Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Amarah


__ADS_3

“KENAPA KAU MEMBUNUHNYA” teriak joxi yang membuat desi berdiri lalu tersenyum penuh kemenangan “kau belum tahu ya alasan ku membunuhnya? Karena dia memperkosa kara” sahut desi dengan suara datar namun joxi masih tetap membara karena amarahnya yang meluap luap “tapi kau gak perlu sekejam itu” desi kembali tersenyum lalu kakinya melangkah mendekati joxi yang masih berdiri di depan pintu.


“kau memang sama saja jadi kau mana mengerti tentang perasaan wanita?” mata joxi langsung membelalak dan tangannya mengepal kuat “joxi kita bisa bicara baik baik” pinta hani yang mulai panic “hani benar lagi pula walaupun dia di biarkan hidup dia gak akan berubah karena dia cabul” kini giliran kara yang berbicara dan membuat suasana menjadi lebih tegang.


“dasar cewek kurang ngajar” mata desi langsung membelalak saat kalimat itu keluar dari mulut joxi sehingga tangannya spontan langsung meninju wajah joxi “bruakk” belum sampai di situ kaki desi langsung menerjang dada joxi hingga pria muda itu tersungkur membentur tembok dengan keras.


“kau bilang apa barusan? Kau pikir kau juga pria yang baik Huh.. kau lupa apa yang telah kau lakukan padaku dan kara, kau bahkan juga gak bisa membahagiakan hani rasanya aku juga ingin mengirim mu keneraka!” kata desi yang sudah naik pitam itu kepada joxi yang sekarat namun dirinya tetap berusaha berdiri “desi, joxi sudah cukup” pinta hani yang sudah menangis sedang kara hanya terdiam karena dirinya juga tidak tahan lagi dengan sikap joxi yang juga baginya sangat menjengkelkan sehingga kara membiarkan desi menghajarnya.


“kau pikir kau itu suci dan kami penuh dosa? Kau pikir aku dan kara ihklas kau menghancurkan masa depan kami dan kau juga menjadi penghalang hani bahagia? KAU PIKIR KAU SUCI HAH” Teriak desi di ujung kalimat yang di ucapkan mulutnya “tapi apa kah harus dengan membunuh?” mata desi membelalak sungguh dirinya tidak percaya lawan bicaranya itu akan berkata demikian sehingga tangannya langsung meninju kearah wajah joxi “bukk” namun mampu di tangkis dengan tangan joxi.


“apa kau tahu hal yang paling aku benci darimu joxi? Kau sudah menodai kami semua..” kata desi lirih namun sanggup di dengar oleh hani dan kara “DESI..” teriak kara yang membuat desi tersentak sedang joxi langsung tergulai lesu karena perkataan desi tadi di dengar oleh istrinya.

__ADS_1


“jadi kalian?” kata hani lirih sehingga desi langsung menarik paksa tangannya dan langsung membalikan tubuhnya “hah” mata desi membelalak saat melihat hani menangis “han aku bisa jelaskan..” pinta desi namun hani melangkah mundur saat desi mendekat “aku kira masih bisa memperbaiki semuanya nyatanya kau memang yang ingin hubungan kita hancur” kalimat itu di tujukan oleh joxi karena hani lebih kecewa pada suaminya itu di banding kedua sahabatnya.


“hani…"


“CUKUP, BEHENTI MEMANGGIL NAMAKU” teriak hani pada joxi lalu mata hani yang tampak membara itu menatap tajam mata suaminya yang melemah “jangan bicara padaku lagi karena aku gak ingin mendengar suaramu lagi” pinta hani dengan suara lirih lalu kakinya melangkah meninggalkan kedua sahabatnya dan suaminya itu.


“kalo kau gak marah marah rahasia kita gak akan terbongkar, makanya jangan menyulut api di saat genting seperti ini dasar bodoh” kata desi pada joxi yang tampak frustrasi sedang kara langsung mendekati mereka “karena kau yang memang tidak baik jox, andai dulu kau sebagai leader yang baik maka semua ini gak akan terjadi sekarang rasakan karma yang berlaku padamu” selesai mengatakan itu kara langsung memegang tangan desi lalu membawa sahabatnya itu melangkah menjauhi joxi.


