Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 44


__ADS_3

Malam hari setelah azan magrib, Darren pergi dari rumah untuk menjemput Mei sedangkan Gaby akan diajak ke lokasi surprise oleh Aryanti dan keluarganya yang lain.


Diperjalanan, Darren terus tersenyum sambil membayangkan ekspresi Gaby nanti setelah dia tahu ada kejutan untuknya.


Tak butuh waktu la, akhirnya Darren tiba di rumah Mei.


"Udah nunggu ya?" ucap Darren pada Mei yang sedang duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.


"Bisa iya bisa juga nggak," sahut Mei.


"Orang tua kamu ikut gak? Teman-teman kamu ikut gak?"


"Nyak sama Babeh gak bisa ikut karena mendadak ada saudara yang sakit dan dilarikan ke rumah sakit."


"Tapi kamu bisa datang kan?"


"Ya bisa lah, ini aye udah siap untuk pergi."


"Kita jemput anak-anak dulu."


Mei tersenyum ke arah Darren sambil menatapnya dengan tatapan aneh.


"Kenapa? Jangan menatap aku seperti itu, aku takut."


"Aye kagum sama kamu. Ternyata selain nyebelin kamu juga penyayang dan pengertian sama anak-anak aku."


"Kalau aku cinta sama kamu ya aku harus terima semua keluarga kamu dong. Demi kebahagiaan kamu, aku dan juga Gaby dan juga anak-anak asuh kamu itu tentunya."


"Terimakasih, kamu mau menerima aye dengan segala kekurangan yang ada dalam diri aye."


"Semua manusia pasti memiliki kekurangan tapi dimata ku, kamu tidak memiliki kekurangan sedikit pun. Kamu jauh lebih sempurna dibandingkan dengan yang ada dalam bayanganku."


"Mulai deh gombal nya."


"Aku tidak pernah berkata sesuatu yang tidak tidak ada dalam hatiku, semua yang aku katakan ini jujur dan murni dari dalam hati aku. Tidak ada kata gombalan apalagi kebohongan. Maisya Meylanie, aku ingin menjadi suami dan ayah dari anak-anak kamu kelak, aku ingin membahagiakan kamu sampai akhir hayat ku."


Mei hanya tersenyum bahagia mendengarkan kata-kata Darren padanya, wanita mana yang tak terbuai dengan kata-kata manis yang diucapkan oleh laki-laki yang dicintainya.


Sekalipun Mei adalah seorang preman tapi hatinya masih lembut seperti wanita pada umumnya. Mei selalu terbuai dengan kata-kata indah yang diucapkan oleh Darren padanya.


"Udah? Nge_bucinnya udah? Kita berangkat yuk, anak-anak asuh aye udah nunggu."


"Silahkan my Princess." Darren mempersilahkan agar Mei berjalan lebih dahulu.


**********


Di tempat pesta ulang tahun Gaby.


"Kalian, ternyata kalian di sini?" ucap Joanna.


"Kan kamu yang minta agar kita datang sebelum acara di mulai," ucap salah satu dari dia laki-laki bayarannya Joanna.


"Kalian kok pakai seragam kebersihan?"


"Karena ada acara ini, kita melamar jadi petugas kebersihan untuk hari ini saja dan ini hasilnya."


"Dengan begini kami akan lebih mudah membuntuti gadis yang kamu maksud itu," sambung laki-laki yang satunya.

__ADS_1


"Pintar juga kalian."


"Kalau uangnya banyak, otak pun berjalan lancar."


"Lakukan tugas kalian dengan baik, sisa pembayaran nya tidak akan aku kasih jika pekerjaan kalian belum selesai."


"Tenang aja. Kalau gitu kita masuk dulu ya." Dua laki-laki itu pun pergi meninggalkan Joanna di sana.


Karena acara belum dimulai, Joanna memilih pergi dulu, dia akan membeli kado spesial untuk Gaby.


*******


"Anak-anak kalian dari mana punya baju bagus-bagus gini?" tanya Mei saat melihat anak-anak asuhnya memakai baju yang bagus dan mahal.


"Om Darren yang memberikannya pada kami," ucap Niki.


Mei menatap Darren yang berdiri di sampingnya sedangkan Darren hanya tersenyum tipis ke arah Mei.


"Terimakasih ya," ucap Mei dengan nada halus.


"Jangan berterimakasih terus, sebagai calon kakak ipar mereka, sudah seharusnya aku memberikan mereka apa yang aku punya."


"Aku benar-benar beruntung memiliki kamu."


"Aku yang beruntung memiliki kamu. Udah yuk kita pergi sekarang sebelum Gaby tiba di tempat acaranya berlangsung."


Mei mengangguk lalu segera mengajak anak-anak asuhnya masuk ke dalam mobil Darren.


