Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Ngenes


__ADS_3

Kini hani sudah selesai mengajar tiba tiba suaminya menghampirinya “nanti makan bareng di kantin yuk?” hani langsung menghela napas panjang lalu matanya menatap wajah joxi yang berseri seri “baik lah..” joxi langsung tersenyum bahagia.


“terima..” hani langsung menghindar saat suaminya itu hendak memeluknya “ini di kampus bukan rumah jaga lah sikap mu!” selesai mengatakan itu hani langsung melangkah kan kakinya meninggalkan joxi yang tampak kecewa “ahahaha..” suara tawa teman temannya tampak renyah saat melihat joxi tampak kesal kepada mereka berenam “ngenes banget sih jox, hmm dia terlihat gak romantic terlalu formal ahahaha” kata ardi yang di iyakan semua temannya.


“dia itu tahu tempat makanya gak sembarangan mengumbar kemesraan!”


“ah iya jox, namanya juga istri pasti di belain hahaha..”


“aku serius rey!” semua temannya seketika langsung berhenti tertawa saat joxi tampak marah “oke oke kami berhenti bercanda nih, iya sudah ayo kita pergi ke beskem yuk?” ajak diki yang membuat semua temannya menganggukan kepalanya sehingga anggota bad boy itu langsung pergi ke beskem UKM karate karena joxi akan berlatih untuk tanding di turnamen antar mahasiswa se universitas Bandar lampung.


“ceklek..” mata semua anggota bad boy langsung membelalak saat mereka masuk ke ruang itu karena terlihat sosok dua dosen yang amat di takutinya “loh ibu desi dan ibu kara kenapa di sini?” Tanya joxi memberanikan diri sehingga desi langsung tersenyum lalu matanya menatap tajam mata leader geng bad boy itu “aku yang akan menjadi pelatihmu” kalimat yang di ucapkan mulut desi bagai bom atom yang meledak di telinga ketuju pria muda itu sehingga membuat mereka tersentak kaget “haaa..” desi dan kara langsung tertawa melihat ekspresi lucu para pria yang sedang terkejut itu.


“sudah jangan banyak Tanya, cepat ganti baju aku akan menunggu kalian 5 menit kalo belum selesai berarti kalian harus push up 1000x!”

__ADS_1


“ibu mana bisa begitu?” protes ardi yang membuat tangan desi memencet tombol timer di jam tangannya “waktu di mulai dari sekarang!” seketika ketuju pria itu langsung berlari menuju ruang ganti sehingga desi tertawa puas “kau memang nakal ya des?” kata kara namun tidak di gubris oleh sahabatnya itu karena desi sedang gembira menjaili anggota bad boy “biar kan saja kar sesekali mereka harus kena bugeman tangan ku ini” kara hanya memutar bola matanya saat desi mulai bertindak semaunya tiba tiba ketuju pria itu pun sudah kembali berbaris di depan desi sedang kara duduk di bangku penonton.


“oke mari kita pemanasan dulu!” desi langsung memimpin pemanasan dengan keliling lebar matras dan melakukan gerakan statis dinamis baru mereka bertuju berlatih pukulan dan tendangan dan selama 1 jam akhirnya pemanasan selesai dan ini adalah waktu yang di tunggu tunggu desi yaitu bergilir menghajar para anggota bad boy.


“oke karena kalian udah pemanasan jadi sekarang waktunya tanding dengan ku kalian boleh melawan ku tiga sekaligus tapi untuk leader kalian aku ingin dia sendirian karena aku ingin lihat seberapa kuat dirinya?” baik joxi mau pun teman temannya tampak bergidik ketakutan saat mendengar perkataan dosen penjas itu.


“atau kalian bisa langsung bertuju juga gak apa lah!”


“Deg..” perkataan ardi barusan bagai tombak yang menusuk jantung teman temannya sehingga terasa sakit “ardi bego ngapa ngomong gitu kau cari mati?” bisik joxi yang sebenarnya juga di dengar terlinga desi sehingga gadis jangkung itu tersenyum sadis “baik lah majulah biar aku sentil bibirmu sampai hancur” tatapan mata desi bagai tatapan mata elang sangat tajam dan focus seolah ardi adalah mangsanya yang harus segera di cabik cabik tubuhnya “baik bu..” walau pun tubuh ardi gemetar namun dirinya tetap memberanikan diri.


