
Hani buru buru menghabiskan makanannya selesai minum hani langsung menghampiri kara yang masih terbaring di tempat tidur “bangun lah aku obati luka mu?” kata hani sambil mengambil kota P3K di laci meja “sebenarnya aku gak apa apa han..” kara tidak menyelesaikan perkataannya karena wajah hani langsung cemberut.
“baik lah han” kata kara lirih lalu dirinya pun duduk dan menyingkirkan rambut yang ada di samping leher kanannya “ya allah kar ini seperti di patok ular lihat sampai merah kebiruan dan licet pula?” hani terkejut karena baginya luka kara cukup parah sedang kara sendiri hanya tersenyum tipis karena tengah memikirkan desi .
“Aah..”
“sabar dikit lagi kar..”
“ya kenapa sakit banget, berhenti biar ak..”
“sabar lah tinggal tempelin dan selesai” kata hani lalu bibirnya tersenyum canggung yang membuat kara curiga sehingga tangannya mengambil ponselnya dan menatap leher yang di perban sahabatnya “hmm iya aku tahu kau bukan dokter han, tapi gak gini juga?” keluh kara karena perban lukanya amburadul “ahahaha iya iya maaf, tapi kar sebenarnya desi kenapa tadi?” kara tersenyum ketir mendengar pertanyaan hani.
“kau tahu dia kan psikopat hasrat membunuhnya sangat tinggi dan kalo dia gak melakukan nya dia akan melampiaskan hasratnya itu kepadaku”
“Deg..” jawaban dari pertanyaan hani bagai bom atom yang meledak di tubuhnya dan membuat hani terdiam karena tidak tahu harus mengatakan apa? “tapi kau tenang saja han, desi itu masih punya hati hanya saja tromanya di masa lalu selalu membawanya dalam hasrat itu” kini kara tersenyum ramah sehingga hani langsung memeluk tubuhnya “kau tetap harus hati hati kar karena kau tinggal dengan monster” kara langsung tertawa kecil saat mendengar saran hani yang baginya sangat lucu.
“hahaha han kenapa kau jadi parno an gitu?”
“ya aku gak parno Cuma takut kehilangan mu..”
“deg..” entah mengapa perkataan hani barusan berhasil membuat hati kara berdebar lalu tangannya membalas pelukan sahabatnya itu “terimakasih han, tapi percayalah di banding desi menyiksa ku dia lebih sering memperlakukan ku seperti seorang ratu, melindungi, menyayangi dan membuatku tidak merasakan kesepian” hani langsung menganggukan kepalanya karena hani pun tahu bagaimana perasaan desi terhadap kara yang sudah di anggapnya sebagai adiknya.
__ADS_1
“iya sudah jangan bahas desi lagi nanti telinga dia panas?”
“ahahaha” hani langsung tertawa lalu melepas tubuh kara “sekarang kau yang perlu bantuan kan?” kata kara lirih sambil matanya menatap mata hani yang ramah “kau benar kar?” selesai mengatakan itu hani langsung tersenyum ketir sehingga kara tampak murung karena melihat wajah hani tampak teduh dengan sorot matanya layu.
“besok aku akan kejakarta, ibuku sakit dan dirinya meminta supaya aku membawa pacarku dan ayah minta joxi..”
“WHAT..” kara tersentak kaget dan kini wajahnya memerah karena sedang marah “tenang lah kara.. hmm apa kau tahu walaupun aku gak akan menikah dengan dia aku akan terus hidup dalam kekacauan seperti ini karena dia sangat mencintaiku namun kalo aku menikah dengannya kau kan tahu siapa pria yang aku cintai selama ini?” hani menangis saat mengatakan kalimat itu sehingga kara segera memeluk tubuhnya yang gemetar.
“andai kau juga tahu han, kami juga pernah di tiduri cowok brengsek itu aku tidak tahu bagaimana perasaan mu?” itulah pikiran kara sungguh dirinya pun tidak berdaya untuk menghadapi keadaan yang semakin sulit setiap harinya.
