
“tot tot tot..” suara alaram jam beker berbunyi membuat joxi membuka matanya perlahan “huaa Aah..” joxi hendak meregangkan tubuhnya tiba tiba punggungnya terasa nyeri “ais sepertinya punggungku terkilir?” kata joxi saat teringat kejadian tadi malam “solat jox solat..” joxi pun memaksakan diri supaya bangun dari tempat tidurnya dan segera mengambil wudu di kamar mandi lalu joxi pun langsung beribadah kepada tuhannya.
Kini joxi pun sudah siap berangkat kekampus namun sebelum itu dirinya kedapur untuk sarapan bersama ayahnya “ayah gimana tidurnya nyenyak?” Tanya joxi sambil mengambil lauk pauk “ayah tidurnya nyenyak terus dong. Eh joxi jadi kapan kita pergi kerumah hani?” tiba tiba ayahnya memberikan pertanyaan yang membuat joxi tersentak kaget sampai dirinya tersedak.
“hok hok hookk..”
“minum minum nih..” joxi langsung mengambil gelar berisi air lalu meneguknya sampai tetesan terakhir “ayah maunya aku secepatnya?” kata joxi saat dirinya sudah selesai minum “kau yakin?” Tanya ayahnya tampak serius yang membuat kepala joxi mengangguk mantap “baik lah.. kau harus siapkan cincin yang bagus untuk maharnya dan ayah akan buat janji sama paman handa” joxi langsung sungringah bahkan matanya pun langsung berbinar “ayah memang terbaik terimakasih banyak” selesai mengatakan itu joxi langsung memeluk ayahnya “iya apa sih yang gak buat anak ayah yang ganteng ini?” goda ayahnya yang membuat joxi tertawa kecil.
“ayah bisa saja, iya sudah aku berangkat ya? Assalamualaikum…”
“waalaikum salam, hati hati” joxi pun berangkat kekampus dengan hati yang gembira bahkan bibirnya tidak berhenti tersenyum saat perkataan ayahnya kembali tergiang di kepalanya “weh leader kita tumben banget sumringah gitu?” Tanya ardi saat joxi sudah duduk di tengah tengah mereka “apa kalian tahu toko perhiasa paling bagus di kota ini?” mendengar pertanyaan dari joxi sontak membuat teman temannya langsung melongo.
“kau ngapa nanya begituan jox seperti mau nikah saja?”
“rey aku memang mau nikah minggu ini”
__ADS_1
“Haaa” semua teman temannya langsung terkaget bersamaan “ta tapi menikah kan sacral jox gak bisa di buat mainan?” Tanya ardi yang langsung di iyakan teman temannya “kau kira aku gak serius? Hais guys aku ini benar benar mencintai bu hani dan aku ingin segera menikahinya” mendengar itu para anggota bad boy langsung saling menatap lalu kembali menatap wajah leadernya yang tampak ceria itu.
“kalo itu yang kau ingin kan kami iyakan saja lah”
“setuju sama rey..” kata yang lainnya bersamaan sehingga joxi tersenyum bahagia melihat teman temannya merestuinya “hmm baik lah, kalo kalian memang ingin tetap jadi teman ku dan di undang ke pernikahan ku nanti kalian harus janji supaya tidak mengulangi kebiasaan buruk kalian?” untuk permintaan joxi kali ini membuat teman temannya merasa sangat keberatan karena mereka menyadari betapa sulitnya lepas dari rantai maksiat yang dulu pernah menjadi kebiasaan.
“jox bukannya kami gak mau janji tapi kau kan tahu sendiri gimana nakalnya kami, itulah alasan nama geng kita bad boy kan?”
“setuju sama diki, jadi kami minta waktu ya karena rasa candu terhadap maksiat sama besarnya seperti candu terhadap narkoba!” kini giliran aldi yang berbicara membuat joxi selaku leader langsung menganggukan kepala “baik lah, tapi guys kita gak boleh berhenti ikut pengajian supaya tambah kuat imannya?” kata joxi yang langsung mendapat anggukan kepala anggotannya itu “kalo itu pasti jox” sahut teman temannya bersamaan dan mereka pun akhirnya masuk kelas karena dosen yang mereka tunggu sudah terlihat berjalan menuju kelas.
“ah begitu in? tapi kalau besok aku rasa terlalu cepat, aku bicara kepada hani dulu bagaimana?”
“baik lah handa nanti jika kau sudah berbicara tolong segera kabari aku, karena sepertinya anakku sudah tidak sabar ingin menikahi anakmu?”
“siap indra kau tenang saja, iya sudah aku matikan ya?”
