Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 10


__ADS_3

"Hey Gadis manis, kenapa kamu menangis? Jangan cemaskan tentang jalan, aku adalah anak jalanan jadi aku tahu semua jalanan di sini," ucap Mei.


"Benarkah? Kalau gitu ayo kita pergi sekarang." Gadis kecil kembali ceria setelah tahu Mei mengetahui jalan menuju sekolahnya.


"Ini juga lagi jalan."


Mei terus berjalan menuju tepi jalan untuk mencari angkutan umum untuk mereka tumpangi.


*******


"Astaga, ini salahku," ucap Aryanti.


Aryanti baru mendapatkan kabar kalau Gaby hilang, dirinya merasa bersalah karena sudah meminta Kardi menjemputnya.


"Ada apa?" tanya Sarah yang mendengar perkataan Aryanti.


Sarah melihat adanya kekhawatiran di wajah Aryanti karena itulah wanita yang sudah lanjut usia itu bertanya pada Aryanti.


"Tidak ada apa-apa Ma," sahut Aryanti.


Tidak mungkin Aryanti memberitahukan yang sebenarnya pada Sarah.


Sarah memiliki riwayat penyakit jantung yang membuatnya tidak boleh merasa terkejut atupun banyak pikiran.


Selama ini Aryanti dan semua keluarganya selalu menyembunyikan masalah serius dari Sarah karena jika Sarah tahu, mereka takut penyakit jantungnya akan kambuh lagi dan berakibat fatal


"Jangan bohong, kamu terlihat begitu panik dan khawatir."


"Ini Ma, teman aku mengalami kecelakaan. Aku mau lihat dia di rumah sakit ya," ucap Aryanti.


Terpaksa Aryanti berbohong pada Mamanya, semua dilakukannya demi kebaikan Sarah.


"Ya sudah, kamu hati-hati ya."


"I_iya Ma." Aryanti langsung keluar dari rumahnya dan langsung menghampiri mobilnya!


"Mama mau kemana?" tanya Isabella.

__ADS_1


"Sini kamu, ayo ikut Mama," ucap Aryanti sembari menarik tangan Isabella.


"Kemana Ma?"


"Ikut aja dulu, nanti Mama kasih tahu setelah di jalan."


Isabella pun hanya diam sembari terus mengikuti langkah Aryanti!


*******


Setibanya di sekolah Gaby.


Mei langsung berjalan memasuki area sekolah itu! Di depan gerbang ada seorang satpam yang sedang berjaga. Mei pun langsung berbicara pada Pak Satpam itu.


"Permisi Pak."


Pak Satpam yang fokus pada suatu tempat kini teralihkan karena mendengar suara Mei.


"Iya Mbak ada apa?" ucap Satpam itu dengan ramah.


"Ini, aye nemuin anak kecil di taman dan katanya dia sekolah di sini. Pak apa bisa aye minta tolong?"


"Tolong telpon orang tua anak ini dan suruh mereka menjemputnya di sini."


"Pak satpam, Bapak kenal padaku kan," ucap Gaby pada Satpam itu.


"Gaby, tentu saja sayang. Bapak akan menelpon Ayahmu."


"Terimakasih."


"Gaby!" seru Darren dari dalam mobilnya.


Baru Satpam itu akan menelponnya, Darren sudah tiba di sekolah itu.


Darren menghentikan laju mobilnya di sembarangan tempat dan dia langsung berlari menghampiri Gaby.


"Papa!" Gaby tersenyum bahagia, wajahnya sangat berbinar saat melihat Darren.

__ADS_1


"Et dah, kenapa bapaknya dia sih," ucap Mei didalam hatinya.


Darren segera memeluk Gaby dengan erat sementara Mei hanya berdiri tanpa berkata apa pun.


Setelah beberapa menit, Darren melepaskan pelukannya dari Gaby lalu berjalan menghampiri Mei!


"Pasti kamu kan yang menculik Gaby dari sekolah."


"Hei Pak, untuk apa aye menculik Gaby?"


"Jangan mencoba membela diri, aku tahu kamu menculik Gaby lalu setelah itu kamu akan meminta tebusan kan. Aku tahu apa yang ada dalam pikiran preman kampung seperti kamu."


Mendengar ucapan Darren membuat Mei merasa tersakiti hingga gadis itu sangat marah pada Darren.


"Maaf Pak, Anda tidak berhak menilai saya seperti itu terlebih Anda bukanlah siapa-siapa. Sudah bagus saya mengembalikan putri Anda ke sini, saya menyesal kenapa saya tidak membiarkannya dibawa oleh orang yang mengaku Mamanya itu. Satu hal yang harus Anda tahu, saya memang seorang preman dan saya juga cuma orang miskin yang tak bergelombang harta tapi saya tidak pernah melakukan kejahatan apa pun seperti yang Anda tuduhan."


Mei langsung pergi meninggalkan Darren dan semua orang yang ada di tempat itu!


"Kak! Kak Mei!" teriak Gaby.


"Gaby sudah, jangan panggil dia lagi. Dia itu orang jahat," ucap Darren.


"Kak Mei bukan orang jahat, dia yang nolongin aku Pa, tadi aku dibawa pergi sama tante galak itu dan Kak Mei yang nolongin aku."


Tak lama Satpam yang tadi mengobrol dengan Kardi datang.


"Gaby, kamu sudah ada di sini? Tadi Bapak nyari-nyari kamu tapi gak ketemu, kamu sama siapa ke sini?" tanya Satpam itu.


"Sama kakak itu." Gaby mengarahkan jari telunjuknya pada Mei yang sedang berjalan menjauh dari sana.


"Untunglah ada orang baik yang mau mengembalikan kamu ya."


"Gimana bisa, Gaby dibawa oleh orang lain selain keluarga? Saya sudah menitipkan Gaby pada guru dan semua pengurus di sini agar tidak membiarkan Gaby pergi selain dengan keluarga," ucap Darren dengan amarah yang mulai menyerangnya.


"Maaf Pak, tadi saya mengetahui Gaby pergi bersama seorang wanita, saya mengizinkan dia membawa Gaby karena dia mengaku sebagai Mamanya Gaby."


"Apa orangnya yang tadi ditunjuk Gaby?"

__ADS_1


"Bukan, meski saya tidak melihat wajahnya tapi saya yakin bukan dia karena penampilannya sangat jauh berbeda."


Bersambung


__ADS_2