Mereka pun memulai perjalanan mereka. Darren mengemudi dengan hati-hati agar mereka tiba di tempat tujuan dengan selamat!


"Ini tempatnya, kita turun yuk!" ucap Darren sembari membuka pintu mobilnya.


"Wah tempatnya indah sekali," ucap Amel.


"Nanti di dalam kan ada banyak makanan dan minuman kalian boleh makan sepuasnya dan minum sesuai yang kalian inginkan," ucap Darren pada anak-anak asuhnya Mei.


"Terimakasih Om."


"Sama-sama."


"Gaby dan keluarga belum datang ya?" tanya Mei.


"Kayaknya belum, kita tunggu di sini dulu ya," sahut Darren.


Baru Darren akan mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, rombongan mobil keluarganya sudah tiba di sana.


"Itu mereka!" Darren mengarahkan jari telunjuknya pada dua mobil yang mengarah ke arah mereka.


"Aduh sebenarnya kita mau ngapain Nek, kenapa mata aku ditutup?" ucap Gaby yang baru turun dari mobilnya.


Setelah setengah perjalanan dari rumahnya Aryanti memang sengaja menutup mata Gaby agar Gaby tidak tahu ke mana mereka membawanya.


"Ada deh ini rahasia," ucap Isabella.


"Tante Bella jangan bikin aku penasaran dong. Aku boleh buka penutup mataku nggak?"


"Jangan dulu dong, sebentar lagi kok."

__ADS_1


Bella menuntun Gaby untuk masuk ke dalam gedung itu!


Setelah mereka berada di dalam gedung itu dan sudah berada tepat di depan kue ulang tahun milik Gaby, barulah Aryanti membuka penutup mata yang menutupi mata Gaby.


"Surprise!"


Bersamaan dengan dibukanya penutup mata itu, semua orang di sana mengucapkan kalimat 'suprise' secara bersama-sama.


Gaby menatap kue di depannya lalu mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


"Wah ada acara apa ini?" ucap Gaby sembari terus menatap tempat setiap sudut ruangan itu.


"Selamat ulang tahun," ucap Darren sembari memberikan sebuah kado pada Gaby.


"Papa gak lupa sama hari ulang tahun aku?"


"Gak mungkin Papa lupa sama hari spesial ini."


"Ya udah kalau gitu kita mulai aja acaranya kita tiup lilin dulu dan setelah itu potong kue," ucap Bella dengan penuh semangat.


Mereka pun memulai acaranya dengan penuh kebahagiaan.


"Enak ya jadi orang kaya, ulang tahun aja dirayain sampai mewah begini," ucap Amel sembari terus menatap Gaby yang begitu disayang oleh keluarganya.


"Iya ya, dia berlimpah harta dan kasih sayang sedangkan kita, orang tua saja tidak punya," ucap Alif.


"Kalian bicara apa? Meskipun kita gak punya orang tua tapi kita punya kak Mei, apa selama ini kasih sayang dia terhadap kalian itu kurang?" ucap Bayu.


Alif dan Amel menggelengkan kepalanya lalu kembali fokus pada acara itu.


"Selamat ulang tahun sayang." Mei berjalan mendekati Gaby lalu memberikan sebuah kado pada gadis kecil itu.


"Mama Mei, Mama juga datang?" Gaby semakin bahagia saat tahu Mei juga ada di sana.


Tak lama Joanna juga datang ke sana, dia berjalan mendekati Gaby untuk memberikan kado yang dia bawa pada Gaby!


Namun sebelum Joanna tiba di dekat Gaby, Gaby sudah lebih dahulu bersembunyi di belakang Darren karena takut pada Joanna.


"Kenapa ada Tante jahat? Siapa yang mengundang dia? Aku takut Pa," ucap Gaby pada Darren.


"Siapa yang kamu maksud sayang?" ucap Aryanti.


Gaby mengarahkan jari telunjuknya pada Joanna yang sedang berjalan semakin dekat ke arahnya.


Semua orang di sana mengikuti arah jari telunjuk Gaby, tiba-tiba Aryanti langsung merasa emosi saat tahu Joanna lah orang yang dimaksud oleh Gaby.


"Siapa yang mengundang Joanna ke sini?" ucap Aryanti.


Tak tinggal diam, setelah Joanna bergabung bersama mereka, Bella menghalangi Joanna agar tidak semakin dekat pada Gaby.


"Dasar wanita gak tahu diri. Ngapain lo datang ke sini?" ucap Bella dengan nada ketus.


"Apa salahnya aku datang ke acara ulang tahun anakku sendiri?" sahut Joanna, menyombongkan dirinya.


Dia pikir karena dirinya adalah Ibu kandung Gaby keluarga Darren akan menerima dirinya begitu saja di hari bahagianya Gaby.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2