
“mbak hani..” suara itu cukup lembut lalu hani merasakan tubuhnya di goyang goyangkan tangan seseorang sehingga matanya terbuka perlahan terlihat samar wajah gadis yang cantik “huaah sudah subuh ya?” kata hani sebenarnya masih ingin tertidur namun memaksakan diri untuk duduk “iya mbak, ayo kita solat subuh dulu?” kata gadis itu sehingga dirinya dan hani langsung berwudu lalu ikut pergi keruang solat “ah ternyata berjamaah” kat hati hani saat melihat semua anggota evan ikut solat di imami oleh pria muda itu.
Kini hani sudah berganti pakaian dan duduk di tempat tidur “embak langsung pulang kah?” Tanya gadis itu melihat hani mengemasi barang barangnya “aku tidak boleh pergi terlalu lama, ani terimakasih ya sudah mau tidur dengan ku?” jawab hani sehingga gadis bernama ani itu memeluk tubuhnya.
“aku senang kau datang karena mas evan tampak bahagia melihatmu?” hani langsung tertawa kecil lalu tangannya memegang pundak ani dan mendorongnya supaya gadis itu berhenti memeluknya “ani aku sudah menikah” mata ani langsung membelalak terlihat jelas ekspresi terkejut itu di mata hani yang ramah “ah begitu mbak, ya sudah gak apa apa semoga embak selalu bahagia bersama suami embak ya?” hani langsung tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
“ceklek” tiba tiba pintu kamar di buka seseorang sehingga kepala mereka menoleh kearahnya “evan?” kata hani yang membuat pria muda itu menghampirinya “apa kau mau pulang?” hani mengangguk sehingga evan tersenyum “ya sudah ayo sarapan dulu?” ajak evan pada hani dan adiknya “baik lah” sahut hani sehingga mereka bertiga langsung pergi ke dapur terlihat kedua orang tua evan sedang menunggu mereka.
“nak hani udah mau pulang?”
“iya bibi, dan terimakasih banyak aku sudah di izinkan menginap di sini?”
“iya tidak apa apa nak, ya sudah ayo makan dulu”
“baik paman” mereka pun mengahiri perbincangan lalu focus melahap hidangan lezat yang tersaji di meja dan selesai makan bersama hani berpamitan lalu evan mengantarnya sama di mobilnya “jika kau datang kemari lagi jangan lupa kabari aku?” hani menganggukan kepalanya “tenang saja aku sudah simpan nomor mu” sahut hani santai lalu evan mendekat beberapa langkah kearahnya “aku akan merindukan mu mbak jangan lupa ajak mbak desi dan mbak kara kalo kemari?” bisik mulut evan sehingga hani menatap wajahnya yang tampan itu.
“apa kau menyukai ku?” evan terdiam namun hani bisa melihat semuanya dari sorot matanya yang cerah itu “lupakan perasaan itu evan karena aku sudah jadi milik orang lain dan aku juga gak mencintaimu, kau lebih cocok menjadi adik laki lakiku dan jika kau menikah nanti jangan lupa kabari aku” selesai mengatakan itu hani melangkah mundur menjauhi tubuh jangkung evan.
“aku pergi assalamualaikum”
__ADS_1
“waalaikum salam hati hati” hani tidak merespon perkataan evan dan lebih memilih masuk kedalam mobil “breemm” mobil pun melaju meninggalkan evan yang tidak rela melepaskan kepergian hani.
“aku akan memahami perkataan mu mbak kalo aku bisa temukan gadis lain yang bisa membuatku jatuh cinta kepadanya” kata hati evan sungguh sudah bertahun tahun lamanya namun rasa itu tetap ada ya evan memang menyukai hani sejak hani datang kemari untuk pertama kalinya dan hal yang membuat evan jatuh cinta pada hani adalah sikap lembut dan perdulinya yang begitu besar bahkan kepada orang yang tidak di kenalnya seperti saat pertama kali bertemu evan dulu.
“jauhi istriku?” tentu evan terkejut mendengar suara pria yang menggema di telingannya dan evan langsung membalikan tubuhnya terlihat jelas di matanya sosok pria yang begitu tampan dan berperawakan jangkung dengan tubuh yang hampir sempurna bahkan pakaian yang di kenakan juga bermerek dan terkesan mewah walaupun sederhana.
“jadi kau suami mbak hani?” Tanya balik evan yang membuat joxi geram “aku akan buat hidupmu hancur kalo kau gak menjauhinya?” evan tersenyum lalu matanya menatap tajam wajah tampak joxi “pantas dia terlihat sangat tertekan ternyata kau sangat berbanding terbalik dengan mas atez” tentu joxi langsung terkejut dan tidak memahami maksud dari perkataan evan barusan.
“apa yang kau bicarakan?”
