
Kini hani sudah di jemput oleh joxi sehingga kedua sahabatnya itu mengantar hani sampai depan rumah “ya kebetulan ada kau! Aku mau katakan hal yang sangat penting kalo kau gak sabaran aku akan kembali menyunat terong mu itu?” tentu joxi tubuhnya langsung bergidik saat mendengar perkataan desi yang seolah membunuh mentalnya sedang kara langsung tertawa kecil bersama hani.
“ah kau tenang saja aku pasti akan lakukan yang terbaik?” sahut joxi yang mendapat tatapan mematikan mata desi yang tajam “kalo kau bohong aku akan beneran melakukannya, iya sudah han sana pulang hati hati kalian berdua?” hani langsung menganggukan kepalanya lalu memeluk tubuh kara “tolong itu bocah di kondisikan dia akhir akhir ini jadi agresif banget” bisik mulut hani ketelinga kara yang membuat joxi dan desi penasaran.
“kalian ngomongin apa sih?” Tanya desi yang membuat hani melepas tubuh kara lalu bibirnya tersenyum manis pada sahabatnya yang paling kuat itu “jangan kepo, iya sudah aku pulang ya assalamualaikum” kata hani yang membuat desi cemberut “waalaikum salam” namun tetap menjawab salam hani bersamaan dengan kara sehingga hani dan suaminya itu masuk kedalam mobil “hani ngomong apa kekamu kar?” Tanya desi saat melihat mobil joxi sudah melaju “dia bilang kau terlalu agresif” selesai mengatakan itu kara langsung masuk kedalam rumah meninggalkan desi yang masih melongo.
Sedang di perjalanan joxi dan hani lebih memilih terdiam sehingga suasana di dalam mobil ini begitu hening “besok kita ikut acara makrab yuk?” tiba tiba joxi bertanya karena kalimat itu lah yang sedari tadi tergiang di otaknya “kita mau ngapain di sana?” joxi termenung sebentar memikirkan jawaban dari pertanyaan istrinya itu “ya main aja lihat maba di siksa hahaha” jawab joxi dengan nada suara bercanda yang membuat hani tersenyum lalu matanya yang ramah menatap wajah suaminya itu.
“baik lah kalo itu mau mu?”
“eh beneran gak nolak, tumben?”
Hani lebih memilih terdiam karena malas berbicara lebih banyak dengan suaminya itu sedang joxi langsung tersenyum ketir karena merasa di abaikan “ah kalo gitu kita langsung belanja peralatan untuk makrab nanti ya?” hani menganggukan kepalanya sehingga joxi segera memparkirkan mobilnya kesebuah pusat belanjaan terbesar di kota ini.
__ADS_1
“waah..” seketika para pengunjung mall ini langsung menatap joxi dan hani yang sedang berjalan bersamaan sambil tangan mereka bergandengan “aku tahu kalian pasti terpesona dengan ketampanan dan kecantikan istri ku?” joxi tersenyum bangga saat kalimat itu terucap di hati kecilnya dan mereka pun langsung membeli banyak alat dan bahan untuk di bawa ke acara malam keakraban nanti.
“mau beli eskrim gak?” Tanya joxi saat melihat hani tampak kehausan “mau, yang rasa coklat” joxi langsung menganggukan kepalanya “tunggu sebentar” joxi pun langsung pergi sehingga hani kembali termenung karena masih memikirkan banyak hal yang selalu mengganggu pikirannya dimana pun hani berada.
“ini..” kalimat singkat yang di ucapkan mulut joxi membuat lamunan hani langsung buyar “ah terimakasih?” sahut hani sambil tangannya mengambil cup eskrim itu dari tangan suaminya lalu joxi pun duduk di sampingnya dan mereka berdua mulai menikmati menjilati eskrim itu.
“kau semalam tidur nyenyak gak?” hani langsung menganggukan kepalanya “apa aku boleh menginap lagi?” tentu pertanyaan hani membuat joxi tersedak “hok hokk..” sehingga tangan hani menepuk pelan punggung suaminya itu lalu memberinya minum “glug glug glug” joxi langsung meminum semua air yang ada di botol itu setelah itu meletakan botol itu kemeja.
