
Malam ini begitu indah banyak bintang bersinar terang yang menemani sanga bulan sabit yang menjadi penerang utama langit gelap ini, desi tersenyum karena joxi telah datang di hadapannya lebih cepat dari perkiraannya “beraninya kauuu..” teriak joxi saat melihat teman temannya pingsan “ini semua karena mu, aku kira kau hanya mencintai ku tapi kau lebih kejam dari psikopat harusnya kau jangan melakukan itu pada kara dan aku” mata joxi dan mata desi kini bertabrakan terpampang jelas ekspresi kekesalan di wajah mereka “maju lah biar aku sentil ginjal mu” mendengar perkataan desi bibir joxi langsung tersenyum dan berlari lah dirinya.
“Dor.. Akhh!” desi tersenyum saat peluru yang di lesatkan di pistolnya besarang di bahu kanan joxi dan kini dengan langkah santai desi menghampiri joxi yang terduduk di lantai “kau pikir kau yang paling berkuasa di sini? Kau salah memilih mainan jox, apa kau tidak tahu pegulat black rose yang sangat kuat itu?” mata joxi langsung membelalak Karena sangat terkejut nya dirinya dengan perkataan desi yang datar itu.
“hmm.. bruakk!” desi langsung menendang dada joxi hingga pria tampan itu pingsan “arti black rose adalah bunga indah di kegelapan dan aku lah bunga itu!” selesai mengatakan itu desi langsung melangkah kan kakinya pergi dari stadium itu dan kini dirinya pun sudah kembali di sebuah club malam yang di sana selalu ada pertarungan adu jotos dengan bayaran mahal.
Kini desi sudah memakai topengnya dan orang orang bersorak memanggil namanya tanpa mengetahui sosok didalam topeng itu sungguh desi begitu kuat dan gadis itu sangat mahir dalam penyamaran “ha ah aku kabari saja joko dari pada adiknya mati sekarang tentu aku gak akan bisa membuatnya merasakan nerakanya dunia?” pikir desi saat dirinya sudah selesai bertarung dan kini desi tengah duduk di sofa dengan segelas wine di tangannya “tik tik tik.. beres” desi sudah mengirim pesan kepada joko dan dirinya pun kembali bersenang senang.
“Drtt drttt.. Aiss ganggu saja?” joko kesal saat sedang mengadu cinta dengan istrinya ponselnya berdering sehingga tangannya dengan malas mengambil ponsel yang tergeletak di meja.
“Deg..” joko langsung terperanjat saat membaca pesan dari nomor tidak di kenal “sayang aku harus pergi” joko langsung mengambil pakaiannya di lemari selesai berpakaian joko langsung bergegas menaiki mobilnya dan pergi ketempat yang sudah di beritahukan lewat pesan tadi “jangan sampai mati aku mohon..” joko langsung berlari masuk kedalam stadium itu dan benar saja sosok adiknya pun di temukan pingsan bersama teman temannya “joxi bertahan lah!” joko langsung membopong tubuh adiknya dan membawanya kerumah sakit sambil menghubungi keluarga ardi untuk menjemput teman teman joxi yang juga sedang pingsan.
“joko..” kepala pria tanpa itu langsung terangkat saat mendengar suara ayahnya “bagaimana bisa?” Tanya ayahnya “aku pun tidak tahu ayah? Karena ada nomor baru yang mengubungiku!” kepala ayahnya mengangguk “baik lah ayah jenguk adikmu dulu kau telepon lah hani suruh kesini?” joko langsung melaksanakan perintah ayahnya.
__ADS_1
“drtt drtt..” mata hani mulai terbuka perlahan saat merasakan ponselnya bergetar di sampingnya sehingga tangannya pun mulai meraba sekitar bantalnya “halo huaaah..” joko tersenyum saat mendengar suara hani menguap “maaf mengganggu mu subuh ini? Tapi aku mohon datang lah kerumah sakit karena joxi sedang di rawat di sana.. tot tot tot!” selesai mengatakan itu joko memutus panggilannya.