“kau bukan lah pria yang baik kecuali memang wajah dan tubuhnya yang sempurna”
“ya jangan bicara sembarangan” joxi memperingatkan sehingga evan tersenyum lalu kakinya melangkah mendekati dirinya “mbak hani itu orang baik, tapi saat aku melihatnya semalam kau telah merubah segalanya andai mas atez masih hidup mbak hani gak mungkin menjadi milikmu” selesai mengatakan itu evan melangkah mundur dan meninggalkan joxi yang masih tampak kebingungan itu.
“atez siapa sebenarnya dia?” akhirnya pertanyaan itu muncul di benak joxi yang membuatnya langsung tersadar dan langsung berlari menuju mobilnya “bremm” joxi menancap gas mobilnya sehingga melaju sangat kencang sedang evan yang melihatnya hanya terpaku sampai mobil itu tidak terlihat lagi “pantas saja dia mengawasi rumah ku ternyata dia suami mbak hani” evan memang menyadari keberadaan joxi sejak kemarin malam namun evan tidak memberitahu hani.
“breemm” joxi mengemudikan mobilnya begitu kencang karena sedang berusaha menyusul istrinya “atez sebenarnya siapa dia, apa benar pacar hani atau cowok tadi Cuma membual supaya aku pergi?” joxi langsung mengurangi kecepatan mobilnya saat melihat mobil hani melaju di depan mobilnya “hani aku mohon apa pun penjelasan yang akan kau berikan aku harap itu tidak semakin membuat hubungan kita retak” pinta hati joxi sungguh dirinya ketakutan dan ingin segera bertanya tentang atez kepada istrinya itu.
“cekit” kini mobil hani dan joxi sudah sama sama terparkir di halaman rumahnya “apa dia mengikutiku?” Tanya hati hani saat melihat suaminya itu keluar dari mobil dan langsung menghampirinya sehingga hani keluar dari mobilnya “kau mengikuti ku?” Tanya hani namun joxi tidak menjawab sebaliknya tangannya langsung memegang tangan hani lalu membawanya masuk kedalam rumah dan kini joxi sudah membawa hani kekamar.
__ADS_1
“sebenarnya kau kemana saja kemarin?” Tanya joxi sambil melepas jaketnya dan hani hanya berdiri sambil meletakan tas kecilnya di tempat tidur.
“aku pergi ketempat yang dulu sering aku kunjungi itu saja?”
“menginap di rumah siapa kau semalam?”
“aku menginap di rumah evan” mata joxi langsung menatap tajam mata hani yang sayu itu “kau menginap di rumah cowok?” hani tahu maksud dari perkataan joxi sehingga kepalanya mengangguk samar “dia adalah orang yang sudah lama aku kenal dan sudah aku anggap sebagai adikku lagi pula ayah dan ibunya ada di rumah dan aku tidur dengan adik perempuannya”
jawab hani apa adanya yang membuat joxi menghela napas “baik lah aku akan terima alasanmu itu, tapi aku ingin bertanya lagi tolong jawab dengan jujur?” joxi langsung mendekati hani sehingga membuat hani sedikit ketakutan karena ekspresi wajah joxi tampak kesal dan begitu marah.
“siapa atez?”
“DEG” jantung hani langsung berdebar kencang saat joxi bertanya hal itu sungguh dirinya langsung terdiam dengan ekspresi wajah yang tampak gelisah “jawab aku hani, siapa sebenarnya atez?” pinta joxi sekali lagi yang membuat hani memberanikan diri untuk menatap wajahnya “dia adalah pacarku tapi itu dulu” joxi langsung terdiam lalu bibirnya tersenyum ketir sedang hani yang melihat perubahan ekspresi wajah suaminya itu langsung ikut terdiam dan berusaha tetap tenang.
“dimana dia sekarang?”
“itu bukan urusa…”
“JAWAB AKU HANI” teriak joxi yang membuat hani tersentak kaget dan matanya mulai berkaca kaca karena merasa sangat ketakutan “DIA SUDAH MATI” teriak balik hani dan saat itu juga air asin yang dirinya tahan terjatuh juga sehingga membuat joxi tertenun melihat wajah istrinya yang tampak teduh dengan air mata mengalir di pipinya.
__ADS_1
“maafkan aku” joxi hendak memeluk tubuh hani namun hani segera melangkah mundur lalu menggelengkan kepalanya “jangan terus meminta maaf aku muak mendengarnya” suara hani sangat serak dan tangannya langsung mengusap airmata yang banjir di pipinya itu.
“baik tapi tolong berhenti lah menangis” pinta joxi sungguh hatinya juga terasa sakit jika melihat hani terus saja menderita “bisakah kau keluar dan biarkan aku istirahat?” joxi menganggukan kepalanya “baik” joxi memilih mengalah dan segera keluar dari kamar sedang hani langsung terduduk di tempat tidur “ya allah” lagi lagi hani memanggil nama tuhannya saat hatinya mulai kembali meradang dan rasa takutnya semakin besar.