Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Penjara


__ADS_3

Kara langsung menghampiri hani saat melihat sahabatnya itu keluar dari ruangan suaminya di rawat “hani kau nangis?” Tanya kara kuatir saat matanya yang besar itu menatap wajah hani yang tampak teduh lagi lembab “aku baik baik saja kar” selesai mengatakan itu hani langsung menghampiri ayahnya.


“ayah dimana ayah handa aku ingin bertemu dengannya?” Tanya hani yang membuat tuan indra menatap wajahnya yang pucat itu “dia ada di hotel dekat rumah sakit” mendengar itu hani langsung menganggukan kepalanya lalu kembali menghampiri kara “ayo antar aku ke hotel?” kara menganggukan kepalanya dan mereka pun pergi dari rumah sakit menuju hotel.


Di dalam mobil hani sama sekali tidak berbicara dan tatapan matanya kosong sehingga membuat kara merasa sangat sedih karena sahabatnya kini terlihat sangat mengenaskan “han kita sudah sampai?” suara datar kara membuat hani tersadar dari lamunannya sehingga kepalanya mengangguk lalu mereka berdua keluar dari mobil dan kini melangkah masuk kedalam hotel.


“hani..” suara tuan handa membuat anaknya menoleh kearahnya lalu hani pun tersenyum dan berlari memeluk ayahnya itu dengan erat “ayah maafkan aku” suara hani serak dan begitu lirih sehingga tuan handa tersenyum ketir karena tahu anaknya ini sedang tidak baik baik saja “ayo kita ngobrol sambil sarapan karena kami belum makan?” ajak kara pada bapak dan anak itu sehingga mereka bertiga pun memesan makanan di hotel itu.


“jadi sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya tuan handa hati hati “ayah aku hanya ingin menenangkan diri karena itu aku menginap di rumah desi ternyata desi menghajarnya?” jawab hani yang kurang bisa di mengerti ayahnya “intinya paman, hani sedang tertekan karena habis making love lihat lah lehernya yang kemerah biruan itu dan karena itu desi menghajar joxi” sahut kara sehingga kepala tuan handa manggut manggut.


“jadi karena itu, sayang apa yang sekarang kau ingin kan? Ayah akan coba berikan?” Tanya ayahnya kembali namun hani tampak tidak bersemangat untuk menjawabnya karena sungguh dirinya sangat lelah “kalo paman ingin bertanya serius tunggu hani good mood aja ya sekarang biarkan dia istirahat, han makan lah buburnya keburu dingin gak enak nanti?” pinta kara yang membuat kepala hani mengangguk dan mulai melahap bubur di mangkuknya.


“kara terimakasih” kata tuan handa yang membuat mata kara menatapnya sinis “jangan bilang begitu dia sahabatku wajar aku perhatian padanya paman, hani habis ini kau istirahat di kamar ya sudah aku pesan kan hotel?” pinta kara kembali yang membuat hani kembali menganggukan kepalanya “paman kau juga kalo capek istirahat lah, dan gak usah kerumah sakit udah banyak orang menunggu mantu mu di sana?” terlihat jelas dari nada bicara kara gadis bermata besar itu sama sekali tidak menyukai sosok suami hani sehingga tuan handa hanya menganggukkan kepalanya.


Tiba tiba kara mengecek ponselnya “sudah pukul 9 pagi, apa desi benar benar di tahan?” kara mulai panic karena sahabat terbaiknya tidak juga menampakan diri atau menghubunginya.


“kar kau kepikiran desi ya?” kara tersentak kaget mendengar pertanyaan hani “ah bagaimana kau tahu isi pikiran ku?” sahut kara yang membuat hani tersenyum ketir “maafkan aku” kalimat itu lolos dari mulut hani sehingga membuat kara terperanjat begitu pun dengan ayahnya “hani kenapa minta maaf?” Tanya kara lirih namun tiba tiba air mata hani kembali menetes membuat kara langsung berdiri lalu memeluk tubuhnya yang gemetar itu.


“hiks hiks” hani terisak di pelukan kara sedang ayahnya tidak bisa berbuat apa apa “hani ini mungkin sakit tapi maafkan aku ya? Bukk..” mata hani membelalak saat tangan kara memukul punggungnya dengan keras dan kini hani mulai kehilangan kesadaran.

__ADS_1


“apa yang kau la..” tuan handa langsung berhenti bicara saat kara menatap matanya sangat tajam seolah ingin membunuhnya di tempat “aku akan pergi setelah ini tolong jaga anakmu dia butuh istirahat total?” selesai mengatakan itu kara pun menggendong tubuh hani lalu kakinya melangkah menuju kamar hotel yang di pesannya tadi dan tuan handa pun mengikutinya.


