
Hani termenung di dalam kamar pikirannya kacau, tubuhnya melemas karena belum melahap apa pun sampai dengan malam ini entah mengapa hani enggan untuk melakukan apa pun bahwa mengisi perutnya yang lapar rasa napsu hilang dan semua terasa tidak nyaman baginya.
“drrrt dertt” tiba tiba ponsel hani bergetar sehingga membuatnya mengambil nya bibirnya langsung tersenyum saat melihat di layarnya panda buntal kesayangan meneleponnya “halo kara?” kata hani saat menerima panggilan “hai hai how are you?” Tanya kara santai yang membuat hani tersenyum.
“iam ok, aku lagi di kamar tahu”
“oh lagi berdua an ya?"
“tidak, aku lagi sendiri btw dimana desi?”
“apa? Aku lagi makan ramen kau udah makan belum?”
“desi rambutmu bisa keriting makan mie terus”
“biar lah yang penting heppy hahahah”
“dasar.. aku lagi gak napsu makan”
“lah kenapa?” Tanya desi dan kara bersamaan yang membuat hani terdiam sesaat.
“karena joxi sudah tahu tentang atez”
“HAaaa” telingan hani langsung berdengung mendengar teriakan kedua sahabatnya itu “woy santai ngapa aku bisa budek nanti” omel hani kembali mendekatkan ponselnya di telinga “eh eh maaf hani sayang habis kita shock, terus gimana sama joxi?” Tanya kara yang membuat hani membaringkan tubuhnya di tempat tidur lalu menutup matanya dengan lengan kirinya sedang tangan kanannya memegang ponsel.
__ADS_1
“setidaknya dia gak tahu tentang atez lebih jauh”
“ah syukurlah kalo gitu, aku kira joxi bakal tahu kalo kau masih mencintainya dan menganggap joxi ada lah dirinya?”
“tidak des, kalo dia tahu tentang hal yang itu mungkin besok aku sudah di talaknya bahkan langsung di ceraikan nya?”
“eh tapi bukannya itu bagus jadi kau gak perlu berpura pura lagi?”
“kau benar desi tapi bagaimana dengan ayah indra dan ayah handa lalu joxi dan joko pasti akan bertengkar hebat karena joko lah penyebab atez mati?”
“ah benar juga tapi syukurlah kalo dia Cuma tahu atez segitu aja, btw kau kemarin ke laut teluk ya?”
“iya kau dan kara di tanyakan oleh evan ternyata dia sudah jadi seorang cowok yang gagah tahu”
“ah begitu, habis kau gak ajak kami sih takut kalo nyusul nanti kena semprot kamu”
“tapi kau tetap saja terluka hani sayang” kini giliran kara yang berbicara sehingga membuat bibir hani tersenyum bahagia “tapi aku sudah merasa lebih baik kok jadi kara gak perlu kuatir ya?” kata hani “iya sudah makasih kalo kau memaafkan kami tapi jangan lupa makan atau perlu kami datang kesana?” Tanya kara yang membuat hani tertawa kecil.
“sudah gak usah iya nanti aku makan kok, sekarang kalian istirahat lah ya?”
“hmm padahal masih pingin ngobrol tapi ya sudah kalo gitu bye bye hani sayang sampai ketemu di kampus ya?”
“iya desi..”
__ADS_1
“tunggu jangan di matikan, pokoknya setelah ini harus makan atau aku marah nih”
“hahaha iya kara santai aku akan segera makan lalu tidur”
“oke assalamualaikum”
“waalikum salam” hani langsung mematikan ponselnya lalu segera bangkit dari tempat tidur dan segera melangkah kan kakinya sedang joxi yang menyadari itu langsung segera menyingkir dari balik pintu sehingga hani tidak menyadari suaminya itu telah mendengar semua pembicaraannya dengan kedua sahabatnya tadi.
Kini giliran joxi yang masuk kedalam kamar setelah memastikan hani pergi “bukk” tubuh joxi terjatuh di tempat tidur hatinya kembali meradang setelah tahu yang di sembunyikan oleh hani selama ini.
“jadi dia memang gak akan pernah bisa mencintaiku karena kekasihnya di bunuh oleh kak joko?” kata hati joxi sehingga joxi kembali terduduk “aku harus menemui kak joko besok dan aku harus meminta kejelasan kepadanya” ya itu lah rencana joxi sungguh dirinya benar benar kacau “ceklek” tiba tiba pintu di buka oleh seseorang sehingga joxi menatapnya “huh huh huh” napas hani berat saat menghampiri suaminya itu karena dirinya berlari dari dapur kemari.
“bibi bilang kau kekamar tadi jadi kau mendengar pembicaraanku dengan kara dan desi?” Tanya hani langsung pada pointnya sehingga joxi berdiri dan mendekati istrinya itu “kenapa mencintaimu begitu menyakitkan han?” mata hani langsung membelalak dan dirinya sudah bisa menebak joxi tahu sudah mendengar semuanya “kau yang memaksaku duluan” sahut hani lirih yang membuat joxi tersenyum ketir.
“Aaahh” joxi berteriak sedang hani hanya terdiam dengan hati yang sudah ketakutan bahkan tubuhnya gemetar “hani apa kau tahu betapa aku sangat menderita? Aku sudah mengubah diriku hanya untuk mu, aku berusaha memantaskan diri juga hanya untukmu, aku berusaha menjadi pria yang baik juga untuk mu sampai aku gak tahu siapa aku? Tapi kenapa.. kenapa seperti ini?” kata joxi yang membuat hani memberanikan diri untuk menatap wajah suaminya yang merah padam itu.
“lalu bagiamana dengan ku jox? Bukan kah aku memang dari awal bilang kalo aku gak mencintaimu tapi kau tetap memaksaku hingga semua ini menjadi semakin rumit?” hani tidak ingin di salahkan dalam sepihak karena pada dasarnya dirinya melakukan ini semua bukan karena keinginannya sendiri melaikan di paksa oleh keadaan.
“aku sangat kecewa kepadamu han” mata hani membelalak dan airmata yang sedari di tahannya akhirnya terjatuh juga saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut joxi, hatinya terasa sedang di sayat oleh pisau tajam sehingga rasa sakitnya begitu nyata.
“kau kecewa kepadaku? Lalu bagaimana dengan ku memang aku gak kecewa dengan mu tapi aku masih sabar menerimanya bahkan…”
“itu karena aku mencintaimu hani sedang kau tidak mencintaiku sehingga rasa ini begitu menyakitkan bagi hatiku sekarang aku tahu cinta dan perhatian yang selama ini kau berikan kepadaku semuanya palsu karena kau anggap aku adalah dia bukan lah diriku seutuhnya”
__ADS_1
hani terbungkam mulutnya mendengar perkataan joxi yang panjang lebar itu dan hani tidak bisa mengambarkan keadaan hatinya yang sudah hancur itu dengan kata kata yang di rasakannya kini hanya rasa sakit tidak berdarah namun mampu membunuh hingga membuatnya mati rasa.
“kita akan segera cerai, itu kan yang kau ingin kan selama ini?” hani baru saja mengangkat kepalanya namun joxi sudah melangkah kan kakinya “aku senang kau mengatakan hal itu, aku harap kau bisa temukan penggantiku jox dan semoga hubungan ayah kita nanti tetap baik dan kau tidak membenci kakak mu” itu lah kalimat yang ingin di ucapkan mulut hani namun tidak mampu karena hani takut hal itu bisa menyakiti suaminya lebih parah lagi sehingga hani mengucapkan dalam hatinya dan membiarkan joxi benar benar keluar dari kamar.