__ADS_1
“oke handa.. tot tot tot” tuan handa langsung termenung sungguh dirinya merasa tidak nyaman karena seolah memburu buru anaknya untuk segera mengakhiri masa lajangnya “hmm hani semua keputusan ada padamu sayang, ayah hanya ingin yang terbaik untuk mu” kata hati tuan handa saat memikirkan anak perempuannya yang begitu cantik itu dan tuan handa pun kembali berkerja.
Hani senang karena hari ini dirinya bisa masuk kerja siang dan tidak memiliki jadwal mengajar di kelas anggota geng bad boy “ceklek..” hani langsung tersentak kaget saat dirinya membuka pintu ruang kerjanya di dapati sosok joxi di dalamnya “apa yang kau lakukan di sini?” Tanya hani saat sudah menutup pintu lalu menghampiri joxi yang sedang duduk di sofa “minggu depan kita akan menikah?” tentu hani tersentak mendengar perkataan joxi yang sangat menyebalkan baginya “bukan kan aku bilang butuh waktu untuk mencintai mu kenapa kau gak sabaran lah?” joxi langsung tertawa kecil lalu matanya yang indah menatap wajah hani yang tampak kesal dengan hangat.
“kau akan belajar mencintaiku saat kita sudah menikah? Hmm..” tiba tiba joxi langsung berdiri lalu kakinya melangkah mendekati tubuh hani “jadi sekarang aku Tanya dan kau harus jawab jujur, maukah kau menikah dengan ku?” entah apa yang ada di pikiran hani saat mendengar pertanyaan joxi sehingga kaki gadis itu melangkah mundur menjauhi tubuh joxi yang kekar “brukk” joxi pun mengejarnya sehingga tubuh hani membentur rak buku dan kini kedua tangan joxi menempel ke rak buku itu yang membuat hani terkunci pergerakan tubuhnya.
“kenapa kau menghindari ku?”
“ak aku sudah bilang kan butuh waktu..” kata hani lirih saat kepala joxi menunduk sehingga hampir berhadapan dengan wajahnya yang sudah pucat “apa kau benar benar gak melihat perjuangan ku? Bagaimana aku melakuan semua ini supaya allah bisa mempermudah ku untuk mendapatkan mu..” joxi hatinya teriris sungguh kenapa begitu sulit untuk hani mengatakan cinta atau perasaan sesungguhnya kepadanya “maaf” itulah kalimat yang bisa di ucapkan oleh mulut hani yang mungil sehingga membuat joxi tersenyum ketir dan kakinya langsung melangkah mundur menjauhi tubuh gadis yang sudah hampir mati berdiri itu akibat banyak pertanyaan sulit yang di ajukan olehnya.
“jadi kau tidak ingin menikah dengan ku?”
“bu bukan seperti itu..” joxi langsung menggelengkan kepalanya sehingga hani berhenti berbicara “pada dasar aku hanya mencintai mu.. baik lah jika mau mu waktu aku akan berikan tapi jangan coba coba berpaling dari ku atau aku akan membunuh pria itu” selesai mengatakan itu joxi langsung keluar dari ruangan itu sedang hani merasakan hatinya baru saja di tusuk ribuan jarum yang membuatnya terasa sakit karena perkataan joxi barusan “kau kira.. kau dan kakak mu memang jahat!” kata hani lirih sungguh dirinya sangat benci perkataan joxi yang seolah membuatnya hanya boleh di miliki olehnya sendiri.
Sedang joxi yang kembali mendapat kenyataan pahit kembali termenung di mobil yang dirinya kendarai “apa benar karma itu ada? Apa ini karena dulu aku sering menzolimi para cewek sehingga hani masih saja menolak ku?” joxi menangis saat memikirkan pertanyaan itu yang terus terbersit di benaknya “ya allah maafkan aku..” joxi kini sadar bagaimana rasanya penderitaan dan sejak hatinya jatuh cinta kepada hani membuatnya merasakan luka untuk pertama kalinya dan itu membuatnya hampir mati rasa.
__ADS_1
“cekit” joxi sengaja berangkat duluan kemasjid karena dirinya tidak tahan dengan gejolak rasa yang ada di hatinya yang membuatnya sulit bernapas dengan lega dan dadanya terasa sesak, kini joxi sudah mengambil wudu lalu dirinya segera melaksanakan solat “ya allah aku mohon rasa ini sangat sakit karena itu maafkan lah aku dan ampuni lah dosa dosaku yang begitu banyak ini. Ya allah aku mohon terimalah tobatku..” kata hati joxi dalam sujud terkahirnya sungguh air matanya bercucuran membasahi sajadah yang menempel di kening dan hidungnya menandakan bahwa joxi bersungguh sungguh meminta pertolongan kepada tuhannya itu.