Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 89


__ADS_3

Setelah berbicara panjang di tepi jalan raya itu. Satya segera meminta Helmy untuk segera pergi dari sana, hari ini dia ada meeting penting, dirinya tidak bisa berlama-lama di sana.


"Saya minta, pikirkan lagi rencana, Anda untuk mendekati Mei. Ini tidak benar, Bu Widya akan kecewa jika dia tahu ini," ucap Helmy sembari terus menyetir.


"Untuk urusan yang satu ini, kamu tidak boleh ikut campur, tidak boleh berkomentar dan tidak boleh mengatur saya. Saya tidak mengizinkan kamu masuk ke dalam urusan pribadi saya yang ini. Ikuti saja perintah saya, kamu pasti tahu kalau saya tidak pernah menerima penolakan dalam hal apa pun yang saya mau dan saya tidak ingin ada kegagalan lagi dalam mendapatkan perempuan yang saya inginkan," ucap Satya.


Entah apa yang ada dalam pikiran Satya sehingga dia begitu gelap mata dan entah apa yang dimiliki oleh Mei hingga dapat membuat seorang Satya tergila-gila padahal banyak perempuan yang lebih cantik dan kaya dibanding dengan Mei, yang mendekati dirinya berharap bisa bersanding dengannya di pelaminan.


Sementara itu, Helmy tak mengucapkan sesuatu apa pun lagi. Dirinya benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran bosnya itu. Kini setelah terlepas dari Hengky, Mei kembali terancam oleh kehadiran Satya yang bisa saja lebih kuat dari Hengky, mengingat Satya memiliki lebih banyak kekuatan. Dengan uangnya, dia bisa melakukan apa pun yang dia mau.


*******


Di pasar.


Mei baru tiba di pasar itu. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling pasar itu untuk mengobati kerinduannya pada lingkungan yang selalu ramai itu. Dia tersenyumlah saat melihat beberapa pedagang yang juga tersenyum ke arahnya.


Orang-orang di sana terlihat bahagia melihat Mei datang ke pasar lagi. Setelah sepuluh hari tidak datang ke pasar, banyak orang yang merindukan Mei. Mereka tidak tahu tentang Mei yang baru menjadi korban penculikan, kalau saja mereka tahu, mungkin mereka akan merasa khawatir seperti orang-orang terdekatnya Mei.


"Semenjak nikah, jadi jarang ke sini ya," ucap salah satu pedagang yang kebetulan lewat di samping Mei.


"Maaf, Bang. Aye sibuk," ucap Mei dengan senyuman tipis di bibirnya. Mei terus berjalan masuk ke area pasar menghampiri teman-temannya.


"Mei! Sini, cepat!" Joni memanggil Mei sembari melambaikan tangannya ke arah Mei.


Mei menoleh ke arah Joni. Sebuah senyuman lebar pun mengembang di bibir Mei. Dia langsung berjalan menghampiri Joni dan teman-temannya.


"Udah sehat, Lu Mei?" tanya Karen.

__ADS_1


"Udah. Emang dari kemarin juga, udah sehat. Hanya saja, Bang Darren gak ngizinin aye ke mari," jelas Mei.


"Wajar kalau dia khawatir. Harusnya lu beruntung punya laki kayak Bang Darren," ucap Dion.


"Hooh. Kapan lagi coba lu punya laki modelan dia. Ganteng, keren, baik, perhatian, kaya, bucin dan masih banyak lagi, deh kelebihan dia tuh. Cuma ya itu kurangnya satu, dia udah terlalu dewasa," ucap Karena secara brutal.


"Ku gak tahu kalau yang dewasa yang lebih menantang," celetuk Joni. "Buktinya si Mei klepek-klepek sama dia," sambung Joni lagi.


Di tempat yang ramai pengunjung sedang berbelanja. Di antara ibu-ibu yang sedang berbelanja sayuran, seorang anak buahnya Satya terus mendengarkan pembicaraan mereka. Laki-laki itu sudah tahu bahwa Mei sudah menikah lewat pembicaraan mereka, dia hanya perlu mencari tahu siapa suaminya Mei yang bernama Darren.


