Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Lucu


__ADS_3

“kau mau kemana?” Tanya joxi penasaran karena sedari tadi istrinya itu berteriak “aku mau kerumah desi, aku kuatir pada kara gak apa apa kan aku pergi?” jawab hani yang membuat joxi menganggukan kepalanya “terimakasih, istirahat lah dengan tenang assalamualaikum” kata hani lalu mengambil tasnya yang tergletak di meja “waalaikum salam hati hati” hani langsung tersenyum ramah pada suaminya itu lalu segera keluar dari kamar “sebenarnya aku ingin kau tetap di sini” kata hati joxi yang sebenarnya tidak merelakan istrinya itu pergi.


“ceklek” tiba tiba pintu di buka dari luar sehingga joxi menoleh kearahnya “ayah handa sini duduk?” kata joxi saat melihat ayahnya itu menghampirinya “apa kau gak apa apa di tinggal hani?” Tanya ayahnya yang membuat joxi tersenyum ramah lalu matanya yang indah menatap hangat wajah ayahnya yang keriput itu “hani sudah begitu baik untukku ayah, dan sekarang giliran ku belajar menjadi suami yang baik untuknya” jawab joxi apa adanya sehingga ayahnya tersenyum lalu kepalanya mengangguk.


“setelah kau sembuh total coba ajak lah hani berbulan madu di bromo karena dia sangat suka tempat itu”


“tapi ayah aku berencana ingin konsul ke dokter dulu supaya bisa segera punya momongan”


“hmm itu bagus, baik lah itu terserah kepadamu jox ayah Cuma bisa membantu segini saja?”


“terimakasih ayah”


“ya sudah ayah keluar ya karena ingin membahas soal pekerjaan bersama ayah indra?”

__ADS_1


“iya ayah silahkan” tuan handa langsung keluar dari kamar sehingga joxi termenung “apa setelah konsul aku langsung ajak hani bulan madu ya?” joxi langsung menganggukan kepalanya saat pertanyaan itu tergiang di otaknya “baik lah mulai dari awal lagi bismilah” selesai mengatakan itu joxi langsung berwudu lalu melaksanakan solat setelah itu segera tidur supaya tubuhnya cepat pulih.


“cekit” kini mobil hani sudah terparkir di depan rumah desi lalu dirinya keluar dan segera melangkah kan kakinya menuju pintu rumah itu.


“kring kring kriiiiiiingggg” berkali kali hani memencet tombol bel namun tidak juga di bukakan pintu “ya ini bocah emang mau di gebuk pake teplon” gerutu hani kesal lalu tangannya memegang gagang pintu dan mendorongnya “cengep” hani langsung melongo karena pintu terbuka “ais tahu gini ngapa aku lama menunggu ternyata gak di kunci” gerutu hani sambil menutup pintunya kembali saat dirinya sudah masuk kerumah.


“sepi banget, apa mereka tidur?” Tanya hani saat mendapati rumah ini begitu sepi lalu hani pun melangkah menuju kamar desi yang ada di lantai dua “ceklek” hani membuka pintu kamar itu “sudah ku duga pasti molor” kata hati hani saat sudah menghampiri kedua sahabatnya itu tengah tertidur bersama “drtt ddrtt” tiba tiba ponsel hani bergetar sehingga dirinya pun mengambilnya dari tas.


“halo ayah ada apa?” Tanya hani dengan suara lirih “kau jangan lama main nya kasihan joxi sendirian” jawab ayah kandungnya itu sehingga hani kesal “aku aja baru nyape rumah desi udah ayah suruh pulang! Udah lah joxi gak sendirian ada kedua ayahnya dan para pelayan rumah” selesai mengatakan itu hani langsung mematikan ponselnya lalu di letakan kembali ke tas.


“aku mana takut sama ancaman mu?” desi langsung tersenyum lalu tangannya menarik leher hani supaya tubuh sahabatnya itu bisa di peluknya “apa kau sudah makan? Kalo belum ayo kita masak atau delivery baru istirahat kau terlihat begitu lelah?” hani langsung tersenyum lalu kepalanya mendongkak keatas untuk melihat wajah desi.


“sebelum melakukan itu aku mau periksa kara?”

__ADS_1


“dia sedang tidur, aku hanya memukulnya tadi karena dia sedang lelah mungkin depresinya kumat Karena terlalu banyak mikir”


“ah begitu, maafkan aku ya?”


“jangan minta maaf, aku dan kara senang membantu mu” hani langsung menganggukan kepalanya “sudah kau tidur lah biar aku masakan sesuatu?” hani tampak tersentak dengan perkataan desi “masak, delivery paling?” desi langsung tersenyum canggung lalu kepalanya manggut manggut “iya maksudnya gitu, kau mau makan apa?” Tanya desi yang membuat hani berpikir sejenak “aku mau ciken dan buger queen” kepala desi langsung mengangguk sehingga dirinya pun beranjak dari tempat tidur lalu memesan makanan dari ponselnya.


Hampir 30 menit berlalu akhirnya makanan yang di pesan pun datang sehingga desi langsung mengambilnya lalu kembali lagi kekamar “waktunya makan” kata desi sambil menunjukan dua plastic besar berisi makanan sehingga mata hani berbinar dan mereka berdua duduk di karpet lalu mulai membuka makanannya tiba tiba mata kara terbuka perlahan saat hidungnya mencium aroma sedap ciken wings dan kentang goring.


“tuh kah kalo ada makanan dia pasti langsung bangun?” kata desi saat melihat kara mulai beranjak dari tempat tidur di kini sudah duduk di samping hani.


“kau kenapa gak bilang kalo hani kemari?” Tanya kara lalu melahap paha ayam yang gurih itu “dia kuatir padamu jadi kemari” sahut desi santai sambil menyuiri ayamnya lalu di campurkan dengan nasi dan segera dimakannya “hani apa kau baik baik saja?” Tanya kara saat melihat hani asik dengan makanannya “aku akan selalu baik baik saja” jawab hani dengan mulut yang penuh makanan sehingga kara dan desi tersenyum.


“iya sudah makan lah yang banyak lalu istirahat”

__ADS_1


“aku mungkin pulang aja setelah ini kar?” tentu kedua sahabatnya langsung terkejut dan hani tahu hal itu sehingga bibirnya tersenyum ketir “kenapa buru buru, nanti kalo sampai di rumah takutnya kau malah gak istirahat karena ngurusi suami mu itu?” Tanya desi yang di iyakan oleh kara “sudah jangan kuatir yang penting suami mu sudah beri izin setidaknya kau harus tidur nanti bisa kami antar” tambah kara yang membuat hani tersenyum ramah “kalo menurut kalian begitu? Baik lah aku ikut saja” kedua sahabatnya itu langsung tersenyum “oke lanjut makan lagi” sahut desi sehingga mereka pun kembali melahap makanannya.


__ADS_2