Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Maaf


__ADS_3

Kara mulai membuka matanya saat tubuhnya terasa di apit oleh seorang sehingga membuatnya sedikit tidak nyaman “deg” kara tersentak kaget saat melihat wajah desi berhadapan sangat dengan dengan wajahnya “apa dia baik baik saja?” kata hati kara lalu tangannya pun memeluk tubuh desi dengan erat sampai wajahnya menyentuh leher sahabatnya itu.


“ternyata kau bangun lebih cepat kar” kata desi sungguh dirinya sudah terbangun sedari tadi namun menunggu kara sadar “kau jahat banget, untung aku sama hani” desi tertawa kecil mendengar keluhan kara lalu tangannya mulai memainkan rambut kara yang panjang “iya aku tahu, dia aja sampai belum bangun tuh?” sahut desi sambil matanya menatap hani yang masih terlelap di samping tubuh kara.


“kau harus minta maaf” tiba tiba kepala kara langsung mendongkak keatas menatap wajah desi yang menunduk “maafkan aku ya! Cup cup cup” kara tersentak kaget karena tanpa aba aba desi meciumi wajahnya “apa yang kau lakukan?” keluh kara sambil tangannya mendorong kepala desi supaya menjauhi wajahnya.


“apa kau tahu yang paling aku suka dari dirimu kar?”


“kau benar benar mesum ya des?” tentu kedua sahabatnya itu langsung tersentak kaget saat mendengar suara datar hani “kau sejak kapan bangunnya?” Tanya desi yang mendapat tatapan sinis mata hani yang ramah “hmm sejak tadi lah, kara kau gak apa apa sudah baikan?” tangan hani tiba tiba mengalung di perut kara lalu menarik tubuh sahabatnya itu supaya lepas dari pelukan desi “terimakasih hani sudah menolongku?” hani tersenyum mendengar perkataan kara lalu hani menarik lengan kara supaya tubuh sahabatnya itu berbalik dan kini di peluknya.


“tenang saja, aku akan menjadi malaikat mu saat desi menjadi iblis?” kata hani lirih sambil menatap tajam mata desi yang membuat jantung desi berdebar sungguh ini kali pertamanya desi melihat ekspresi amarah yang sangat besar dalam diri hani “dia benar benar marah kepadaku dan sangat kuatir pada kara” guma hati desi saat merasakan aora membunuh dalam tatapan mata hani.


“sudah sekarang ayo kita ganti baju lalu sarapan?” ajak hani setelah puas memeluk tubuh kara yang sama kurusnya dengan tubuhnya dan mereka bertiga pun langsung keluar dari tenda setelah selesai berganti pakaian “sayang” joxi yang sedari tadi menunggu hani keluar dari tenda langsung memeluk tubuh istrinya itu “apa kau baik baik saja?” Tanya joxi yang mendapat senyuman manis bibir hani.


“kau lihat aku baik, bagaimana dengan mu?” joxi ikut tersenyum sungguh hatinya senang jika istrinya itu tidak bersikap cuek kepadanya “aku baik, Cuma agak lebam aja ini pipi” keluh joxi yang mendapat tawa kecil hani tiba tiba kaki hani menjinjit dan di tariknya leher suaminya itu.


“cup” ya tentu joxi tersentak kaget karena hani mencium lembut pipinya yang merah kebiruan itu “setelah aku cium pasti cepat sembuh, iya sudah ayo makan mereka sudah menunggu tuh?” ajak hani saat melihat kedua sahabatnya tampak sumringah melihat keromantisan dirinya dengan sang suami.

__ADS_1


“ah aku tambah cinta kalo gini, iya udah ayo kita makan bareng?” sahut joxi lalu tangannya merangkul bahu istrinya dan mereka pun jalan beriringan menuju dapur umum “cie cei yang pamer keromantisan?” kata desi menggoda hani yang sedang duduk bersama kara “ah kau kenapa lah?” sahut hani tanpa hendak menanggapinya lagi sehingga kara sedikit kecewa.


“hani” tiba tiba kara memanggil lembut namanya “ada apa kar?” Tanya hani sama lembutnya yang membuat desi sedikit tidak nyaman karena terasa di abaikan “apa aku boleh ber..” kara tidak menyelesaikan perkataannya karena para anggota geng bad boy duduk bergabung dengan mereka.


“ya ngapa kalian kesini?” Tanya desi menunjukan rasa tidak sukanya pada ketujuh pria muda itu “aku tahu kau kesel, tapi rey mau meminta maaf?” jawab joxi yang membuat desi semakin geram “ka..” desi menahan diri saat tangan kara memegang tangannya dengan kuat yang di sembunyikan di bawa meja itu “apa kau punya perlu, jika iya cepat katakan?” Tanya hani pada suaminya itu “rey bicara lah?” pinta joxi yang membuat kepala rey mengangguk lalu matanya menatap ramah mata kara yang besar.


“maafkan aku karena sudah membuat kamu bertengkar dengan nya?”


“maaf mu sudah gak berguna, tapi aku Cuma ingin kau ingat selamanya jangan bertingkah kegabah lagi?” selesai mengatakan itu kara langsung berhenti memegang tangan desi sehingga desi pun tersenyum sadis kepada rey seolah ingin membunuhnya “dia sudah memaafkan mu, jangan lagi mengganggunya atau aku yang akan menusuk jantungmu dengan pisau katerku?” ancaman yang di tujukan untuk rey tidak hanya membuat rey seorang yang ketakutan namun semua anggota geng bad boy.