Sedang hani langsung masuk kedalam kamarnya “han tunggu dul… DUarrr” hani langsung membanting pintu di depan kedua sahabatnya itu lalu mengunci pintunya “hiks hiks” hani terisak hebat di dalam kamar itu “ya allah bagaimana caraku bertahan? Aku sudah berusaha semampuku kan? Tapi kenapa harus ada kejadian seperti ini?” akhirnya sifat alami hani keluar sungguh manusia memang serba salah walaupun sudah berusaha yang terbaik terkadang hasilnya tidak sesuai harapan namun sifat manusia juga punya point penting di samping punya sisi lemah yaitu tidak menyerah dan tekad itu harusnya kuat di saat seperti ini.


“hiks hiks” tetapi tidak sekarang nyatanya hani yang biasa menahan semuanya sendiri kini terlepas sudah rasa sakitnya hingga membuatnya mati rasa dan hani tahu ini adalah rasa putus asa yang kesekian kali dirinya rasakan.

__ADS_1


“kita pasti akan di bencinya dan dia pasti gak akan mau melihat kita lagi?” tiba tiba kalimat itu lolos dari mulut kara sehingga desi tersenyum ketir lalu memeluk sahabatnya itu dengan penuh kasih “maafkan aku ya?” pinta desi dengan suara parau lalu kepalanya mendongkak keatas menahan air matanya supaya tidak terjatuh walaupun hatinya hancur di saat seperti ini desi tidak boleh memperlihatkan sisi lemahnya karena desi kuatir hal itu bisa mempengaruhi kondisi mental kara “apa yang harus kita lakukan desi?” Tanya kara di saat dirinya mulai putus asa sedang desi yang juga tidak tahu harus melakukan apa hanya terdiam seribu bahasa.


“kalian bisa istirahat, aku akan menunggunya?” tiba tiba suara joxi menggema membuat kedua gadis itu berhenti berpelukan dan langsung menatap wajah joxi yang tampak teduh dengan sorot mata yang layu seolah dirinya juga begitu menderita “apa kau yakin bisa mengatasi ini sendirian?” Tanya kara hati hati sehingga joxi mengangguk samar.


“kabari saja kami kalo kau butuh apa pun karena kami akan membantu mu untuk masalah hani kita harus kesampingkan ego kita karena hani juga sahabat kami dan kami juga akan terluka jika dia terluka” jelas kara panjang lebar yang membuat joxi menatapnya dengan ramah lalu bibirnya tersenyum tulus “terimakasih banyak, maafkan aku ya?” mata desi dan kara langsung membelalak tidak percaya joxi akan mengatakan hal itu dengan tulus.


“baik lah kami maafkan tapi berjanji jangan buat hani sedih lagi dan kau membahagiakannya?” kini giliran desi yang berkata sehingga membuat joxi tersenyum kembali lalu menganggukan kepalanya dengan mantap “aku akan berjanji pada kalian dan tolong terus berada di sisi hani karena dia juga membutuhkan kalian?” pinta joxi yang membuat kepala kedua gadis itu mengangguk.


“kau tidak perlu kuatir soal itu, iya sudah kami pergi ya? Semoga beruntung, assamualaikum” sahut desi dan kara ikut mengucapkan salam “waalaikum salam iya terimakasih banyak” joxi menjawab salam lalu kedua gadis itu pun pergi sedang joxi langsung duduk bersandar di pintu.


“hani maafkan aku yang bodoh ini? Sungguh aku gek berniat membuatmu terluka apa lagi kecewa hanya saja aku yang memang terlanjut bejad ini terkadang susah mengendalikan diriku” itu lah kalimat yang di ucapkan hati joxi berharap istrinya bisa mendengarnya namun apakah kaca yang sudah pecah bisa satukan kembali nyatanya jika pun bisa tidak akan bisa sempurna lagi dan mungkin itulah yang akan terjadi pada hati hani yang berkali kali terluka.

__ADS_1


__ADS_2