Kini kara sudah membaringkan tubuh hani di tempat tidur lalu menyelimutinya “ingat paman kalo memang kau mencintai anakmu pilih lah dia jangan sahabat mu” selesai mengatakan itu kara langsung keluar kamar meninggalkan tuan handa yang tampak mematung itu “maafkan ayah sayang” kata hati tuan handa saat matanya sayu menatap wajah anaknya yang tanpak lelah itu lalu tuan handa pun menghampiri anaknya.


“cup” satu kecupan lembut mendarat di kening hani dan tuan handa mulai merasa masa lalunya terulang kembali setelah melihat betapa menderitanya anak perempuannya ini “ayah janji jika kau memang ingin kan berpisah dengan joxi maka akan ayah restui karena kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ayah juga sayang” janji kini sudah di ikrarkan sehingga tuan handa tidak boleh mengingkarinya jika suatu saat anaknya ini menagihnya.


“bremm” kini kecepatan mobil yang di kendarai kara mencapai 100km perjam membuatnya melayang di jalanan yang begitu padat ini “cekit” setelah hampir 30 menit mengemudikan mobil akhirnya mobilnya pun terparkir di halaman kantor polisi yang luas lalu kara langsung keluar dari mobil dan segera masuk kedalam kantor polisi.


“pak saya ingin menemui tahanan bernama dahlia desi?” kata kara pada polisi “baik lah, anda boleh menemuinya namun hanya 15 menit saja?” kara menganggukan kepalanya sehingga dirinya langsung di antar kesebuah ruangan yang di sana desi sedang di kurung “ceklek” mendengar suara pintu terbuka kepala desi langsung menoleh ke arahnya dan bibirnya tersenyum manis melihat sahabatnya itu juga ikut masuk keruangan.


“silahkan duduk nona?” kata desi bercanda membuat kara cemberut dan setelah polisi pergi barulah kara duduk berhadapan dengan sahabatnya itu “kenapa kau malah di tahan?” Tanya kara yang membuat desi mengangkat bahunya.


“eh eh bercanda loh kar gitu aja marah?”


“masalahnya semakin rumit des?”


“eh maksud mu?”


“kalo kau di penjara gak ada pelindung untuk hani dan aku takut karena itu joxi akan semakin se enaknya sendiri memperlakukan hani?”

__ADS_1


“kau benar, tapi tenang saja aku bisa kabur dari sini..”


“jangan bodoh kau akan jadi buronan dan membuat masa tahanan mu bertambah”


“iya juga sih, hmm lalu gimana kabar hani?”


kara tidak langsung menjawab pertanyaan desi namun desi sudah bisa menebak kalimat apa yang akan keluar dari mulut sahabatnya itu karena kara tampak murung dan gelisah.


“aku takut dia akan gila karena tekanan ini?” kata kara lirih dan entah mengapa tiba tiba air asin menetes karena sudah penuh di pelupuk matanya sehingga desi langsung berdiri dan memeluk tubuh kara yang gemetar itu “aku gak akan biarkan itu, karena kalo sampai itu terjadi aku lah yang akan membuat hari hari keluarga indra seperti di neraka?” kata desi penuh penekanan yang membuat kara tersenyum dalam tangisnya.


“desi kau memang ya, selalu bisa menghiburku?” kata kara lirih sambil tangannya mengusap air matanya “ehehehe sudah lah panda buntal kenapa kau harus menangis semua pasti akan baik baik saja” sahut desi yang membuat mata kara menatap wajahnya yang tampak segar itu “aku akan coba percayai itu, dan kau disini jangan aneh aneh aku akan menungu mu bersama hani?” desi langsung menganggukan kepalanya lalu bibirnya mengecup pipi sahabatnya itu.


“apa lebih baik?”


“ya, terimakasih banyak desi?”


“sama sama kara, iya sudah sana pergi kau harus menjaga hani?” kara langsung menganggukan kepalanya lalu kara memeluk tubuh desi “aku akan datang lagi besok” selesai mengatakan itu kara melepas tubuh desi “hati hati jangan ngebut bawa mobilnya?” kara tertawa kecil mendengar perkataan desi.


“aku kan ratunya balapan liar jadi kau gak perlu kuatir berlebihan” desi langsung menganggukan kepalanya saat kara menunjukan jati dirinya yang memang mantan atlet balap mobil tingkat nasional hanya saja harus pension dini karena pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami cidera fatal di lutut kirinya “iya sudah sana pergi tapi besok datang lagi ya hahaha” kara ikut tertawa lalu mereka pun kembali berpisah karena kara harus kembali kehotel sebelum hani terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2