
Pagi telah datang kini sinar matahari masuk kedalam celah jendela yang tidak tertutup sempurna kordennya sehingga mata hani pun terbuka perlahan “good morning kucing cantik” kata desi sambil tersenyum yang membuat hani terduduk lalu meregangkan tubuhnya yang terasa kaku “huaah.. selamat pagi puppy galak” sahut hani yang membuat desi cemberut “apa an puppy galak?” protes desi tidak suka yang membuat hani tertawa kecil “hehehe dari pada puppy clumsy pilih mana?” sahut hani mengejek desi yang membuat sahabatnya itu ngambek.
“ahahaha ugh kenapa kau imut banget sih des?” sebenarnya desi memang sangat cantik dan imut hanya saja ekspresi wajah dingin dan jutek yang terpasang di wajahnya membuat kedua kesan itu hilang namun di saat desi bersama dengan orang orang yang di cintainya desi pun menunjukan sisinya yang lain yaitu kelembutan dan kehangatan cinta.
“ceklek” tiba tiba pintu di buka oleh kara lalu menunjukan palstik besar yang di bawanya “ayo sarapan aku belikan burger queen nih?” kata kara lalu berjalan menghampiri kedua sahabatnya itu “wah terimakasih loh” kata hani senang sehingga kara tersenyum lalu matanya melirik desi yang masih cemberut.
“kau kenapa lah?” Tanya kara yang membuat desi berbalik menatapnya “masa aku di bilang puppy galak?”
“oh gitu, ya mending lah dari pada puppy clumsy?” sahut kara yang membuat desi melongo sedang hani langsung tertawa renyah “ahahaha” sedang desi langsung mendorong pundak kara sehingga sahabatnya itu terbaring di tempat tidur dan desi langsung duduk di atas perutnya.
“aahahaha.. haha oke oke maaf ha ha..” kara menangis sambil tertawa saat desi menggelitiki tubuhnya “rasain tuh” kata desi lalu menyingkir dari atas tubuh kara sedang hani yang melihat kara menderita hanya menahan tawa “segitunya ya kau gak suka kata clumsy?” kata kara sambil dirinya duduk lalu mengambil burger di plastic “iya clumsy kan kikuk” sahut desi ketus sehingga kara dan hani tersenyum.
“iya deh maafkan kami, kau kan paling kuat, genius dan cantik” kini giliran hani yang berbicara sehingga kara tertawa kecil “ya kenapa kau ketawa?” Tanya desi kesal yang membuat kara langsung terdiam “udah udah focus makan nanti keselek kapok kalian” kata hati melerai yang membuat kedua sahabatnya itu terdiam dan focus pada makanannya.
Kini hani, desi dan kara sudah selesai mandi dan bersantai di ruang keluarga.
__ADS_1
“saranku sekarang kau kabari suami mu hand an bicara baik baik di sini?” kata desi sungguh masalah yang di hadapi hani harus segera di selesaikan sebelum menjadi lebih besar dan rumit “aku telepon suami mu ya suruh kesini?” sahut kara yang membuat kepala hani mengangguk samar sehingga kara langsung mengambil ponselnya yang tergletak di meja lalu menelepon joxi.
“halo kar gimana?”
“datang kerumah desi sekarang ada yang ingin di bicarakan istrimu?”
“aku sudah di depan pintu nih tolong buka kan?”
“eh begitu, oke desi otw..” mendengar itu desi langsung berlari menuju pintu masuk rumahnya sedang kara langsung memutus panggilannya “han tenang lah katakan baik baik kami gak akan nguping kok kami akan tunggu di luar atau di kamar?” kata kara menenangkan hani yang tampak gelisah “terimakasih” sahut hani lirih yang membuat kara memeluknya “semua akan baik baik saja tenang lah” itu lah kalimat yang di bisikan mulut kara ke telinga hani lalu kara melepas tubuh sahabatnya itu.
“sebenarnya ada apa?” Tanya joxi hati hati yang membuat hani tersenyum ketir lalu matanya yang ramah menatap wajah suaminya itu dengan kasih sayang “sebenarnya kemarin aku gak masuk ngajar karena aku ke rumah sakit?” kata hani yang membuat joxi sedikit kuatir namun di hatinya mulai penasaran dan ketakutan bersamaan.
“terus kenapa kau kerumah sakit?”
“aku mengecek kandungan..”
__ADS_1
“lah kenapa gka mengajak aku, aku kan ju..”
“joxi sekarang aku sedang mentruasi”
“DEG” jantung joxi terhentak hebat bahkan hampir lepas dari tubuhnya saat mendengar perkataan hani barusan sedang hani yang melihat suaminya tampak terkejut itu lalu memeluk tubuhnya dengan erat “kau pasti bercanda?” kata joxi lirih namun tidak ada jawaban dari hani yang sudah terlanjur meneteskan air matanya.
“tolong katakan kau bercanda hani?” Tanya joxi sambil kedua tangannya memegang pundak istrinya dan kini mata joxi bisa melihat air mata hani yang membanjiri pipinya itu “aku serius jox” sahut hani dengan suara parau yang membuat joxi tergulai lesu dan kepalanya langsung tertunduk, hatinya terasa sakit dan dadanya begitu sesak untuk bisa bernapas dengan lega.
“tes tes tes” joxi pun akhirnya ikut menangis sungguh kenyataan pahit ini berhasil menggoreskan luka yang amat dalam dan perih di dalam hatinya “saran ku ayo kita kerumah sakit cek kondisi tubuh mu mungkin saja masih ada jalan keluar kalo sudah tahu penyebabnya?” sahut desi sebenarnya kedua sahabat hani itu menguping pembicaraan sepasang kekasih itu.
“tapi bagaimana kalo aku beneran mandul?” tentu pertanyaa joxi membuat hati ketiga wanita muda ini terhentak hebat “ya jangan bicara sembarangan atau aku tinju mulutmu?” sahut desi kesal sungguh walaupun di hatinya membenci sosok joxi namun jika joxi berhasil membuat hani bahagia baik desi dan kara juga akan luluh hatinya karena itu mereka berdua bisa saja sangat kesal saat joxi menyerah.
“iya sudah jox ayo kita ke rumah sakit cek kesuburan mu?” kini giliran kara yang mengajak sehingga kepala joxi mengangguk samar “jangan kuatir semua akan baik baik saja yang penting usaha dulu hasil allah yang tentukan ayo pergi?” selesai mengatakan itu desi pun menarik lengan hani dan kara sedang joxi yang berjalan lambat itu terus mengikuti mereka bertiga dari belakang.
“ceklek” saat desi membuka pintu dirinya tersentak kaget karena melihat semua anggota geng bad bod berdiri di hadapannya “kebetulan ada kalian itu ajak leader kalian kerumah sakit” sebenarnya teman teman joxi kebingungan namun mereka mengikuti perintah desi dan mereka semua pun kerumah sakit menggunakan mobil kara dan joxi sedang anggota geng bad boy menaiki mobil rey.
__ADS_1