masa kelam yang menyiksa batin dan diri mereka.