Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Bagaimana?


__ADS_3

Joxi termenung di tempat tidurnya hatinya mengatakan jangan menunda namun dirinya menahan diri untuk tidak kerumah hani “ceklek..” pintu tiba tiba terbuka membuat mata joxi menatap seorang yang kini sudah berjalan menghampirinya “ada apa kau memanggilku?” Tanya kakaknya yang baru pulang kerja “aku mau ngomong sesuatu sama kamu? Tentang cais ku?” kening kakaknya langsung mengkerut pertanda tidak mengerti maksud dari perkataan adiknya itu.


“cais…”


“calon istri ku kak joko, is kudet banget jadi orang!” kata joxi kesal karena kakaknya itu tidak tahu bahasa singkatan gaul anak muda “oh tentang hani?” joxi langsung menganggukan kepalanya sehingga kakaknya itu tersenyum tipis lalu matanya yang indah menatap wajah adiknya yang tampak gelisah itu “tanya lah aku akan jawab sebisaku?” selesai mengatakan itu joko langsung duduk di samping adiknya yang masih terbaring.


“apa yang kau ketahui tentang nya kak?” joko tidak langsung menjawab pertanyaan adiknya yang baginya sangat mudah namun hatinya tidak ingin mengungkapkan semuanya “sebelum aku jawab, apa kah kau benar benar mencintai hani jox?” joko bisa melihat betapa rasa kesal itu tergambar jelas di raut wajah adiknya yang tampan sehingga bibirnya tersenyum manis.


“aku mencintainya, karena itu aku ingin tahu tentang nya?”


“hani itu Cuma gadis biasa jox. Tapi otaknya genius seperti kita dan punya banyak keahlian salah satunya adalah memasak dan caranya bermain piano akan membuat mu terbawa dalam nikmatnya mendengarkan lantunan melody yang indah..”


“selain itu?”


“tidak ada, bagi ku dia adalah teman yang baik yang sanggup menempatkan posisinya dengan baik!”

__ADS_1


“Hmm baik lah kak, satu lagi tapi jawab lah dengan jujur. Apa kah aku pantas jadi suaminya?”


“Deg..” jantung joko terasa terhentak hebat saat mendengar pertanyaan adiknya yang baginya seperti bom yang meledak di tubuhnya sedang joxi yang melihat ekspresi kakaknya tiba tiba berubah langsung duduk “kakak ada apa? Apa kau meragukan ku, aku benar benar mencintainya dan aku berharap allah menjodohkan ku kepadanya!” mendengar itu joko langsung menatap lekat wajah adiknya itu dan dari sorot mata joxi yang begitu cerah membuatnya berani mempercayai adiknya itu namun apakah joko bisa mengatakan kesalahannya di masa lalu rasanya itu hanya akan membunuh semangat adiknya untuk berubah menjadi lebih baik.


“aku percaya joxi, namun aku ingin katakan hal yang amat penting berjanjilah padaku saat kau sudah menjadi suaminya jangan pernah menyakiti hani?”


“aiss kakak tanpa kau suruh pun aku akan melakukannya karena aku gak mau melihatnya sedih dan soal menjaganya kau tenang saja aku sangat kuat!” joko langsung tersenyum melihat begitu seriusnya adiknya itu meyakinkan dirinya “ya sudah kalo kau merasa begitu kakak Cuma bisa mendukungmu jox, semangat ya?” joxi langsung tersenyum bahagia saat kakaknya itu mengatakan hal yang indah sambil tangannya mengusap rambutnya.


“ya sudah aku pulang ya?”


“siap..” joko pun langsung keluar dari kamar adiknya itu dan bergegas pulang kerumahnya setelah berpamitan dengan ayahnya. “hmm kalo gitu aku akan menemui nya untuk menyatakan perasaan ku dan bertanya tentang perasaannya kepadaku?” ya itu lah kalimat yang di ucapkan hati joxi sehingga membuatnya bersemangat 45 dan selesai melaksanakan solat isya joxi pun mengerjakan tugas kuliahnya lalu tidur.


Hani memperhatikan pil yang ada di tangannya, sungguh hatinya bimbang apakah harus menelannya atau membiarkan insomnia ini terus ada “drtt drtt..” tiba tiba ponselnya bergetar membuatnya meletakan pil itu kewadahnya dan tangannya langsung mengambil ponselnya yang tergletak di meja “halo des? Gimana keadaan kara?” Tanya hani saat sahabatnya itulah yang meneleponya tengah malam gini.


