
Pagi ini begitu cerah sinar matahari Nampak ramah menyapa joxi yang sedang berjalan menuju kelasnya “assalamualaikum..” joxi memberi salam kepada teman temannya “waalaikum salam” jawab anggota geng bad boy serempak lalu joxi pun duduk di kursi dekat ardi “semalam kalian jadi nongkrong di barr?” Tanya joxi serius “gak jox, kami ikut pengajian..” mata joxi langsung berbinar saat mendengar jawaban dari pertanyaannya.
“serius di?”
“iya jox, kami semua memang mau ke barr eh malah ketemu pak adi lagi sibuk bawa nasi kotak pake motornya jadi kami bantu deh”
“wah masya allah, aku jadi seneng gini lain kali ajak aku lah guys..”
“gak mau orang yang udah bucin sama cewek susah fokusnya!” sahut rey yang mendapat anggukan kepala temannya sehingga joxi cemberut “kalian sebenarnya seneng gak sih aku mau nikah?” Tanya joxi mulai pundung karena dari kemarin teman temannya sangat menjengkelkan baginya “menurut mu?” Tanya ardi sambil menahan mulutnya supaya tidak tertawa begitupun dengan para anggota bad boy yang lain “ais kalian jahat, udah lah..” joxi hendak berdiri namun langsung di tahan oleh rey dan ardi “gitu aja ngambek dasar pundungan? Hahaha” kata rey yang mendapat tawa semua teman temannya.
“iya jox kau itu gak usah lah sedih kami semua senang kok kalo kau juga bahagia?”
“serius diki nanti kalian bohong?”
“enggak lah ngapa bohong nanti nambah dosa!” mata joxi kembali berbinar saat mendengar riko berbicara “baik lah guys terimakasih, iya sudah yuk masuk itu dosen favorit sudah datang?” kata joxi saat matanya melihat hani sudah berjalan menuju kelas sehingga semua anggota bad boy langsung masuk ke kelas.
“selamat pagi semuanya?” sapa hani saat dirinya sudah duduk di kursi dosen “selamat pagi bu” jawab semua mahasiswa yang membuat hani tersenyum ramah “maaf ya kemarin ibu tidak masuk?” joxi tersentak kaget saat mendengar kalimat yang di ucapkan mulut hani “iya bu santai saja..” sahut para mahasiswa kembali dan kuliah pun dimulai “hani kemana kok dia juga gak masuk lah?” Tanya hati joxi saat kepikiran tentang dosen favoritnya itu namun langsung segera teralih kan saat dirinya mendengar suara melodi piano yang di mainkan oleh jemari lentik hani.
__ADS_1
“fake love” guma joxi dirinya juga mengetahui lagu itu dari boy grup music korea bernama BTS yang sudah terkenal di dunia music “dia pandai sekali membawa perasaannya..” joxi terkesima oleh hani yang masih memainkan pianonya dan tidak hanya dirinya namun juga semua mahasiswa yang ada di ruangan ini pun ikut terpukau oleh pesona hani yang luar biasa elegan “nah itu lagu yang bagus bukan?” Tanya hani selesai memainkan pianonya.
“iya bu bagus banget, coba lagu yang lain bu?” pinta para mahasiswa namun kepala hani segera menggeleng “bukan kan ibu pernah suruh kalian untuk membuat lagu dan nadanya? Coba jika kalian sudah membuatnya bisa di tunjukan sekarang..” tidak ada mahasiswa yang berani maju karena mereka melupakan tugas kuliah itu sehingga hani tersenyum tipis.
“saya kira kalian sudah cukup mahir ternyata masih amatir. Baik lah kuliah nada hari ini selesai jangan lupakan tugas itu lagi jika nilai kalian tidak ingin dapat E” selesai mengatakan itu hani mengemasi barangnya dan segera keluar dari ruangan itu sehingga joxi langsung menyusulnya.
“ibu.. ibu tunggu?” kini joxi sudah berdiri di hadapan hani “ada apa lagi?” Tanya hani malas bahkan matanya yang ramah tidak menatap wajah joxi “ayo pulang kuliah nanti kita ketoko perhiasan?” mata hani membelalak saat joxi bertanya hal itu “kau.. ais kenapa tidak memberiku waktu untuk bernapas?” kata hani lirih namun penuh penekanan sedang joxi tampak tidak perduli dengan gadis di hadapannya kini tampak kesal.
“pokoknya nanti ibu harus ikut saya!”
“ya tap..” hani hendak protes namun joxi sudah berlalu begitu saja “ais dia kenapa ngeselin banget sih?” gerutu hani sambil kakinya melangkah menuju ruang kerjanya. “pokoknya aku gak akan menunda lebih lama lagi bodo amat kalau hani semakin kesal kepadaku..” kata hati joxi yang membuat bibir seksinya tersenyum manis lalu dirinya pun kembali masuk ke kelas untuk mengikuti perkuliahan berikutnya.
“kok kalian tahu aku udah masuk?”
“iya lah, aku tadi gak sengaja lihat kau lagi ngobrol sama cansu mu!” sahut desi yang membuat hani kembali murung sehingga kara mengkerutkan keningnya “ada apa lagi han?” Tanya kara namun segera mendapat gelengan kepala hani “gak apa apa kok, santai saja hehehe..” jawab hani santai namun kedua sahabatnya itu tahu bahwa hani sedang tidak baik baik saja “kalau kau izinkan aku untuk membunuhnya aku lakukan sekarang?” kata desi yang mendapat anggukan kepala kara dan hani pun tahu desi sedang serius.
“sudah lah, lebih baik kita makan saja?”
__ADS_1
“baik lah, nanti pulangnya bareng yuk han aku dan desi ada acara nyate nih karena kemarin beli kambing murah di pasar?”
“eh gak nyate ya kar kita mau buat kambing guling” hani menggelengkan kepalanya sehingga kedua sahabatnya itu tampak kecewa “maaf ya aku harus pergi nanti..” sahut hani lirih “padahal aku sengaja beli kambing biar kau ikut makan han kan kau sangat suka sate kambing?” kata kara sama lirihnya sungguh dirinya kemarin rewel kepada desi dan minta di antar ke pasar untuk membeli kambing karena kara tahu yang suka olahan daging kambing tidak hanya dirinya sendiri namun kedua sahabatnya.
“aku mau banget sebenarnya kar des tapi joxi mengajak ku pergi nanti?”
“WHAT..” teriak desi dan kara bersamaan yang membuat telinga hani menderita “eh maaf han habis kami shock, tapi memang dia mau ajak kau kemana lah?” Tanya desi yang membuat mata hani menatap wajahnya yang cantik itu “aku tahu kalian pasti terkejut, dia mengajak ku ketoko perhiasan?” desi dan kara langsung melongo karena benar benar terkejut sehingga hani tersenyum ketir melihat ekspresi wajah kedua sahabatnya itu.
“iya sudah kita tunda buat kambing gulingnya des, sekarang kita habis ngajar nanti langsung ke rumah hani”
“setuju kar, han kalo dia apa apain kamu bilang biar aku langsung kasih pelajaran..”
“siap komandan..”
“tapi besok kau harus ke rumah desi ya kita masak kambing guling?”
“iya kar pasti itu”
__ADS_1
“iya sudah ayo kita kekantin” ajak desi sehingga kedua sahabatnya itu pergi kekantin bersama.