“hiaa.. buakk, brukk!” tiba tiba ardi langsung terduduk di matras saat dengan cepat tinjuan tangan desi melesat kencang di perutnya “hok hok hook..” ardi langsung terbatuk batuk karena rasanya isi perutnya hancur sehingga rey langsung berdiri dan membantu ardi “hiaa bruakkk..” tubuh rey langsung terpental jauh saat kaki desi menendang perutnya “ibu ibu sudah cukup, kau melawan ku saja? Tapi berhenti menyakiti teman temanku?” pinta joxi dengan wajah yang memelas sehingga desi tersenyum lebar.


“baik kemarilah..” joxi langsung berdiri lalu melangkah kan kakinya dan kini joxi sudah menghadap kearah desi berdiri “serang aku dengan kekuatan penuh” pinta desi sehingga joxi menganggukan kepalanya “hiaa.. buk buak buk buak buk buk buk buak..” baik tinjuan mau pun tendangan yang di lakukan oleh joxi semua gerakan itu benar benar tidak berarti apa apa bagi desi bahkan tubuhnya dengan mudah menghindari serangan itu.

__ADS_1


“huh huh huh..” joxi napasnya mulai berat bahkan keringatnya bercucuran berjatuhan di matras “kau punya tenaga yang besar tapi sayang kau tak pintar jox, biar aku tunjukan titik fital tubuh manusia.. wos buk buak bruakkk..” desi tiba tiba sudah di hadapan joxi lalu kakinya menendang atas paha pria muda itu, dan tangan kanannya langsung meninju wajah joxi lalu desi memutar tubuhnya dan menendang perut joxi hingga tubuhnya terpental.


“Akk…” joxi mendesis kesakitan sehingga membuat teman temannya panic termasuk kara yang langsung menghampiri desi “cukup desi..” kata kara penuh penekanan “minggir dari jalan ku, dia harus merasakan jadi a.. plakk” mata desi langsung membelalak saat tangan kara menampar pipinya “kau jangan bodoh!” selesai mengatakan itu kara langsung menarik lengan sahabatnya itu dan membawanya keluar dari ruang ukm itu.


“joxi kau gak apa apa?” Tanya aldi saat leadernya itu mulai bernapas dengan lancar “aku gak apa apa, tenang lah teman teman..” kata joxi lalu dirinya tersenyum ramah berusaha menenangkan para anggotanya yang tampak panic “dia itu jangan jangan bukan manusia karena kuat banget?” sahut rey yang merasakan perutnya masih sakit “kau benar rey, gila aku langsung biru nih perutnya di tinju dia..” kata ardi lalu membuka bajunya terlihat luka lebam kebiruan di perutnya.


“dia memang kuat karena itu kita harus hati hati”


“iya jox..” sahut teman temannya “kalo saja dia tadi menggunakan semua kekuatannya tidak mungkin aku masih hidup?” guma hati joxi saat dirinya menyadari desi sama sekali tidak mengeluarkan semua kemampuannya karena jika itu terjadi nyawa joxi bisa langsung melayang dari tubuhnya sekarang juga.


Kini kara sudah masuk kedalam ruang kerjanya bersama desi “kau hampir keceplosan tadi dan kau juga hampir membunuhnya! Bisakah kau menahan diri des?” kara tampak marah pada sahabatnya itu “maafkan aku..” desi menyesal sehingga suaranya lirih sambil menundukan kepalanya sehingga kara langsung duduk di sampingnya lalu tangannya memegang pipi sahabatnya itu sehingga mata mereka pun bertabrakan.


“sudah jangan minta maaf, yang penting jangan lakukan itu lagi kau gak ingin menambah beban hidup hani kan?” desi menggelengkan kepalanya sehingga kara tersenyum lalu memeluk tubuh sahabatnya “iya sudah jangan di pikir kan, dan maafkan aku tadi menampar mu” kata kara lirih sungguh dirinya juga merasa bersalah karena telah menyakiti sahabat terbaiknya itu namun terkadang desi tidak akan menggubris perkataan nya karena itu kara terkadang mengambil tindakan berlebihan untuk menghentikan desi yang seorang gadis psikopat kejam.

__ADS_1


__ADS_2