Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Apa mau mu


__ADS_3

“tot tot tot.. Pyarr..” suara jam beker itu benar benar mengganggu joxi yang tidak tidak sama sekali dan dirinya langsung melemparkan jam itu ke dinding hingga hancur “brukk..” joxi hendak berdiri tiba tiba tubuhnya sempoyongan sehingga tersungkur di lantai namun sekuat tenaga joxi memaksa tubuhnya untuk bisa berdiri.


“tap tap tap” dengan langkah tertatih joxi berjalan menuju kamar mandi dan selesai berwudu joxi langsung melaksanakan solat subuh “ya allah rasanya hatiku sakit, namun jika luka yang sekarang sedang aku derita adalah penggugur dosa dosa ku aku mohon bantu lah aku bertahan dan tidak menyerah karena aku benar benar mencintainya dan aku menikahinya” itulah kalimat yang di ucapkan hati kecil joxi dalam sujud terakhirnya dan berharap tuhannya itu bisa segera mengambulkan doanya.


Kini joxi sudah siap untuk berangkat ke kampusnya namun sebelum keluar dari kamarnya joxi menatap pantulan wajahnya yang pucat di cermin “muka ku seperti zombie gini?” kata joxi menilai diri karena matanya tampak sembab dan merah karena semalam dirinya menangis cukup lama “ayah selamat pagi?” sapa joxi saat sudah duduk di samping ayahnya yang sedang sarapan.


“ya allah joxi muka mu kenapa nak?” ayahnya langsung kaget saat menatap wajah joxi yang pucat itu sedang joxi hanya tersenyum tipis untuk menanggapi perkataan ayahnya “aku gak tidur yah?” kata joxi lirih sambil tangannya mengambil beberapa lauk untuk sarapan “apa kau dengar pembicaraan ayah sama paman handa?” joxi langsung berhenti melahap makanannya saat ayahnya kembali bertanya dan kini matanya yang indah menatap hangat wajah ayah nya yang sudah keriput itu.


“iya aku mendengar semuanya yah” joxi tidak bisa mengambarkan keadaan dirinya dan ayahnya saat ini namun yang joxi tahu ayahnya pasti sangat terpukul sehingga joxi lebih memilih untuk terdiam sambil terus melahap makanannya “maafkan ayah” tiba tiba mulut ayahnya mengucapkan kalimat itu dengan lirih sehingga berhasil mendapat perhatian penuh dari joxi lalu bibir joxi pun tersenyum ketir.


"ini bukan salah ayah, ini karena aku yang gak baik untuknya?” ayahnya segera menggelengkan kepalanya lalu tangannya mengusap lembut rambut coklat anaknya itu “kata siapa kau gak baik untuknya? Dia yang gak baik untuk mu!” joxi langsung tertawa kecil saat ayahnya mengatakan hal itu “ayah gadis sebaik hani masih kau bilang buruk? Terus seperti apa gadis yang baik itu?” wajah ayahnya langsung cemberut “oh jadi kau membelanya?” protes ayahnya yang membuat joxi tertawa renyah.


“hahaha.. ayah kenapa lucu sekali lah? Ayah kau tenang saja aku pasti bisa dapatkan hani?”


“kenapa kau tidak cari yang lain?”


“joxi udah terlanjur jatuh cinta yah?”


“tap.. baik lah kalau itu mau joxi ayah juga akan berusaha membantu mu” joxi langsung tersenyum lalu dirinya memeluk ayahnya “iya sudah ayah gak usah terlalu di pikirkan masalah ku dan aku berangkat kekampus dulu ya?” kepala ayahnya langsung mengangguk sehingga joxi pun berangkat kekampus dengan lega.

__ADS_1


Hani tersenyum saat kedapur ayahnya sudah duduk di kursi yang di atas mejanya tersaji banyak makanan lezat “ayah good morning?” kata hani ramah sehingga ayahnya itu tersenyum manis lalu hani pun duduk di kursi berhadapan dengan ayahnya “apa kau bisa tidur semalam?” Tanya ayahnya yang langsung mendapat anggukan kepala hani karena mulutnya tengah sibuk menguyah makanan “syukur lah kalau hani bisa tidur nyenyak” kata ayahnya kembali lalu kembali melahap makanannya.


