
“gimana udah ketemu?” Tanya ardi saat kembali berkumpul dengan kelima temannya di taman pusat kota “belum, aneh biasanya dia ada di barr atau tempat tempat hiburan malam tapi gak ada sosok joxi?” jawab rey yang membuat ardi mulai panic “gimana kalo kita kerumah desi minta bantuan dia?” saran diki yang mendapat anggukan kepala teman temannya sehingga mereka pun langsung masuk kedalam mobilnya masing masing “cekit” kini mobil ke enam pria muda itu sudah terparkir di halaman rumah desi.
“mereka kenapa kesini?” Tanya desi melihat layar computer yang menunjukan para anggota geng bad boy itu sedang berjalan menuju pintu rumahnya sehingga desi langsung keluar dari kamarnya dan segera berlari untuk membuka kan pintu “cengepp” desi langsung menatap heran wajah para pria itu “ada apa?” Tanya desi tanpa bosa basi “maaf mengganggu mu malam gini, tapi kami belum menemukan joxi?” desi langsung mengisaratkan dengan tangannya supaya keenam pria itu masuk kedalam rumahnya.
“tunggu di sini, aku akan coba lacak keberadaannya lewat ponselnya?” selesai mengatakan itu desi meninggalkan anggota bad boy di ruang tamu lalu dirinya kembali pergi kekamarnya “ah untung lah mereka gak bangun” kata hati desi merasa lega kedua sahabatnya itu masih terlelap di tempat tidur sehingga desi kembali mengotak atik komputernya untuk mencari keberadaan joxi.
“ternyata di hotel fool moon, dia ngapain di hotel.. Haah” desi langsung tersentak kaget lalu mengambil kunci mobil dan ponselnya dan dirinya segera berlari ke ruang tamu. .
“bagaimana?” Tanya ardi saat melihat desi sudah di hadapan mereka “ayo ikut aku ke hotel fool moon aku takut dia melakukan hal gila?” mendengar perkataan desi mereka berenam pun mengikuti gadis bermata tajam itu pergi “kalo kau berani melakukannya aku akan membunuh mu jox” kata hati desi sungguh dirinya sangat ketakutan sehingga mobil yang di kemudikan nya melaju sangat kencang.
“cekitt” 30 menit berlalu kini desi sudah sampai di hotel paling besar di kota ini dan desi pun mulai melangkah kan kakinya tanpa menunggu anggota geng bad boy yang tertinggal jauh karena desi mengemudikan mobilnya mencapai lebih dari 100 km perjam.
“tambah lagi..” pinta joxi padahal sudah lima botol bir dirinya habiskan isinya “tuan anda sudah mabuk?” kata pelayan itu namun joxi langsung menatap tajam matanya “berikan!” paksa joxi yang membuat pelayan itu memberikan satu gelas besar bir kepada joxi.
__ADS_1
“glug glug glug.. bruukk” tubuh joxi yang sudah teller itu langsung terjatuh di lantai “hiks hiks” joxi menangis karena sekeras apa pun dirinya memalingkan rasa sakit di hatinya itu tetap saja tidak hilang sungguh joxi kecewa dan juga menyesal secara bersamaan karena telah melakukan kesalahan besar yang merenggut kebahagiaan terbesar nya yaitu kesuburan nya yang membuat joxi kesulitan memiliki keturunan.
“tap tap tap” langkah kaki desi samar terdengar namun sebenarnya gadis itu sudah berdiri di samping joxi “dasar pria bodoh.. Buakk” karena desi kesal kakinya pun menendang dada joxi sampai joxi kehilangan kesadaran “sreekk” tangan desi langsung menarik kaki joxi sehingga tubuh pria muda itu langsung terseret .
“ya apa yang kau lakukan?” teriak ardi tidak terima leadernya itu di perlakukan sekasar itu “minggir, apa kau ingin aku membunuhnya?” mata desi sangat tajam menatap mata ardi sehingga pria di hadapannya itu langsung mematung karena aora desi benar benar kuat dan matanya itu berhasil membuat mentalnya down “srekk” pada akhirnya anggota geng bad boy membiarkan desi lewat sehingga desi langsung membuka bagais mobilnya dan memasukan tubuh joxi.
