Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 52


__ADS_3

Darren mau menatap Mei dengan senyum percaya diri. Dirinya yakin kalau Mei tidak akan menolak lamarannya.


"Sebenarnya kalau untuk nikah, aye masih mikir-mikir Om, Tante. Soalnya aye ada sesuatu urusan yang nantinya akan menimbulkan perdebatan saat sudah bersuami," ucap Mei.


"Kamu mencintai Darren kan?" tanya Aryanti.


"Tentu saja iya, aye cinta sama dia dan juga Gaby."


"Terus apa yang membuat kamu tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini?"


"Karena aye ... aye."


"Bayu dan yang lainnya? Apa karena mereka kamu belum mau menikah?"


Mei menatap Aryanti dengan tatapan dalam, dihatinya dia berkata 'Ya' bahwa dirinya terlalu berat untuk meninggalkan mereka.


"Kami sudah tahu semuanya karena Darren udah cerita. Kami sudah membelikan rumah untuk kalian tinggal bersama anak-anak asuh kamu itu dan satu lagi, kami sudah mendaftarkan mereka semua sekolah di sekolah yang sama dengan Gaby," jelas Aryanti.


Mei tersenyum lebar, air mata kebahagiaan tak terasa luruh dari pelupuk nya.


"Ini serius? Om dan Tante gak keberatan jika aye tetap bersama mereka?"


"Kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan Darren dan kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan kami semua. Asal kamu bahagia apapun akan kami lakukan, uang bisa dicari tapi cinta sejati hanya datang satu kali," ucap Wiliam.


"Alhamdulillah, terimakasih Om, Tante. Kalian sudah sangat baik pada aye dan juga keluarga aye."


"Sekarang semuanya sudah jelas, jadi bagaimana ... kamu mau gak nikah sama aku?"


"InsyaAllah aye siap."


"Alhamdulillah," ucap semua orang yang ada di rumah itu.


Setelah acara lamaran itu tak lama mereka melangsungkan acara pernikahan.


Satu bulan setelah lamaran.


Di rumah orang tua Mei mereka melangsungkan acara akad pernikahan dan kini setelah akad pernikahan selesai mereka sudah bersiap untuk pergi ke gedung resepsi.


"Kakak gagah, keren lagi," ucap Bella.


"Terimakasih tapi dari dulu emang kakak keren kan."


"Iya sih tapi sekarang berbeda."


"Kamu juga cantik."


"Anak siapa dulu dong." Kedua kakak beradik itu terus bercanda ria di hari bahagia itu.

__ADS_1


"Kak Mei kamu cantik banget. Gak salah Kak Darren pilih kamu," ucap Bella pada Mei saat Mei datang setelah dari kamar mandi.


"Mama cantik banget. Aku bahagia punya Mama kayak Mama Mei." Gaby menatap Mei dengan senyum mempesona.


"Kamu juga cantik, semua wanita itu kan emang cantik kalau yang ganteng namanya laki-laki."


"Selamat ya kak. Semoga cepat punya dede bayi, jangan ngurusin kami terus," ucap Niki.


"Amin, terimakasih ya sayang tapi untuk ngurusin kalian, kakak gak akan pernah berhenti karena kalian adalah anak-anak kakak."


Setelah semua keluarga berkumpul, mereka pun langsung berangkat ke gedung resepsi!


"Bella ayo dong," ucap Aryanti.


Bella yang sedang fokus pada ponselnya pun langsung mengalihkan pandangannya pada sang Ibu.


"Sebentar Ma, aku lagi menghubungi teman aku. Aku mau ngenalin seseorang sama Mama dan Papa dan tentunya sama semua keluarga."


"Ya udah tapi jangan lama-lama ya mobil udah nunggu."


"Iya Ma, sebentar lagi kok ini."


*******


"Eh lihat penampilan gue, udah keren belum?" tanya Joni pada Dion dan Karen.


"Enak aja lu ngomongin, segini gantengnya dibilang pas-pasan. Muka gue mirip Shaheer Syeikh."


"Iya percaya, lu ganteng kayak Shaheer Syeikh tapi kalau dilihat dari ujung menara Eiffel." Karen dan Dion tertawa lepas sedangkan Joni hanya diam dalam hati yang kesal karena terus diledek oleh Dion dan Karen.


"Udah yuk berangkat. Lu berdua jangan lupa bawa kado."


"Udah lah, urusan kado udah dari jauh-jauh hari gue siapin."


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil milik orang tuanya Dion dan langsung melaju ke gedung tempat diadakannya resepsi pernikahan Darren dan Mei!


*********


Di gedung resepsi.


Darren dan Mei sibuk melayani tamu undangan yang memberikan doa restu untuk mereka sedangkan Bella, dia berdiri di luar gedung sambil terus menatap ke jalanan yang ada didepannya.


Gelisah mulai melanda karena orang yang ditunggu nya belum kunjung tiba.


Isabella berjalan mondar-mandir sambil sesekali melihat jam di tangannya!


"Mana sih Mario? Lama banget," gumam Bella.

__ADS_1


Ya, Mario lah yang sedang ditunggunya dan Mario lah orang yang akan Bella kenalkan pada orang tuanya.


Setelah pertempuran pertama mereka, Bella dan Mario sering bertemu dan kebetulan mereka memiliki banyak kesamaan dan akhirnya mereka memilih menjalin kasih yang serius dan akan menikah dalam waktu dekat.


Tak lama Mario datang dengan membawa mobilnya!


Senyum mengembang dari bibir Bella yang berwarna merah jambu.


"Udah nunggu lama ya?"


"Lumayan, untung aku gak lumutan gara-gara kelamaan di sini."


"Maaf ya, jalanan macet total."


"Ya udah, ayo aku kenalkan kamu sama orang tuaku dan keluargaku."


Mario tersenyum lalu menggandeng Bella. Mereka pun berjalan berdampingan dengan senyuman yang terus merekah di bibirnya.


Bella dan Mario terlihat serasi dengan warna pakaian yang senada yang mereka kenakan.


Pasangan kekasih itu terus berjalan menuju pelaminan karena orang tua Bella tengah berada di atas panggung pelaminan!


"Ma, Pa kenalin ini Mario, orang yang aku ceritakan waktu itu," ucap Bella pada Wiliam dan Aryanti.


Mei dan Darren menatap mereka berdua setelah mendengar nama yang disebutkan oleh Bella.


"Mario!" ucap Mei dan Darren bersamaan.


Semua orang yang berada di atas pelaminan itu menatap Mei dan Darren.


"Kalian kenal?" tanya Bella.


"Ya kenal lah, dia kan saingan kakak pas ngerebutin Mei," sahut Darren.


"Kalian?" Mario mengarahkan jari telunjuknya pada Darren lalu menatap Bella.


"Kak Darren adalah kakak aku."


Mario tertawa kecil. "Dunia sempit banget ya? Kita bertemu meski sudah memiliki kehidupan masing-masing."


"Jadi kalian pacaran, selamat ya," ucap Mei.


"Kebalik Mei, harusnya aku sama Bella yang ngucapin selamat sama kamu dan Darren. Selamat ya atas pernikahan kalian semoga sakinah mawaddah warahmmah."


"Amin."


Setelah itu Mario mencium punggung tangan Wiliam dan Aryanti, tadi dirinya belum sempat mencium tangan mereka karena pertemuan yang tak terduga itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2