
“apa mereka baik baik saja?” Tanya joxi entah mengapa merasa kuatir pada sahabat istrinya “entah lah. Kau tenang saja mereka sudah dewasa” jawab hani santai sehingga kepala joxi mengangguk dan mereka pun masuk kedalam rumah “loh supir baru mau berangkat kalian sudah sampai rumah saja?” kata tuan indra yang mendapat anggukan kepala tuan handa “iya di antar kara tadi yah, ya sudah kami kekamar dulu ya?” sahut joxi yang mendapat kedua anggukan kepala ayahnya itu.
“dia tidak membalas pesan ku, apa belum sampai rumah?” Tanya hati hani saat mengirim pesan kepada kedua sahabatnya belum juga mendapat respon “kara, desi aku harap kalian baik baik saja” hani sebenarnya merasa takut saat melihat kedua sahabatnya bertengkar karena hani tahu desi mempunyai temperament yang tinggi sedang kara gadis itu terlalu lemah “sayang apa yang kau pikirkan?” kata joxi yang membuyarkan lamunan hani “tidak ada” jawab hani singkat sehingga joxi pun duduk di sampingnya.
“apa kau yakin tidak mau berbulan madu?”
“apa kau ingin?” joxi terdiam memang dalam hatinya menginginkan hal itu namun bagaimana dengan istrinya lagi lagi joxi mulai bimbang untuk mengutarakan isi hatinya “dari pada berbulan madu? Kenapa kita gak mulai ikut program dokter untuk memulihkan kesuburan mu?” tiba tiba hani bertanya hal lain yang membuat mata joxi menatapnya “baik lah kalo itu mau mu” joxi langsung tersenyum lalu tangannya memeluk tubuh istrinya itu.
“tapi aku takut jox karena aku masih belum bisa mencintaimu dan melupakan atez” itu lah kalimat yang di ucapkan hati kecil hani yang sedang meradang sungguh pilihan terbaik yang bisa di ambilnya adalah berusaha bersabar dan mengikuti alur yang mudah walau pun lagi lagi hati hani lah yang menjadi korbannya.
“brukk” tubuh kara terbaring dengan kasar di tempat tidur karena di dorong oleh desi “kalo kau gak mau liburan bilang aja? Jangan jadikan hani alasannya!” kata desi kesal sehingga kara terduduk di tempat tidur “di saat seperti ini aku gak bisa memikirkan apa pun kecuali hani” mata desi langsung membelalak lalu tangannya mendorong pundak kara dan kini desi sudah duduk di atas perut sahabatnya itu dengan kedua tangan mencengkram tangan kara.
“berhenti memikirkan nya aku gak suka itu?”
“aku punya firasat buruk, aku kepikiran dengan mimpi hani tentang atez yang membunuh joxi?”
“its just a dream kara, bunga tidur ingat itu?”
“tapi atez sudah meninggal, dan hani mencintainya aku takut kita lah orang yang paling dekat dengannya aku takut kita yang akan membuat hubungan nya dengan joxi hancur?” desi langsung memutar bola matanya lalu wajahnya mendekati wajah kara yang pucat itu.
__ADS_1
“bukan kah joxi berhak menderita dan hani bahagia?” mata kara langsung menatap tajam mata desi “apa kau ingin hani tetap tersiksa seperti ini des? Aku tahu dia gak mencintainya tapi membunuh joxi bukan lah penyelesaian dari masalahnya?” entah mengapa bibir desi langsung tersenyum karena mendengar perkataan kara barusan.
“baik baik aku bisa menerima alasan mu, tapi kau sudah berhasil membuat ku kesal jadi aku harus menghukum mu” selesai mengucapkan kalimat itu desi langsung tersenyum dan bibirnya mulai menempel di kulit jari telunjuk kara “kres.. Akk” tentu kara mendesis kesakitan saat jari telunjuknya di gigit desi hingga berdarah.
