Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 12


__ADS_3

Setibanya di Pasar tradisional tempat biasa Mei nongkrong, Darren memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus mobil dan setelah itu Aryanti dan Darren turun dari mobilnya!


Mereka berjalan menuju tempat biasa Mei nongkrong bersama teman-temannya!


"Ma, emang orang itu kerja sebagai apa di sini?" tanya Darren.


"Keamanan," sahut Aryanti singkat sembari terus berjalan.


"Maksudnya satpam?"


"Bukan, tapi lebih ke pemilik kekuasaan daerah sekitaran sini."


"Udah pasti itu pekerjaan preman yang sukanya malakin orang yang mau lewat."


"Kamu kalau gak tahu apa-apa mending diam. Jangan berpikiran buruk sama orang lain."


"Ma kalau gak gitu dari mana mereka dapat uang? Siapa yang mau menggaji preman seperti mereka? Gak mungkin pemerintah kan."


"Kalau dia suka malakin orang yang lewat daerah sini, apa kamu pernah ada yang malak? Kamu kan sering lewat sini dan kalau memang Mei bukan orang baik-baik pastinya dia meminta bayaran karena telah menolong Mama waktu itu dan lagi kalau dia orang jahat dia pasti mengambil uang Mama saat Mama pingsan tapi kamu tahu sendiri, dia malah mengantarkan Mama ke rumah sakit dan semua barang-barang Mama utuh tuh, gak ada yang bilang satupun juga."


"Mama pasti udah kemakan ucapan manisnya dia jadinya Mama gini nih, selalu ngebelain dia padahal dia itu bukan siapa-siapa kita."


"Ssst, diam! Itu Mei."


Aryanti meminta Darren untuk berhenti membicarakan Mei karena dirinya sudah melihat Mei sedang duduk dengan posisi membelakangi mereka.


"Mei!" ucap Aryanti sembari menyentuh bahu Mei dari belakang.


Mei pun berbalik untuk melihat orang yang memanggilnya!


"Kamu!" ucap Darren saat melihat wajah Mei.


"Astaga, seluas gini alam dunia tapi aye ketemunya sama kamu lagi, kamu lagi," ucap Mei.


"Ma, Ma ini nih orang yang tadi menculik Gaby," ucap Darren sembari memegangi tangan Aryanti.


"Enak aja kalau ngomong. Kamu jaga ya ucapan kamu itu, ngapain saya menculik anak itu, bikin ribet aja."


"Heh preman kampung, kamu pasti sudah meracuni Mama aku dengan perkataan manis mu yang palsu itu kan."


"Kalau aye preman kampung terus Anda mau apa? Gak suka, pergi sana lagian aye gak minta Anda untuk datang ke sini. Soal penculikan Gaby, noh di Taman tempat Gaby bermain bersama wanita itu ada CCTV-nya Anda bisa cek di sana. Udah untung aye anterin Gaby ke sekolah kalau gak, mungkin anak itu udah direbus sama penculiknya."


"Udah! Udah jangan bertengkar lagi. Mei maafkan anak saya ya. Saking sayangnya sama anaknya dia jadi seperti ini," ucap Aryanti.

__ADS_1


"Maaf Bu, ada perlu apa ya Ibu datang ke sini sore-sore gini?" tanya Mei.


"Nanti malam saya mau menghadiri acara pesta pernikahan teman. Kamu bisa gak ikut saya untuk mengawal saya?"


"Maaf ya Bu, bukan apa-apa nih. Aye ada urusan yang gak bisa aye tinggal nanti malam."


"Tolonglah Mei, untuk malam nanti saja."


"Pekerjaan apa yang dikerjakan malam-malam? Kamu mau merampok?"


"Darren! Jaga bicara kamu ya."


"Kamu mau aye rampok? Apa yang kamu punya selain harta dan anak? Kalau cuma punya itu aja, sorry aye gak minat. Harta aye udah punya meski gak banyak, anak, aye gak mau karena aye tidak akan bisa menjadi ibu karena aye belum pernah menjadi ibu."


"Pintar sekali kamu bicara."