“kenapa aku harus di hubungi lah? Aku kan bukan sia..” hani langsung lesu saat teringat bahwa dirinya adalah calon istri pria tampan itu “aiss dasar pria..” hani dengan malas langsung bangun dan selesai berwudu hani langsung melaksanakan solat lalu mandi. Kini hani sudah siap kedapur dan ayahnya pun sudah duduk di kursi makan “apa kau sudah di kabari joxi sedang di rawat?” hani menganggukkan kepalanya dan dengan lesu menyendok kan nasi gorengnya ke mulut.
“sayang..”
“ada apa yah?”
“kalo kau gak suk..”
“eh.. ya tentu ayah bahagia too!”
“iya sudah jangan banyak Tanya! Aku berangkat dulu..” hani langsung meninggalkan ayahnya di dapur dan kini hani sudah mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit “ha ah apa aku terlalu kasar sama ayah?” hani termenung sungguh dalam hatinya tetap mencintai ayahnya itu tetapi ayahnya selalu ingin permintaannya di turuti itulah yang membuat hani kadang tidak bisa menahan amarahnya “cekit..” mobil hani pun sudah berhenti di halaman parker rumah sakit dan dirinya pun bergegas masuk kedalam.
__ADS_1
“joko?” kata hani saat melihat pria tampan itu duduk sendiri “han maaf merepotkan mu?” hani langsung menganggukan kepalanya “apa dia baik baik saja?” Tanya hani santai “ah dia sudah siuman kau bisa menjenguknya dan aku akan pulang dulu!” hani langsung menganggukan kepalanya dan dirinya langsung saja masuk kedalam ruangan itu.
“bu hani?” mata joxi langsung berbinar saat melihat sosok gadis cantik menghampirinya “kau kenapa bisa terluka?” Tanya hani dengan nada datar seolah malas untuk berbicara “ah itu, aku.. aku” joxi mulai kelabakan sehingga dirinya sulit berbicara “apa karena cewek lagi?” pertanyaan hani kali ini berhasil membuat mata indah joxi menatap matanya yang ramah.
“maafkan aku..”
“tidak perlu minta maaf! Selesaikan lah segera urusan mu kalo kau masih ingin menikah dengan ku karena aku gak mau di labrak cewek cewek mu”
“deg..” jantung joxi langsung berdebar mendengar perkataan hani sungguh dirinya benar benar merasa sangat bersalah lalu bibir joxi pun tersenyum ketir “tapi walau pun aku nakal kau masih mau kan?” hani segera menggelengkan kepalanya dan wajahnya pun mendekati wajah joxi yang tampak pucat.
“aku bisa terima masa lalu mu! Karena itu selesaikan semua masalah mu dan jadi lah pria baik baru datang lah kerumah untuk melamarku..” selesai mengatakan itu hani mulai menjauhi wajah joxi “semoga kau cepat sembuh dan ingat perkataan ku itu joxi” hani langsung melangkah kan kakinya saat melihat joxi sama sekali tidak merespon perkataannya.
“dia benar aku harus bisa berubah jadi pria baik!” joxi berguma dalam hatinya kini tekadnya bertambah kuat saat memikirkan semua yang di katakan oleh hani.
__ADS_1
“kalo begitu setelah sembuh aku harus datang kerumah para cewek itu dan meminta maaf kepadanya dan keluarganya lalu mengembalikan uang tegean yang dulu pernah aku ambil dari mahasiswa miskin..” joxi langsung tersenyum bahagia karena setelah sembuh dari lukanya joxi akan kembali berjuang untuk bisa menjadi sosok pria yang lebih baik lagi.
Sedang hani mulai bimbang sungguh hatinya ketakutan saat menatap mata joxi yang begitu indah itu “apa mungkin dia benar benar mencintaiku?” Tanya hati hani karena sikap joxi kepadanya begitu penurut dan sorot mata yang cerah saat matanya berbinar itu membuat hani mulai bertanya Tanya dalam hatinya tentang perasaan sesungguhnya pria muda itu terhadapnya “ya allah sekali pun jika benar aku akan menikah dengannya nanti tolong bantu aku untuk bisa menjadi istri yang baik” kata hati hani berharap tuhannya mengabulkan doanya.