“brug” selesai menutupnya desi langsung mengemudikan mobilnya “breeem” lagi lagi desi mengemudikan mobilnya itu sangat kencang bahkan sampai membuatnya sempat kejar kejaran dengan polisi namun desi berhasil lolos dan kini desi sudah datang ketempat hiburan malam dimana dirinya sering bertarung dengan penantang .
“brukk” desi langsung menjatuhkan tubuh joxi dengan kasar ke lantai yang berdebu lalu kedua tangan joxi langsung di ikat oleh rantai dan desi segera mengambil air dengan ember di kamar mandi “woy bangun.. byurr” tentu joxi langsung terbangun saat desi menyiramkan air sedingin es kewajahnya “dimana ini?” Tanya joxi sunggun pandangan matanya masih samar dan kepalanya masih berdenyut sehingga desi kembali menyiramkan air itu lagi sampai joxi benar benar tersadar 100 %.
“desi” gadis di hadapannya itu langsung tersenyum saat mata joxi menatapnya “akhirnya kau bangun, aku hampir membunuh mu kalo kau masih mabuk tadi?” selesai mengatakan itu desi langsung melangkah kan kakinya menuju meja yang di atasnya terdapat berbagai alat penyiksa.
“kata orang cara menyembuhkan orang yang kecanduan alcohol adalah dengan mencambuknya?” kata desi yang membuat tubuh joxi gemetar hebat sungguh dirinya sangat ketakutan sekarang dan untuk kabur sangat mustahil karena kedua tangannya di ikat oleh rantai “tap tap tap” desi langsung melangkah kan kakinya kebelakang sehingga matanya bisa melihat punggung joxi yang bidang itu “ini akan sakit, aku akan mencambuk mu 40 kali kalo kau masih kuat aku akan menambahnya menjadi 80 kali dengan begitu semoga kau gak akan kecanduaan alcohol lagi?” joxi tidak merespon perkataan desi sehingga tangan desi mulai mencambuknya.
__ADS_1
“cletar”
“Ah.. sakit?”
“tahan bodoh, ini baru sekali ingat kesalahan mu tangisi itu dan pikirkan lah istrimu jangan jadi pria bodoh lagi” entah mengapa perkataan desi berhasil membuat joxi berusaha terus menahan rasa sakit di punggungnya itu “hani maafkan aku” itu lah kalimat yang di ucapkan mulut joxi sungguh dirinya menangis karena telah bersikap kegabah dan kini joxi harus menanggung luka di hati dan tubuhnya.
“cletaar.. bukk” cambukan ke 40 tubuh joxi langsung tersungkur di lantai sehingga desi meletakan cambuknya kembali ke meja dan kini kembali menghampiri joxi yang sudah sekarat itu karena punggungnya terasa perih dan nyeri bersamaan.
“semoga dengan begini kau bisa sembuh jox” kata desi sambil melepas rantai yang mengikat kedua tangan joxi “tenang kau gak akan mati aku akan membawa mu kerumah sakit” selesai mengatakan itu desi langsung membopong tubuh joxi dan kembali memasukan ke dalam mobilnya “bremm” mobil pun melaju sangat kencang.
“Aah..” joxi mendesis kesakitan sehingga desi melirik kearah kaca kecil di atas kepalanya “tahan lah sebentar lagi sampai” joxi mengangguk samar dan berusahan menahan rasa sakitnya yang semakin terasa sampai ke otaknya “terimakasih..” tiba tiba mulut joxi mengucapkan kalimat itu sehingga desi tersenyum tipis “lebih baik kau diam sudah sekarat juga masih cerewet” jika joxi sedang sehat dirinya akan tertawa kecil mendengar perkataan desi barusan namun kepala joxi hanya bisa mengangguk samar.
“cekitt” akhirnya mobil desi pun terparkir di halaman rumah sakit dan membawa tubuh joxi masuk kedalam “suster tolong ada orang sekarat?” joxi sebenarnya sangat kesal saat mendengar perkataan desi dan ingin menjitak kepalanya namun untuk menggerakan satu jarinya saja terasa sulit karena joxi benar benar tidak memiliki tenaga lagi dan kini joxi sudah di bawa keruang ugd sehingga desi menunggunya di dalam mobil.
__ADS_1