Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 47


__ADS_3

Di rumah sakit, Gaby dan keluarga Darren masih menunggu kedatangan orang tua Mei, mereka sudah menelponnya dan sudah memberitahu tentang kondisi Mei saat itu.


"Om, Tante maafkan aye ya karena aye udah membuat kalian khawatir dan kerepotan," ucap Mei yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Kamu bicara apa, jangan main maaf karena kamu gak salah," ucap Sarah.


"Gara-gara aye acara ulang tahun Gaby jadi rusak."


"Ini bukan gara-gara Mama. Mama jangan sakit ya kalau Mama sakit aku jadi sedih," ucap Gaby dengan air mata yang terus mengalir.


"Eh jangan nangis cantik, lihat Mama baik-baik, Mama gak sakit buktinya Mama masih bisa bicara sama kamu."


"Astaghfirullahalazim, anak gue kenapa bisa kayak gini," ucap Rojak yang baru tiba di ruangan itu.


Semua orang yang mengelilingi Mei langsung menyingkir dan memberi tempat untuk Rojak dan Saroh.


"Ya Allah Mei apa yang terjadi, kenapa bisa gini?" ucap Saroh.


"Aye gak apa-apa kok Nyak, Beh, aye baik-baik aja. Oh ya Nyak, aye udah bikin org yang melukai Nyak babak belur lebih dari yang mereka lakukan sama Nyak."


"Nyak gak minta kamu buat balas dendam, Nyak udah ikhlas dengan yang mereka lakuin sama Nyak."


"Tapi aye gak ikhlas orang yang aye cintai tiba-tiba mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang yang gak dikenal."


"Pak, Bu, kami selalu keluarga yang mengadakan acara ini mohon maaf atas kejadian yang menimpa Mei. Semua terjadi di luar prediksi kami," ucap Wiliam.


"Semua sudah terjadi tapi kami yakin ini bukan keinginan keluarga. Terimakasih sudah membawa anak kami ke rumah sakit hingga sekarang dia masih bisa berbicara seperti sebelumnya."


**********


"Bayu! Niki!" Darren menghentikan langkahnya setelah melihat Bayu dan Niki duduk tempat itu.


Didepan pertokoan yang sudah tutup, mereka duduk sembari terus mengawasi Joanna yang susah mereka ikat tangan dan kakinya.


"Om Darren. Lihat, orang ini bukan yang bernama Joanna?"


"Iya benar, terimakasih ya."


"Iya sama-sama. Bagaimana keadaan kakak kami?"


"Dia baik-baik saja, sekarang sedang di rawat di rumah sakit."


Darren berjalan mendekati Joanna lalu membuka sesuatu yang menyumpal mulutnya.


"Darren aku mohon maafkan aku, aku gak mau masuk penjara," ucap Joanna setelah Darren membuka kaus kaki yang sengaja dijadikan untuk menyumpal mulut Joanna.


"Aku sudah maafin kamu kok. Kamu tenang aja."


"Serius? Kamu mau maafin aku."


"Tentu saja tapi jangan harap kamu bisa bebas dari penjara karena aku gak akan membiarkan kamu bebas berkeliaran."


"Jangan Darren, jangan. Aku janji aku tidak akan melakukan hal ini lagi, aku tidak akan mengganggu hidup kalian lagi." Joanna menangis memohon agar Darren tidak memenjarakan dirinya.

__ADS_1


"Maaf mu sudah terlambat. Aku sudah tidak mempunyai stok maaf lagi buat kamu. Ayo ikut aku menyusul dua temanmu di kantor polisi."


"Jangan Darren. Aku mohon Darren jangan lakukan ini, aku ini Ibu kandungnya Gaby, kamu gak boleh memperlakukan aku seperti ini."


Darren terus menyeret Joanna dan membawanya ke arah mobilnya!


"Anak-anak ayo kita ke rumah sakit, kita lihat keadaan kakak kalian sekarang tapi sebelum itu kita bawa orang ini ke kantor polisi dulu," ucap Darren pada Bayu dan Niki.


**********


Di rumah keluarga Mario.


"Gimana kabar hubungan kamu sama Mei?" tanya Warmi.


"Baik-baik aja Mam, kenapa memangnya?" sahut Mario.