“dan satu lagi untukmu..” tiba tiba desi langsung menunjuk joxi “jangan paksa hani dan buat hani sedih lagi kalo kau lakukan itu aku juga gak akan segan untuk membunuh mu? Jangan kau pikir aku dosen di kampus milik ayahmu aku takut kepada mu? Kau melakukan kesalahan besar jika berpikir seperti itu?” selesai mengatakan itu desi kembali melahap makanan di piringnya.


Kini anggota geng bad boy sedang berkumpul di dalam tenda.


“aku gak habis pikir ada ya perempuan macam desi?” kata ardi yang mendapat perhatian semua temannya “iya dia itu badas banget dan aora membunuhnya sangat besar aku aja tadi sampai merinding” sahut aldi yang membuat teman temannya mengangguk setuju “terus gimana cara kita nyingkirin desi dan kara?” kini giliran diki yang berbicara sehingga joxi menatap wajahnya.


“aku rasa kalo desi dan kara gak ada akan membuat hani sedih?”

__ADS_1


“terus kau mau biarkan kedua nenek lampir itu?”


“iya jox benar kata rey terus gimana sama kamunya kalo kau ngalah?”


“riki aku.. bagi hani kedua sahabatnya itu segalanya seperti kalian bagiku! Jadi aku gak mungkin memisahkan mereka karena aku gak ingin hani sedih?” penjelasan singkat itu membuat teman temannya terdiam merenungkan perkataan joxi “ya sudah jox kalo itu mau mu” tiba tiba rey berkata seperti itu sehingga membuat joxi keheranan “maksudmu bagaimana?” Tanya joxi ingin kejelasan lebih lanjut “aku hendak menghancurkan persahabatan kara dan desi tanpa harus melibatkan istrimu?” tentu joxi langsung tersentak kaget begitupun dengan yang lainnya.


“caranya?” rey tersenyum manis saat joxi kembali bertanya “itu mudah serahkan saja padaku” jawab rey santai yang membuat joxi dilemma “aku takut masalah akan semakin besar tapi kalo desi masih saja menekan ku gimana aku mau making love sama hani?” joxi bertanya dalam hatinya sungguh jika joxi salah mengambil keputusan bisa menghancurkan semuanya termasuk rumah tangganya yang baru berumur benih jagung.


“jox jadi gimana?” pertanyaan rey berhasil membuyarkan lamunan joxi “hmm iya sudah terserah kau saja tapi ingat jangan libatkan istriku?” rey langsung tersenyum puas lalu mengacungkan jempolnya kepada joxi “siap bosku” sahut rey senang “ah semoga bisa segera selesai ini masalah” kata diki yang membuat ardi tersenyum ketir sungguh tidak bisa di pungkiri oleh pria muda itu bahwa hatinya benar benar jatuh cinta pada sosok desi yang galak itu namun karena demi persahabatan ardi pun berlaku sama seperti rey yaitu mengabaikan perasaannya.


Sedang di sisi lain dari tempat ini desi dan kara mengajak hani untuk mengunjungi air terjun yang kemarin “masih lama kah ini?” kata hani tidak sabar ingin membuka kain yang di ikatkan di kepalanya yang menutupi matanya.


“sabar han bentar lagi?” kata kara lalu tersenyum kepada desi yang sedang menurunkan tubuh hani dari punggungnya “oke sekarang kau bisa melihatnya?” selesai mengatakan itu desi pun melepas kain yang menutupi mata hani “Wow masya allah indahnya?” mata hani berbinar saat menatap pemandangan yang amat indah di hadapannya, airnya berkerucuk membuat suara yang merdu dan menenangkan di tambah airnya begitu bening dan dingin belum lagi bebatuan besar dan pemohonan hijau yang ada di sekitarnya membuat pelangi terbentuk di air terjun itu.


“berenang gak han?” Tanya desi sambil menggendong tubuh hani lalu dirinya berlari kearah kubangan air terjun itu “Kyaa Byurr” kara tertawa saat mendengar hani menjerit saat tubuhnya tercebur di air bersama desi “ahahaha sepertinya seru aku ikutan juga lah” kara yang baru sembuh pun langsung ikut berenang “wah ini liburan paling perfek karena bisa bersama kalian?” kata hani saat sudah berjemur bersama kedua sahabatnya yang juga basah kuyub.


“hmm kenapa kau gak bulan madu han?” desi sedikit kesal karena kara merusak suasana dan terlihat jelas perubahan ekspresi wajah hani “itu karena aku belum bisa melupakannya dan hatiku masih menganggap joxi adalah atez” jawab hani dengan jujur yang membuat kedua sahabatnya tampak terpukul lalu mata kara dan desi pun saling menatap seolah berkata “ayo hibur hani?” lalu kepala kedua gadis itu langsung mengangguk.

__ADS_1


“ah iya sudah jangan memaksakan diri han yang penting kau sudah berusaha jadi istri yang baik”


“desi benar, udah gak usah di pikirkan, kita yang penting saling menghibur aja” hani langsung menganggukan kepalanya dan berusaha sebisa mungkin menyembunyikan penderitaan nya dalam senyuman manis bibirnya walau pun kedua sahabatnya itu selalu tahu dan bisa menebak isi hatinya yang sebenarnya.


__ADS_2