“hiks hiks..” hani masih terisak dalam pelukan kara sungguh hatinya sakit dan dadanya terasa sesak untuk bernapas seolah ada tali kuat yang mengikat lehernya “han apa aku boleh menyarankan sesuatu? Jika kau ingin aku bisa suruh desi membunuh keluarga nya sup..” hani segera mendorong pundak kara supaya terlepas dari pelukan sahabatnya itu “aku gak ingin kau dan desi nambah banyak masalah” kata hani lirih dan kara tahu jalan pikiran sahabatnya itu.
“tenang lah han soal membunuh desi ahlinya dan kami sama sekali gak kerepotan kok yang penting kau bisa merasa bahagia?”
“eh.. terus kau maunya gimana?”
“baik lah aku akan menikah dengannya dan menjadi istri yang baik untuknya?”
“walaupun kau gak mencintainya han?”
“kau pasti sudah tahu maksudku kara!” mata kara langsung membelalak karena terkejut mendengar perkataan sahabatnya itu “kau yakin bisa melakukannya?” kepala hani mengangguk mantap sehingga kara terdiam “aku sudah pusing dengan ini semua, jika saat sudah menikah nanti aku gak betah dan tetap gak bisa mencintainya aku akan minta cerai..” kara langsung melongo “ini bocah kesambet apa kok savagenya bertambah parah?” kata hati kara saat melihat hani kini benar benar merasa free.
__ADS_1
“ah baik lah han kalo itu mau mu aku akan dukung tapi ingat kalo dia menyakitimu bilang ke aku atau desi biar kami sentil ginjalnya!”
“hahaha siap kar..” kara senang dan merasa lega akhirnya bisa melihat hani kembali tertawa lepas tanpa beban “han jangan benci atau takut sama desi ya? Dia itu puppy jinak kok dan imut!” hani langsung berhenti tertawa saat kara mengatakan hal itu.
“aku gak mungkin benci sama orang yang menolong ku kar hanya saja setelah tahu sisi gelap desi aku kuatir kepadamu?” selesai mengatakan itu mata hani kembali menatap leher kara yang di perbannya tadi “aku udah kebal sama luka beginian kau gak usah kuatir hahaha..” kara tertawa renyah karena kara senang hani bisa tetap menerima desi sebagai sahabatnya.
“ingat banget aku waktu kau di labrak kakak kelas tiba tiba kami lewat dan kakak kelas itu langsung mengembalikan uangmu dan pura pura baik kepadamu han!” hani tersenyum mendengar pekataan kara yang mengingatkan nya pada awal bertemu dua siswa nakal yang sekarang menjadi sahabatnya.
“dan setelah itu desi tanpa ampun menghajar kakak kelas itu sampai baba belur lalu bilang “cewek ini milikku kalo kalian berani mengganggunya bersiap lah mati di tanganku!” wah itu so sweet banget ya kar aku langsung blushing waktu itu!”
“iya aku langsung tahan tawa sampai mau kentut melihat wajahmu yang merah merona karena terpesona sama desi hahaha..”
“hmm gak bisa bayangin kalo desi cowok paling kita udah bersaing kar supaya dapatin hatinya?”
“hani jangan paksa desi untuk memilih sudah pasti dia memilih ku!” hani langsung melongo saat mendengar perkataan kara yang datar itu sedang kara tampak membanggakan diri karena memang benar yang di katakan nya “hahaha..” namun akhirnya dua gadis itu tertawa bersama.
“kita sangat beruntung ya han?”
“iya.. alhamdulilah punya sahabat gila seperti kalian?”
“eh maksudnya..”
__ADS_1
“hehehe gak ada maksud” selesai mengatakan itu hani kembali memeluk tubuh kara sedang kara sendiri tersenyum bahagia karena berhasil membuat sahabatnya itu bisa merasa terhibur di saat ujian badai kehidupan menghampirinya.