"Maaf Bu, sepertinya aye emang benar-benar gak bisa ikut deh. Ibu kan punya anak laki-laki kenapa gak ajak dia aja."


"Mei tolonglah, saya sangat merasa malu dan tidak enak dengan apa yang dikatakan anak saya ini sama kamu. Atas nama dia, saya minta maaf ya."


"Kenapa Ibu minta maaf, Ibu tidak salah dan lagi aye gak marah kok dibilang preman kampung oleh anak Ibu karena saya merasa saya bukan preman kampung dan saya juga tidak pernah melakukan kejahatan apa pun."


*******


"Bang, tumben Mei belum pulang padahal biasanya jam tiga udah pulang tuh anak," ucap Saroh.


"Tumben Abang nungguin anak itu."


"Nanti malam, Mario dan Babeh nya mau datang kemari."


"Serius Bang?" Saroh bertanya sembari menatap Rojak dengan senyuman sumringah di bibirnya.


"Iya, katanya si Mario mau kenalan ama si Mei. Sekarang lu siapin dah baju buat dia yang bagus yang biasa dipakai ama perempuan."


"Wah kalau gitu aye mesti bongkar lemari pakaian milik Mei. Aye kudu pilih baju yang bagus buat dia.


"Lu kerjain dah tugas lu ya."


Saroh pun segera masuk ke dalam rumahnya dan langsung menuju kamar Mei untuk mencari pakaian yang biasa dipakai oleh gadis pada umumnya.


Sehari-hari Mei hanya mengenakan baju kaus oblong dan celana jeans saja dia tidak pernah memakai pakaian seksi seperti gadis pada umumnya yang seusianya.


Sebenarnya Mei bukan tidak punya pakaian seperti gaun dan dress seperti para gadis lainnya hanya saja Mei tidak nyaman menggunakan pakaian seperti itu apalagi rok-rok pendek yang menampakkan lutut sampai paha nya.

__ADS_1


Mei lebih nyaman mengenakan celana jeans karena lebih mudah bergerak dan tidak memperlihatkan kakinya.


*******


"Mau dijemput atau mau datang ke rumah saya sendiri?" tanya Aryanti setelah Mei menyetujui permintaannya.


"Aye jalan sendiri aja Bu, naik taksi atau bawa angkot punya Babeh."


"Oh ya udah kalau gitu. Nanti saya share_lock ya."


"Iya Bu." Mei tersenyum meski sedikit dipaksakan.


Sebenarnya Mei tidak ingin ikut dengan Aryanti tapi dirinya sudah terlanjur berjanji pada Aryanti kalau sesekali dirinya akan menemani Aryanti berpergian untuk mengkawal nya.


"Ingat, ke pesta jangan pakai pakaian preman gini, nanti yang ada keluarga aku dibuat malu oleh penampilan kamu."


"Anda tenang saja, aye tahu harus berpakaian seperti apa."


"Ya udah Mei kalau gitu saya permisi dulu. Ditunggu ya nanti jam delapan malam."


"Iya Bu, aye pasti datang kok."


*******


"Mama kemana?" tanya Wiliam pada Isabella.


William sudah mencari Aryanti di sekeliling rumahnya namun dirinya tidak menemukan sang istri, akhirnya dirinya menanyakan pada Isabella.


"Mama lagi pergi buat nemuin Mei," sahut Isabella.


"Mau ngapain?"


"Katanya sih mau diajak menghadiri pesta pernikahan teman Papa dan Mama."


"Oh, segitu takutnya Mama kamu sampai harus membawa bodyguard padahal pengawasan di sana sudah sangat ketat."


"Gara-gara mau dirampok, Mama jadi penakut Pa."


Tak lama, Darren dan Aryanti pun tiba di rumahnya, mereka langsung duduk di ruang keluarga bergabung bersama Isabella dan Wiliam.


"Gak sabar pengen cepat malam," ucap Aryanti.


"Mau memamerkan bodyguard kampung aja sampai segitunya," ucap Darren.

__ADS_1


"Awas kalau jatuh cinta," ucap Isabella.


Bersambung


__ADS_2