
Hani kini sudah merasa tenang sehingga kara berhenti memeluk tubuhnya “apa kau butuh sesuatu?” Tanya desi yang mendapat gelengan kepala hani “bisakah nanti malam aku menginap di rumah mu des?” tentu desi langsung menganggukkan kepalanya tanpa berpikir dan kara pun mendukungnya.
“terimakasih..” kata hani lirih yang membuat kedua sahabatnya merasa sedih “hani sayang kalo kau butuh pelarian kau bisa hubungi kami kapan pun?” desi sebenarnya tidak tahan melihat hani begitu menderita namun desi menahan diri karena takut sahabatnya yang paling kalem itu akan lebih menderita lagi.
“aku baik baik saja terimakasih desi”
“kau bilang its vine but I know your heart its hurt?”
“I a gree with you kar! Jangan memendam semuanya sendiri hani kau bisa bagi apa pun pada kami termasuk kesedihan mu karena itu lah gunanya sahabat?”
“weh tumben desi kalo ngomong benar kali ini?”
“wehe iya lah kar kan sekarang aku suka baca cerita ehehehe..”
“hmm yang penting jangan baca cerita 18+ aja?”
__ADS_1
“lah emang kenapa han?”
“kau belum cukup umur ahahaha..” hani tertawa lepas yang membuat kedua sahabatnya pun ikut tertawa bahagia “nah gitu dong hani sayang jangan murung terus wajah mu?” kata kara lalu hendak mencium pipi sahabatnya itu “ya jangan asal nyosor!” teriak desi sambil tangannya membungkam mulut kara.
“eleh ngomong aja kau cemburu kan des?” protes hani yang membuat desi tersentak lalu wajahnya langsung cemberut “aku gak suka kara main cium cium orang!” tentu perkataan datar desi berhasil membuat kara kesal sehingga tangannya menyingkirkan tangan sahabatnya itu dari mulutnya.
“kenapa bahasa mu itu ambigu banget sih des? Kau kira kita ini apa an!”
“kita adalah anak kembar beda sifat dan orang tua! Karena itu aku gak suka adik kembarku nakal?” kara dan hani langsung melongo mendengar perkataan desi barusan lalu mereka pun saling bertatapan “ahahaha..” kini giliran desi yang melongo melihat kedua sahabatnya tertawa renyah “desi desi kau memang posesif banget ya sama kara eh tapi kadang kara juga gitu deng hehehe jadi aku setuju kalo kalian itu anak kembar beda orang tua” kata hani lalu kembali tertawa yang membuat kara dan desi tersenyum canggung.
“iya kau memang seperti gpsnya kara!”
“tapi han dimana pun ada kamu di situ juga ada kami berdua?”
“eh..” hani langsung merasa kebingungan sedang kara dan desi tersenyum penuh makna “benar kata kara han, karena kami berdua adalah sahabatmu jadi kami juga gak akan meninggalkan mu apa lagi di keadaan sulit seperti ini? Jadi jangan terlalu sedih ya!” hani tersenyum tulus pada kedua sahabatnya itu karena selalu berhasil menghibur hatinya yang sedang sakit ini “kalian memang terbaik terimakasih banyak ya?” selesai mengatakan itu hani langsung memeluk kedua sahabatnya sehingga desi dan kara langsung melakukan tos dengan tangannya karena berhasil membuat hani merasa lebih baik.
__ADS_1
“jox kita ikut acara makrab gak?” Tanya ardi selesai melahap makananya hingga habis “hmm kita kan bukan maba lagi jadi gak usah ikut lah” joxi langsung terperanjat saat melihat ekspresi kekesalan wajah teman temannya mendengar perkataannya tadi “mentang mentang udah nikah langsung mageran! Ikut aja sih kan acaranya di lampung barat tempatnya dingin dan punya banyak hutan dataran tinggi yang indah sekalian sama ajak istrimu refresing di sana?” ajak rey yang membuat joxi termenung memikirkan perkataannya.
“lagi pula kapan lagi kita ikut acara makrab tahun depan sudah kkn dan setelah itu nyusun sekripsi?”
“nah setuju nih sama diki aku!” kini giliran aldi yang berbicara sehingga mendapat acungan jempol riki dan riko “kalo gitu baik lah kita ikut saja deh!” sahut joxi yang membuat keenam temannya langsung sumringah.
“nah gitu dong! Acara tinggal 3 hari lagi jangan lupa siapkan alat kemping kalian guys?”
“siap ardi..” kata keenam temannya yang membuat ardi tersenyum bahagia dan mereka pun kembali kekelas selesai membayar makanan yang di pesan lagi dan setelah mengikuti perkuliahan joxi pun hendak menemui istrinya tenyata hani sudah menunggunya di depan kelas.
“mau jalan jalan gak?” Tanya joxi bersemangat “maafkan aku, tapi boleh kah malam ini aku menginap di rumah desi?” seketika senyuman joxi langsung luntur namun kepalanya segera mengangguk “ah terimakasih banyak!” hani hendak melangkah kan kakinya namun tangan joxi segera mendekap tubuhnya.
“tapi jangan sering sering ya? Nanti aku sedih!” selesai membisikan kalimat itu ke telingan istrinya joxi membiarkan hani pergi “karena kalo kau sering nginap tiap malam aku gak akan bisa mencium dan memeluk mu lagi?” kata hati joxi sungguh tubuh istrinya bagai narkoba untuk dirinya sehingga membuat joxi kecanduan dan hasratnya untuk melakukannya secepatnya semakin besar terlebih joxi tahu hani juga tidak pernah nolak jika tangannya mulai nakal menyentuh tubuh kurusnya.
“tapi apa kau benar benar mencintaiku?” entah bagaimana bisa kalimat itu terbersit dalam otak joxi saat dirinya menyadari hani selalu memanggil nama aslinya dan tidak pernah terucap di mulut istrinya itu kata sayang atau cinta untuknya.
__ADS_1
“tapi jika pun tidak sekarang aku harap perlahan kau akan berubah sayang karena aku benar benar ingin juga merasakan cintamu” joxi tahu selama menikah dirinya masih merasa takut karena belum merasakan kehangat cinta istrinya terhadapnya namun joxi tetap selalu berharap hani bisa memberikan cinta itu kepadanya sehingga dengan begitu joxi bisa bertahan bersama hani dalam menghadapi ujian kehidupan rumah tangga yang bisa terjadi kapan saja.