“buka kan pintu aku ada di depan rumah mu nih?”

__ADS_1


“eh.. oke oke sabar?” hani langsung berlari keluar dari kamarnya dan segera membukakan pintu rumahnya dan benar saja desi berdiri di hadapannya sambil menggendong tubuh kara di punggungnya “ayo masuk..” ajak hani yang membuat sahabatnya itu ikut masuk kedalam rumah “jangan berisik ya ayah ku sudah tidur dari tadi?” kata hani pelan yang membuat desi menganggukan kepalanya dan kini mereka pun berjalan menuju kamar hani.


“bukk..” desi langsung membaringkan tubuh kara yang bau alcohol itu sedang hani yang sudah selesai menutup pintu langsung menghampiri desi yang duduk di samping kara “dia kenapa bisa teller gitu?” Tanya hani saat memperhatikan wajah kara yang pucaat “dia lagi stress” jawab desi singkat yang membuat hani menatap wajahnya yang selalu berekspresi datar namun sorot matanya selalu tajam “apa ada masalah?” Tanya hani hati hati yang membuat kepala desi mengangguk.


“ayah dan ibunya menetap di singapur seperti orang tua ku dan dia gak mau ikut karena lebih memilih ku padahal aku tahu dia butuh orang tuanya seperti halnya aku tapi kedua orang tua kami sama sama bego jadi meninggalkan kami berdua di sini”


“ah begitu” itu lah respon hani yang berhasil membuat mata desi menatap wajahnya yang tampak pucat “kau kenapa belum tidur han?” hani tidak menjawab pertanyaan desi tetapi kepalanya langsung bersandar di bahu sahabatnya itu “aku pun lagi stress des, aku bahkan sudah membeli obat tidur tadi saat kalian pulang duluan” kini giliran desi yang terdiam sungguh dirinya juga bingung harus berbicara apa lagi pada hani dan bagaimana cara menjawab pertanyaan yang begit banyak di benaknya jika melihat kondisi hani pun tidak baik baik saja.


“kalo gitu mainkan lagu déjà vu han?” kepala hani langsung terangkat lalu matanya yang ramah menatap wajah desi yang tampak segar “ah baik lah padahal lagu itu sudah dari tahu 2019 lalu tapi kau masih saja menyukainya?” desi hanya merespon dengan senyuman manis sehingga hani langsung melangkah menuju pianonya dan selesai duduk jemarinya mulai bermain ria di not balok berwarna putih dan hitam itu.


“kenapa berhenti..” mata desi membelalak saat baru menyadari sesuatu sehingga dirinya langsung berlari menghampiri hani yang masih duduk menghadap piano itu “hiks hiks..” desi langsung memeluk tubuh hani dari belakang saat mendengar isakan tangis sahabatnya itu “hani tenang lah aku disini” kata desi lirih sungguh dirinya tidak tahu bagaimana perasaan hani sesungguhnya namun saat melihat sahabatnya itu terisak hebat hingga tubuhnya gemetar membuat desi bisa merasakan bahwa hani sedang mengalami penderitaan.


“han maafkan aku ya.. Bukk..” mata hani langsung membelalak saat tangan desi tiba tiba memukul tubuhnya hingga membuatnya kehilangan kesadaran dan kini desi langsung membopong tubuh hani lalu dibaringkan ke samping tubuh kara “haa kalian berdua kenapa harus menderita sih? Rasanya aku ingin membunuh mereka semua” kata desi kesal karena kedua sahabatnya sedang mengalami masa masa kelam yang penuh penderitaan.


“tapi tentang masalah yang menyangkut cowok brengsek itu aku harus segera bertindak” desi paham kara sedih bukan karena di tinggalkan kedua orang tuanya namun memikirkan hani sedang hani sendiri tahu hatinya tidak bisa menggantikan posisi atez pria malang yang meninggalkannya itu oleh siapa pun bahkan dengan joxi sosok pria muda yang begitu tampan dan memiliki mata indah.

__ADS_1


“aku juga jadi kena insomnia kan?” gerutu desi kesal karena sudah pukul 00:00 dini hari matanya masih saja mau melek dan tubuhnya segar sehingga saat matanya menatap sebotol pil desi langsung mengambil beberapa “semoga aku langsung tidur! Glug glug glug..” desi langsung menelan pil itu bersama air yang di teguknya setelah meletakan gelas di atas meja desi pun langsung membaringkan tubuhnya di samping hani dan dalam waktu 5 menit desi pun sudah memasuki dunia mimpi.


__ADS_2