“slerup” lidah desi langsung menjilat darah segar yang mengalir di jari telunjuk kara “lakukan lah lagi maka aku akan melakukan yang lebih lagi” kata desi lirih dan matanya langsung menatap tajam mata kara sungguh tatapan mata desi kali ini adalah peringatan bagi kara dan hal ini bisa sangat berbahaya jika kara melakukan kesalahan lagi.
Tiba tiba desi langsung menyingkir dari atas tubuh kara karena desi kesal sahabatnya itu tidak memberikan respon apa pun terlebih lagi lagi tatapan kosong mata kara membuat desi takut untuk menekannya kembali karena desi tahu kara adalah gadis penderita depresi dan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi.
“maafkan aku” tiba tiba kalimat itu lolos dari mulut kara membuat desi tersentak kaget sehingga matanya menatap wajah sahabatnya itu “deg” mata desi membelalak saat melihat kara menangis “ya kenapa kau menangis? Iya iya aku maafkan tapi jangan nangis aku gak marah kok dengan mu!” kata desi lalu memeluk tubuh kara yang gemetar itu.
“hiks hiks” kara terisak di pelukan desi “maafkan aku, aku memang bodoh” guma desi sungguh dirinya menyesal karena telah membuat orang yang di cintainya kembali meneteskan air mata pelambang ketidak berdayaan dan putus asa.
“jangan kuatir soal hani, jangan terlalu cemas memikirkannya karena aku gak akan biarkan hal sulit menimpanya sendirian dan tentang mimpi atau perasaan mu kau juga jangan pikirkan karena itu belum tentu menjadi kenyataan dan hal buruk hanya membuat mu merasa takut dan cemas berlebihan jadi lebih baik abaikan pikiran jahat mu itu ya?” kata desi panjang lebar yang membuat kara tersenyum dalam tangisnya “aku akan berusaha yang terbaik” sahut kara dengan suara serak karena masih terus menangis sehingga desi kembali memeluknya.
“sudah jangan nangis, kau kan tahu aku benci hal itu?”
“tapi hatiku sakit”
“aku akan bantu menghilangkan rasa sakitnya”
__ADS_1
“tunggu de.. BUaak” mata kara membelalak saat merasakan pukulan yang cukup keras di punggungnya “kau memang jaa..” kara tidak menyelesaikan perkataannya karena dirinya mulai kehilangan kesadaran “kalo aku gak melakukan ini kita akan terus berdebat dan aku takut kehilangan kendali, aku takut melukai mu lebih dari ini kara” kata desi lirih lalu bibirnya tersenyum ketir saat tangannya gemetar mengucap air mata kara yang masih membanjiri pipinya itu “cup” tiba tiba bibir desi mengecup lebut kening kara lalu membaringkan tubuh sahabatnya itu.
“drrt drtt” ponsel desi bergetar sehingga dirinya pun mengambilnya di saku jaketnya, bibirnya tersenyum saat melihat layar ponselnya bertuliskan my cute cat “halo han ada apa kau nelpon?” Tanya desi santai “YA KENAPA BARU KAU ANGKAT” telinga desi langsung berdengung karena mendengar suara teriakan hani yang melengking itu.
“woy santai ngapa hampir budek ini aku?”
“BODO AMAT” desi langsung melongo namun langsung tersenyum.
“apa kau kuatir pada kara? Tenang saja dia sudah tidur?”
“kau gak melukainya kan?”
“tentu saja tidak kecuali sedikit”
“WHAT..”
“ya allah han santai sih teriak mulu dari tadi?”
“AKU MAU KE RUMAH MU SEKARANG”
__ADS_1
“tap.. tot tot” desi tertawa kecil saat tiba tiba hani memutus panggilan “jangan kemari aku sedang berduaan dengannya kalo kau ganggu aku sentil ginjal mu” itu lah isi pesan yang di kirim oleh desi ke hani “ahahaha, kalo dia kesini aku akan suruh dia masak lagi” kata desi lalu membaringkan tubuhnya di samping kara “I love you” selesai mengatakan itu desi langsung memeluk tubuh kara lalu mulai memasuki dunia mimpi.