"Kapan kamu mau melamar Mei?"


"Gak akan pernah terjadi," ucap Mario dengan santainya.


"Apa, kenapa kamu bilang gitu, bukannya kamu mencintai dia?"


"Aku memang mencintai dia tapi mau gimana lagi dianya cinta sama orang lain bukan sama aku."


"Mama bilang juga harusnya dari dulu kamu nikahi dia lewat perjodohan."


"Percuma Ma, kalau dia gak cinta sama aku nanti yang ada aku malah menyiksa dia."


"Seharusnya kamu berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Mei."


"Tapi Mei itu istimewa Mario."


"Terus sekarang aku harus apa Ma. Mei udah mau nikah sama laki-laki pilihannya."


"Ya cari wanita lain dan nikahi dia kalau memang gak ada harapan lagi untuk mendapatkan Mei."


**********


"Darren aku gak mau di sini, aku gak mau di penjara," ucap Joanna sembari menangis.


Joanna terus menangis sambil menegang pagar besi yang mengurungnya.


Kini dia baru menyesali perbuatannya yang ingin mendapatkan Darren dengan cara yang kotor.


Darren tak menghiraukan Joanna yang berteriak memohon agar dibebaskan dari sana.


Dia, terus berjalan keluar dari kantor polisi itu!


"Sekarang kita harus cepat sampai ke Rumah sakit untuk melihat keadaan kakak kalian," ucap Darren setelah berada di dalam mobilnya.


"Om, cepetan. Kita pengen tahu keadaan kak Mei."


"Iya, kalian sabar ya."

__ADS_1


Darren segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agama mereka cepat sampai di tujuan mereka, meski begitu Darren tetap berhati-hati karena tak ingin mengalami kecelakaan.


Tak butuh waktu lama, akhirnya Darren tiba di rumah sakit itu.


Mereka turun dari mobilnya lalu berjalan menuju ruangan Mei dirawat!


"Kakak," ucap Niki dan Bayu.


"Kalian dari mana hemm? Kakak lagi sakit malah kalian gak ada," ucap Mei.


"Tadi kita ada urusan sebentar."


"Mereka baru menangkap Joanna dan sekarang dia sudah dalam penjara," jelas Darren.


Semua orang keluarganya Darren merasa lega karena orang jahat itu sudah tertangkap.


"Kalian jangan sekali-kali lagi melakukan hal seperti itu. Itu bahaya buat kalian."


"Ini belum seberapa dibandingkan dengan yang kakak lakukan untuk kami. Kakak jangan khawatir, kami baik-baik saja kok. Kakak cepat sembuh ya."


"Ini udah sembuh kok, cuma dokternya aja yang lebai, gak ngebolehin kakak pulang sekarang."


"Kakak perlu dirawat karena kondisi kakak masih lemah."


"Kalian pulang ya, istirahat dan jaga adik-adik kalian."


"Kami gak mau pulang, kami mau nungguin kakak di sini."


"Jangan. Yang nungguin kakak kalian ada Om di sini, kalian pulang saja ya," ucap Darren pada Bayu dan Niki.


"Mama, Papa, Nenek kalian juga pulang! Tante, Om juga pulang aja biar aku yang jaga Mei di sini," ucap Darren lagi pada keluarganya dan kedua orang tua Mei.


"Aku gak mau pulang, aku mau di sini aja sama Mama," ucap Gaby.


"Gaby sayang, pulang ya sayang Mama. Besok kamu harus sekolah jadi kamu gak boleh tidur di sini," ucap Mei pada Gaby.


"Tapi Ma."


"Gaby sayang kan sama Mama? Kalau iya, Gaby pulang ya, besok Mama juga akan pulang."


Gaby mengangguk paham, dia tak berani membantah perkataan Mei.


Akhirnya mereka semua pulang dan hanya menyisakan Darren dan Mei saja di sana.


Anak-anak asuhnya Mei diantar pulang oleh sopir pribadinya keluarga Darren.


Bersambung.


Teman-teman mampir juga ke karya baru aku ya dan nantikan kejutan kecil dari author di bulan Juni.


Akan ada hadiah kecil bagi siapa saja yang memberikan dukungan terbanyak di novel baru ini!


__ADS_1



__ADS_2