
Hani kini berusaha menumpahkan semua perasaan yang ada dalam hatinya di sujud terakhirnya “ya allah aku mohon tolong lah aku berilah aku solusi dari masalah yang sedang aku hadapi karena kalau bukan engkau kemana lagi aku harus mengadu dan meminta pertolongan, ya allah tolong kabulkan lah doaku. Aamiin”
ya itulah doa hani yang hatinya panjatkan sungguh hani pun ingin segera menyelesaikan masalah yang membelenggunya “ternyata kau disini?” hani tentu tersentak mendengar suara joxi sehingga kepalanya menoleh kesamping “ya apa yang kau lalukan?” kata hani kesal karena pria muda ini terus saja menemukan dirinya.
“aku juga habis solat! Hmm ayuk ke toko perhiasan?”
“kau memang sudah gila!” hani hendak melangkah kan kakinya namun berhenti saat melirik wajah joxi yang sudah pucat pasi “dari pada ke toko perhiasan, ayo aku antar kau ke rumah sakit aku takut kau mati nanti di kira aku yang membunuh mu!” entah sebenarnya apa yang ada di pikiran joxi sehingga pria muda itu langsung sumringah dan menganggukan kepalanya “iya udah deh kita ke rumah sakit aja” akhirnya joxi dan hani pun pergi ke rumah sakit dekat kampus menggunakan mobil hani.
“dia molor lagi?” guma hani saat matanya yang ramah menatap sekilas wajah joxi yang tampan itu “drrt drtt..” tiba tiba ponsel hani bergetar sehingga tangan kirinya mengambilnya di tas “ayah..” hani pun segera mengankat telepon itu tanpa pikir panjang “halo ada apa ayah?” Tanya hani lirih sambil matanya terus focus menatap jalanan.
“sayang sekarang kau dimana?”
__ADS_1
“aku lagi mau kerumah sakit yah nganter joxi dia gak tahu mengapa jadi ***** dan tubuhnya panas?”
“kau sedang sama joxi, ah kalau gitu nanti kita bicara di rumah saja?”
“hmm baik lah ayah” hani pun langsung memutus panggilannya “sebenarnya apa yang mau ayah katakan?” hani penasaran namun dirinya langsung mengalihkan perhatiannya karena kini sudah sampai ke rumah sakit “Eee..” hani bingung dirinya ingin membangunkan joxi namun tidur pria muda itu tampak pulas sekali “ais apa yang aku lakukan sih?” maki hani pada dirinya sendiri karena sudah salah tingkah tiba tiba tangannya pun menepuk pelan bahu joxi “bangun kita sudah sampai?” kata hani suaranya sedikit meninggi supaya pria muda itu segera membuka matanya.
“antar kan aku kerumah saja aku ngantuk banget..” mata yani langsung membelalak namun wajahnya langsung cemberut “pak pak pak..” mata joxi langsung terbuka lebar saat tangan hani menepuk pipinya dengan keras “nah akhirnya kau membuka mata, ayo keluar!” hani hendak melepas sabuk Pengaman tiba tiba tangan joxi yang kekar langsung menahan tangannya sehingga kepala hani pun menoleh kearah wajah joxi.
“Cup..” Mata hani langsung membelalak saat bibirnya yang mungil tidak sengaja mencium bibir seksi joxi “Aaa..” teriak hati hani sehingga tangannya pun reflek langsung mendorong pundak joxi lalu tangan kanannya menampar pipi pria muda itu dengan keras “Plaakk..” joxi yang mendapatkan tamparan itu langsung melongo karena seolah tidak merasakan apapun akibat sangat senangnya dirinya tadi mendapat ciuman gratis “KELUAR DARI MOBIL KU SEKARANG” teriak hani dengan suara 5 oktaf yang membuat telinga joxi menderita.
“iya iya hani aku keluar sabar..”
__ADS_1
“BURUAAN” joxi pun langsung keluar dari mobil hani “Bremm..” hani pun langsung menancap gas sehingga mobil itu melaju kencang meninggalkan joxi yang masih bahagia itu “ya allah semoga setelah ini aku bisa segera menghalalkan nya biar aku gak berdosa saat berciuman nanti” joxi tahu dirinya telah berbuat dosa namun hatinya bahagia sungguh aneh karena perasaan itu muncul saat joxi dan hani bersama dan akal sehatnya telah kalah dengan napsu nya yang tinggi.
“lah.. iya, tasku?” joxi langsung menepuk keningnya karena begitu gembiranya dirinya sampai lupa mengambil tas ranselnya “ais bodo lah yang penting hari ini bisa ciuman..” mungkin saja joxi benar jika sudah bahagia tidak akan membutuhkan ponsel dan uang dan kini kakinya pun melangkah tanpa tujuan.
“tin tin tin..” tiba tiba sebuah mobil mewah berwarna pink berhenti “butuh tumpangan tuan muda?” kata supir mobil itu yang ternyata seorang wanit cantik “mbak vivi” joxi pun langsung masuk kedalam mobil itu.
“iya aku lupa mbak kalo kamu kerja di rumah sakit itu? Hehehe bisa tolong anter aku ke rumah paman handa? Tadi itu aku mau berobat kerumah sakit tapi sebenarnya aku Cuma butuh tidur dan karena ada kejadian so sweet jadi gadis ku meninggalkan aku!”
kakak perempuannya itu langsung tersenyum “aku dengar kau sudah bucin banget sama dia jadi kapan kau melamarnya?” joxi langsung lesu mendengar pertanyaan kakaknya itu “aku ini gak seberuntung kak joko yang nembak langsung kau terima mbak, aku udah di tolaknya berkali kali tapi aku gak mau nyerah..” mendengar itu vivi langsung tertawa kecil lalu matanya melirik wajah adiknya yang tampak pucat.
“bukannya kalo gitu tambah seru ya? Jadi ada tantangannya?” joxi langsung cemberut “embak kira lomba panjat tebing pake ada tantangannya ini masalah hati mbak huhuhu kalo gak berhasil nanti aku kena heart attack..” protes joxi yang membuat vivi kembali tertawa “hahaha.. baik baik dek, tetap semangat aku mendukungmu!” joxi langsung tersenyum bahagian sehingga vivi pun menambah kecepatan mobilnya supaya bisa segera sampai ke tujuan.
__ADS_1
“ais kenapa tadi kepala ku nengok..” gerutu hani dirinya uring uringan di dalam mobil yang di kemudikan “pasti itu bocah bakal nambah ninggi pdnya dekati aku” hani merasa sudah masuk perangkap jebakan joxi padahal pria muda itu juga tidak menyangka kejadian ini akan terjadi dan walau pun hanya beberapa detik joxi menikmati moment indah itu sedang hani gadis cantik ini kini tampak menyesal.
“ya allah maafkan aku” kata hani karena mau tidak mau dirinya lah yang mencium pria itu sehingga hani merasa bersalah dan kini mobil hani pun melaju lebih kencang karena dirinya ingin segera sampai rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya yang begitu lelah ini.