
Kini desi, kara dan teman teman joxi sedang menunggu di depan ruang tes dengan panic karena mereka sangat penasaran untuk menunggu kepastian sedang di dalam ruangan ini joxi sudah selesai melakukan pemeriksaan dan sedang menunggu hasilnya bersama istrinya “tuan joxi, nona hani” kata dokter itu lalu duduk di sofa berhadapan dengan sepasang suami istri itu “bagaimana hasilnya dok?” Tanya hani karena dirinya tahu suaminya itu sedang panic dan ketakutan sehingga susah untuk berbicara.
“nona, suami anda tuan joxi tidak mandul hanya saja ada masalah yang cukup sulit untuk di temui jalan keluarnya?”
“maksud dokter bagaimana?”
“nona, tuan joxi menderita Azoospermia kondisi di mana jumlah ****** yang terdapat pada air mani yang diproduksi sangat sedikit. Bahkan, bisa jadi tidak ada satupun sel ****** yang berhasil diproduksi. Hal ini menjadi penyebab pria tidak subur dan tidak bisa memiliki keturunan.
Biasanya, kondisi ini disebabkan karena pengaruh genetik atau keturunan. Adanya kelainan pada kromosom juga bisa menyebabkan jumlah, pembentukan, atau ukuran dari ****** bermasalah. Kelainan ini bisa terletak pada lokasi yang berbeda-beda pada kromosom Y yang hanya dimiliki oleh seorang pria.
Pada kasus tertentu, bagian dari kromosom Y ini mungkin hilang atau terjadi microdeletion sehingga seorang pria mengalami kemandulan. Namun, ada juga beberapa penyebab lain yang juga berpotensi membuat pria menjadi tak subur, seperti: Kebiasaan mengonsumsi alkohol, produk yang mengandung tembakau, dan obat-obatan tertentu. Infeksi virus atau gondongan yang terjadi setelah pubertas.
Penyakit hormone”
__ADS_1
penjelasan dokter yang panjang lebar itu berhasil membuat sepasang kekasih itu tergulai lesu di sofa yang di dudukinya terlebih joxi wajahnya tampak sangat pucat karena dirinya tidak menyangka akan menderita penyakit seperti itu “tapi dok apa suami saya bisa sembuh?” Tanya hani kembali sungguh di saat seperti ini dirinya tidak boleh lemah sehingga sebisa mungkin semua harus di cobanya supaya suaminya bisa merasa bahagia kembali.
“tentang kesembuhan? Harus saya pikirkan prosedurnya dulu, baru nanti bisa saya kabari lagi” hani langsung menganggukan kepalanya lalu matanya melirik kewajah suaminya yang pucat pasi “ya sudah terimakasih banyak ya dok, kami permisi dulu!” dokter itu langsung menganggukan kepalanya sehingga hani dan joxi langsung keluar dari ruangan itu.
“ceklek” mendengar suara pintu terbuka semua orang yang sedang menunggu itu langsung menghampiri sepasang suami istri yang kini sedang berpelukan “sudah jangan terlalu banyak di pikirkan kita akan cari jalan dan minta pertolongan sama allah tenang lah!” kata hani saat tangannya terus memeluk tubuh suaminya yang gemetaran itu sedang mereka hanya terdiam karena perkataan hani yang membuatnya seolah terpaku tidak bisa merespon apa pun.
“istri mu benar jox kau harus tenang” akhirnya untuk beberapa saat lamanya mulut ardi bisa
mengucapkan kalimat itu sehingga leadernya itu berhenti berpelukan dengan istrinya dan langsung menatap wajah ardi yang tampak murung “kami akan membantu mu!” tambah desi lagi lalu bibirnya tersenyum ramah sehingga joxi juga ikut tersenyum.
“sebenarnya joxi kenapa ibu hani?” Tanya rey penasaran begitu pun dengan yang lainnya “joxi menderita Azoospermia penyakit yang mendekati kemandulan akibat gaya hidup tidak sehat, terlalu banyak mengonsumsi alcohol dan merokok” jawab hani dengan suara lirih yang membuat mereka semua terpukul dan tampak jelas raut wajah teduh seolah sedang merasa kesakitan.
“kalian tolong jaga dia, aku takut dia makin ngawur tahu kenyataan pahit ini?” kata desi mengingatkan teman teman joxi yang sedang terluka hatinya “baik kami pergi ya?” sahut diki sehingga ketiga kepala wanita itu mengangguk dan mereka berenam pun segera mencari keberadaan sosok leadernya itu.
__ADS_1
“han ayo makan dulu dari tadi kau belum makan apapun?” ajak kara namun kepala hani segera menggeleng sungguh hani tidak berselera sekali pun perutnya terasa lapar dan entah mengapa hani merasa tidak punya tenaga lagi sehingga tubuhnya hampir terjatuh beruntung desi segera menariknya dan kini hani sudah di gendong kedua tangannya “ayo kita istirahat aja?” kara menganggukan kepalanya dan mereka pun melangkah menuju mobil dan segera pulang kerumah.
Di kediaman keluarga indra, tuan handa mulai kuatir karena kedua anaknya sudah pukul 8 malam belum juga pulang dan tidak memberikan kabar “loh kok Cuma kamu sendiri han, anak kita mana?” Tanya tuan indra yang baru pulang dari kantornya hanya mendapati sahabatnya itu makan seorang diri.
“apa joxi memberi kabar kepadamu? Hani dari kemarin tidak memberi kabar karena kata joxi dia menginap di rumah desi” tuan indra tampak kebingungan lalu dirinya duduk berhadapan dengan sahabatnya itu “joxi tidak memberi kabar apa pun kepadaku? Hmm aneh apa terjadi sesuatu?” tuan handa ikut panic mendengar perkataan sahabatnya “coba kau telpon joxi?” tuan indra menganggukan kepalanya dan langsung mengambil ponsel di saku kemejanya.
Sudah mencoba sampai lima kali namun tidak di jawab oleh anaknya sehingga tuan indra semakin panic “telepon temannya?” pinta tuan handa sehingga sahabatnya itu menelepon ardi “halo paman ada apa?” Tanya ardi sehingga tuan indra memperbesar volume suaranya.
“apa kau bersama joxi di?”
“ah paman tenang saja joxi aman sama kita dia lagi istirahat karena habis ngerjain tugas di kafe dekat kampus”
“baik lah kalo begitu, jika sudah selesai bilang ke joxi supaya segera pulang?”
__ADS_1
“siap paman, iya sudah aku matikan ya?”
“baik lah, tot tot tot” akhirnya tuan handa dan tuan indra merasa lega dan tidak kepikiran hal aneh lagi sedang di sisi lain dari kota ini ardi dan yang lainnya sedang mencari sosok joxi “paman maafkan aku berbohong tapi kalo kau athu joxi hilang aku takut bisa menganggu kesehatan mu?” kata hati ardi karena dirinya tahu orang tua leadernya itu sudah tua dan memiliki penyakit jantung sehingga ardi lebih memilih untuk menutupi semua kekacauan ini supaya nyawa orang tua joxi tidak terancam.