“nanti malam aku akan menghukum mu?”
“tapi bukan kah aku sudah izin?” sahut hani yang membuat joxi geram lalu tangan kirinya mengambil tas bed berisi barang belanjaan sedang tangan kanannya langsung memegang lengan hani dan joxi pun berjalan cepat tidak perduli hani merengek ingin di lepas lengannya itu karena kuatnya tangan joxi memegangnya baru lah saat joxi membuka pintu mobil belakang tubuh hani langsung di dorongnya masuk kedalam mobil dan joxi pun ikut masuk kedalamnya “brukk..” tentu hani tersentak kaget saat joxi tiba tiba mendorong tubuhnya hingga membentur pintu mobil dengan kasar.
“Akk sa.. Cup!” joxi tidak membiarkan istrinya itu mengeluh sehingga joxi membungkam mulut hani dengan mulutnya “Jox.. Mmm!” tangan hani hendak mendorong pundak suaminya itu namun tangan kiri joxi langsung menyengkram kedua tangannya dengat kuat dan tangan kanannya masuk ke dalam kaos yang hani kenakan.
__ADS_1
“deg..” tubuh hani tersentak hebat saat tangan kanan joxi meremas *********** tiba tiba joxi menghentikan semua aksinya saat matanya melihat air mata hani kembali menetes “huh huh huh” napas hani berat karena dirinya ketakutan bahkan tubuhnya masih gemetar hebat dan joxi bisa merasakannya.
“aku bisa melakukan lebih dari ini karena itu menurut lah dan jadi lah istri yang baik?” selesai mengatakan itu joxi kembali mencium bibir hani yang mungil itu namun hanya sesaat lalu mencium kening hani dengan lembut “sudah jangan menangis, maafkan aku?” selesai mengatakan itu joxi langsung memeluk tubuh istrinya itu sehingga hani semakin terisak.
Barulah saat hani sudah berhenti menangis joxi melepas tubuh istrinya itu “aku minta maaf, aku sudah terlalu kasar kepadamu” kata joxi lirih karena merasa bersalah namun dengan cepat hani menganggukan kepalanya “terimakasih sayang” joxi bahagia karena hani langsung memaafkannya “dek dek dek..” tentu pasangan suami istri yang berdalam dalam mobil ini tersentak saat mendengar suara seorang mengetuk kaca jendela mobilnya.
“ais pasti mereka kira kita bukan sepasang pasutri, tunggu di sini ya aku akan memberi pelajaran pada mereka yang mengganggu kita?” selesai mengatakan itu joxi langsung keluar dari mobil meninggalkan hani yang tampak lelah itu.
“kenapa kau begitu mudah melakukan semua ini kepadaku? Kadang kau begitu baik namun berubah menjadi tidak punya hati seperti sekarang?” hani bertanya dalam hatinya sungguh menjalani hubungan tanpa cinta membuatnya menderita dan hani ingin semuanya segera berakhir.
“ya pak ada apa kau ganggu saya lagi bercumbu sama istri saya?” Tanya joxi pada polisi yang sekarang berdiri di hadapannya “kau masih terlihat muda? Kau bohong kalo sudah menikah?” joxi hendak menghajar polisi itu karena berkata sembarangan namun segera di urungkan karena mengingat istrinya.
“ya emang saya masih muda pak, umur saya saja masih 21 tahun tapi saya sudah menikah ini buktinya?” joxi langsung mengambil dompet di saku celananya lalu memperlihatkan ktp nya kepada polisi itu “oh.. hehehe tapi kan ini tempat umum kau tetap harus jaga ahlak mu?” joxi memutar bola matanya karena kesal pada polisi ini.
__ADS_1
“di dalam mobil bukan tempat umum pak” selesai mengatakan itu joxi langsung masuk kedalam mobil dan membiarkan barang belanjaannya yang masih di jalan itu “kita pulang ya, ada polisi resek” kata joxi pada hani yang masih terdiam itu lalu mobil pun melaju sangat kencang di jalanan “dasar jiwa muda” kata polisi itu melihat joxi ugal ugalan menyetir mobilnya.