"Kalian kenapa, jadi membicarakan dia? Bukannya nawarin aye kopi," ucap Mei.


"Et, dah tibang kopi," ucap Karen.


"Bu kopi buat Mei ya, jangan lupa kasih gula biar manis. Hidup dia kemarin udah sempat pahit, jadi butuh yang manis-manis," sambungnya lagi.


"Mei, apa gak sebaiknya, Lu berhenti aja kerja di mari? Menjadi istri dari Bang Darren membuat keselamatan lu terancam. Mungkin pesaing Bang Darren yang menculik lu karena mereka menginginkan kehancuran Bang Darren," jelas Joni yang merasa khawatir pada Mei. Entah mengapa dirinya jadi teringat dengan sinetron yang dia tonton tempo hari. Menjadi istri orang kaya memang selalu dalam bahaya.


"Apa, sih lu, Jon. Pengen banget aye berhenti kerja di mari," ucap Mei dengan nada ketus.


"Sepertinya menjadi istri orang kaya menyeramkan ya," ucap Karen.


"Untung Dion gak kaya-kaya amat model Bang Darren," sambungnya.


"Gimana gak berbahaya! Secara Darren Imanuel bukanlah orang sembarangan," ucap Doin.


"Bukan pesaing bisnis, Bang Darren yang menculik aye, tapi Hengky yang udah gila itu," jelas Mei yang berhasil membuat teman-temannya terkejut hingga mereka melongo sambil menatap Mei.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain yang masih berada di sekitar mereka. Laki-laki itu langsung pergi setelah mendengar nama lengkap Darren, dengan nama itu, mereka bisa mencari tahu siapa Darren sebenarnya, apalagi mereka bilang Darren bukanlah orang sembarangan, pastinya mereka bisa lebih mudah untuk mencari tahu informasi tentang dia lewat kecanggihan teknologi sosial media.


"Gila, tuh anak. Nekat bener sampai menculik, lu," ucap Karen.


"Kalau seandainya aye diberi umur panjang dan diberi kesempatan bertemu dia lagi. Aye ingin mematahkan tangannya, aye ingin membuat matanya buta dan mulutnya tidak bisa bicara lagi," ucap Mei dengan kemarahan yang begitu besar.


"Astaghfirullah. Istighfar, Mei," ucap Joni.


"Laki-laki itu hampir saja membuka aye kehilangan hidup aye," ucap Mei yang mulai sedih saat mengingat masa-masa dia disekap oleh Hengky.


"Sabar, Mei. Semoga polisi dapat menemukannya secepat mungkin. Agar dia mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang dia lakukan terhadap, lu," ucap Dion sembari mengusap bahu Mei.


*******


Di kantor Satya.


Di ruangan pribadi Satya. Helmy sedang memperlihatkan siapa Darren, pada bosnya itu. Dengan laptopnya, dia mengetik nama Darren dan siapa dia di pencarian google dan muncullah semua tentang Darren.


Nama lengkapnya, di mana dia bekerja dan sebagai apa dia di tempat kerjanya. Satya membaca apa yang tertulis dalam layar laptopnya dengan seksama. Entah apa yang ada dalam pikirannya yang pasti, dia merasa tertantang untuk bersaing dengan Darren yang ususnya jauh di atasnya.


"Darren Imanuel. Dia CEO di salah satu perusahaan properti milik keluarganya yang artinya, perusahaan yang dia kelola adalah miliknya. Dia bukan orang sembarangan, dia bisa menuntut, Anda habis-habisan kalau dia tahu, Anda berusaha mengganggu kehidupannya," ucap Helmy yang tak bosan-bosan untuk mengingatkan Satya.


"Dia akan melakukan itu kalau saya memakai kekerasan. Lihat permainan saya selanjutnya," ucap Satya sembari menutup laptopnya.


Satya sudah mengatur rencana untuk mendekati Mei. Setelah tahu siapa Darren, dirinya mulai menjalankan rencana jahatnya untuk memisahkan Darren dan Mei. Satya memang cukup keras kepala, dia selalu penasaran jika belum mendapatkan apa yang dia inginkan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2