“ayah tentang bicara dengan pamah indra bagaimana keputusannya?” Tanya hani hati hati sehingga ayahnya itu kembali menatap wajahnya yang cantik “hani sudah tidak perlu kuatir ayah sudah mengatakan semuanya kepada paman indra” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut ayahnya sehingga hani langsung menganggukan kepalanya padahal dalam hati kecilnya hani masih ingin dapatkan jawaban lebih.


“ayah kalau gitu hani berangkat ya?” selesai mengatakan itu hani langsung mencium pipi ayahnya dan segera berangkat ke kampus “sayang ayah harap kau bisa bersabar menghadapi keadaan ini? Karena ayah tidak bisa banyak membantu!” kata hati tuan handa saat memikirkan anak gadisnya itu.


“tin tin tin..” hani tersentak saat keluar dari rumahnya mobil berwarna biru terpakir di halaman rumahnya yang luas “han ayo masuk, naik mobil ku saja?” teriak kara yang membuat hani tersenyum lalu dirinya berlari kearah mobil lalu masuk kedalam “good morning ibu dosen?” kata desi saat kepalanya menoleh kebelakang melihat hani “good morning guys..” sahut hani dan mobil yang di kemudikan oleh kara pun mulai kembali melaju kejalanan.


“han gimana?”


“gimana apa nya des?”


“rasanya aku gak berdaya? Aku sudah bilang pada ayahku namun dia juga gak bisa berbuat banyak, pada dasarnya baik paman indra atau pun joxi sendiri tetap kekeh inginkan aku?”


“WHAT..”


“ais gak usah teriak ngapa des? Budek nanti telingaku!” protes kara yang membuat hani tertawa kecil melihat kedua sahabatnya itu berdebat “maaf sih kar habis aku terkejut dan ingin sentil ginjal bapak dan anak itu?” sahut desi yang membuat kara memutar bola matanya karena kesal “ahahaha..” kara dan desi terkejut saat mendengar suara tawa hani yang pecah.


“ya kau ngapa malah ngakak sih han?”

__ADS_1


“ho oh kata kara. Emang apa yang lucu?”


“hahaha yang lucu itu kalian kara, desi terimakasih banyak ya?” kara dan desi langsung mengkerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan maksud dari perkataan hani “ngapa kau malah makasih kekita han?” Tanya desi dan kara bersamaan sehingga membuat hani berhenti tertawa.


“karena kalian sahabatku, dan aku bersyukur kita kembali di pertemukan oleh allah sehingga aku gak sendirian menghadapi semua ini?” mendengar kalimat yang di ucapkan mulut hani, kara dan desi pun langsung menatap lalu tersenyum bahagia “ais biasa aja kali han hahaha jadi ingin terbang nih kita?” kata kara yang langsung di iyakan oleh desi “hahaha” sehingga ketiga gadis itu langsung tertawa bersama karena saling mengkuatkan.


Kini joxi sudah sampai di kampus “ya allah joxi kenapa mukamu seperti zombie gitu?” Tanya ardi karena dirinya kaget melihat wajah leadernya itu pucat pasi bahkan matanya yang indah tampak sembab “ais kau lebay banget sih di?” ardi langsung cemberut karena joxi tidak menanggapinya dengan serius “yang di katakan ardi benar loh jox muka mu lebih mengerikan di banding muka aldi kalau lagi fly” kali ini mata joxi langsung menatap tajam mata rey “ya aku walaupun gini nakalnya gak suka nyimeng seperti kalian ya? Aku Cuma gak tidur aja semalam!” kata joxi dengan suara lirih yang membuat keenam temannya keheranan.


“lah ngapa kau gak bisa tidur?”


“biasa diki kalo lagi kasmaran kan memang gitu..”


“what? Kau bilang apa rey?”


“ho oh bener sekarang mah joxi sudah jadi pak ustad yang gak mau kumpul kumpul lagi di barr?”


“ya ini bocah ngapa nimbrung, kau diam saja riki”


“heleh jangan di gubris dek, leader kita emang udah gak seseru dulu..”

__ADS_1


“benar riko, iya udah lah biarkan dia sendiri yuk masuk kelas!” ajak ardi yang membuat teman temannya meninggalkan joxi yang masih melongon melihat para anggota gengnya kesal kepadanya “ya elah ngapa kalian baperan banget sih?” gerutu joxi lalu menyusul teman temannya ke kelas.


__ADS_2