
“drrt drtt” ponsel desi bordering sehingga langsung di ambilnya “my hani, tumben malam gini kau nelpon ada apa?” Tanya desi seraya memencet tombol pengeras suara supaya kara juga bisa mendengarnya karena mereka sedang berada di dalam mobil “kau dimana, dan kara sama kamu gak?” Tanya hani yang membuat kara dan desi saling menatap lalu tersenyum “aku di sini hani, ada apa?” hani merasa lega saat mendengar suara kara.
“aku kira kau dimana? Hmm apa kalian sedang di luar?”
“ya kami lagi di jalan nih, ada apa sih nanya terus?”
“baik baik des gitu aja kesel, bisakah kalian kerumah ku?”
“eh ngapain ini sudah jam 9 malam?”
“aku lagi di kamar nih joxi sedang pergi dan kedua ayah ku juga sedang di rumah rey”
“oh baik lah otw kami, tunggu 20 menit nyampe ngebut nih” kini giliran kara yang berbicara sehingga dirinya menambah kecepatan mobilnya “woy kara nih mobil bisa pretel kalo ngebut banget” kata desi sedikit spot jantung karena mulai panic kara mengemudikan mobilnya ugal ugalan “tenang aja ratu pembalap nih” sahut kara santai yang membuat desi cemberut lalu tangannya memasang sabuk pengaman.
“hahaha kau takut?”
__ADS_1
“iya lah karena aku belum mau mati..” sahut desi yang membuat kara tersenyum namun tetap mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sama “cekit” dan akhirnya mobilnya pun sudah terparkir di halaman rumah hani yang sangat megah lagi mewah itu lalu mereka berdua keluar “akhirnya kalian datang ayo masuk” ajak hani yang membuat kedua sahabatnya tersenyum dan mereka pun masuk kedalam rumah.
“kita ke ruang pribadiku aja ya?” kata hani saat mereka sudah sampai di ruang tamu “wow sekarang sudah punya ruang pribadi hahaha oke lah lest go” sahut desi senang sehingga hani tersenyum dan menunjukan ruangan nya kepada kedua sahabatnya itu.
“wah bahkan ada piano juga” kata kara lalu tangannya memencet not balok piano itu “kau bisa mainkan nada untuk kita kar” sahut hani yang membuat kara tersenyum lalu kara duduk dan benar saja dirinya langsung memainkan piano dengan lagu trush me lagu dreamcatcher tentang persahabatan sehingga hani dan desi tempak tenang mendengarkannya “kau memang punya bakat, harusnya kau dan hani duet pasti banyak fansnya termasuk aku hahaha” kara dan hani langsung tersenyum mendengar tawa desi yang renyah itu.
“btw apa kalian tahu kalo rey meninggal?”
“tentu saja, aku yang membunuhnya” tentu perkataan desi bagai bom atom yang meledak di telinga hani sehingga membuatnya tersentak sampai membelalakan kepalanya “HAaa..” telinga kara dan desi langsung menderita saat mendengar suara hani yang melengking itu “ya allah han sakit nih telinga” kata kara yang mendapat anggukan kepala desi namun hani tidak perduli.
“kenapa kau lakukan itu?” Tanya hani penuh penekanan “karena dia cabul dan memperkosa kara” untuk kedua kalinya hani kembali tersentak kaget namun kali ini tidak menjerit melainkan mata ramahnya menatap lekat ke wajah kara yang tampak pucat itu “benarkah?” kara langsung menganggukan kepalanya sehingga hani tergulai lesu di kursi yang dirinya duduki.
“aku lah yang jadi bapaknya!” sahut desi cepat yang membuat kara langsung menampol kepalanya “puakk” hani langsung melongo saat kara benar benar melakukannya sedang desi yang terkejut hanya melototi kara yang sama sama terlihat garang itu.
“ya ngapa kau memukulku?” protes desi yang membuat kara duduk di sampingnya “apa kau tahu aku berharap gak hamil?” tiba tiba suasana menjadi hening karena perkataan kara barusan “tapi kalo aku memang hamil kau jadi ibu kedua anakku bukan ayahnya” kata kara lagi setelah hanya terdiam sedari tadi “ah baik lah kalo jadi ayah gak bisa aku jadi ibu aja” sahut desi santai yang membuat hani tersenyum.
__ADS_1
“maafkan rey ya kar?”
“tenang saja han aku sudah memaafkan nya”
“tapi kalo boleh tahu kenapa kejadian itu bisa terjadi?” desi dan kara langsung terdiam saat hani bertanya hal itu “ah baik lah kalo kalian gak mau cerita, lupakan saja hehehe” kata hani lagi sungguh dirinya takut karena pertanyaannya tadi membuat kedua sahabatnya menjadi tidak enak hati.
“aku dan desi bertengkar hebat, aku lalu mabuk di barr dan aku tidak tahu lagi apa yang terjadi karena aku terbangun sudah di kamar desi” tiba tiba kara berbicara sehingga hani menganggukan kepalanya karena dugaannya salah awalnya hani mengira bercak merah di leher kara karena ulah desi ternyata ulah teman suaminya itu.
“tapi desi gak di penjara kan?” Tanya hani lagi yang membuat desi tersenyum tipis “enggak lah, awalnya aku kira akan di penjara ternyata kedua ayah kami datang menolong kami” jawab desi gembira yang membuat hani merasa lega “tapi kau akan dapat konflik sama anggota bad boy” tiba tiba hani kembali tergulai lesu dengan perkataannya barusan sehingga kedua sahabatnya tersenyum.
“kau tenang saja dari dulu pun kami memang gak akur sama suamimu dan temannya itu”
“desi benar, yang penting gak berimbas padamu itu sudah membuat kami tenang han”
“baik lah semoga saja begitu”
__ADS_1
“sudah lah hani jangan kuatir ya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya walaupun dengan baku hantam nanti hahahah”
“ya gak gitu juga dahlia desi..” sahut kara kesal namun desi masih tetap tertawa “ceklek” tiba tiba ada yang membuka pintu sehingga membuat mereka bertiga terkejut dan menatap kearah pintu “joxi..” kata hani melihat sosok suaminya itu sedang kedua sahabatnya langsung menatap tajam mata joxi yang tampak membara itu.