Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 22


__ADS_3

"Selamat malam Om, Tante," ucap Mario yang baru tiba di depan rumah Rojak.


"Eh Mario, masuk-masuk! Orang tua lu mana?" ucap Rojak.


"Saya datang sendiri Om," sahut Mario.


"Ada apa? Lu mau ketemu anak gue ya?"


"Iya Om, itu pun kalau Om izinin."


"Pasti gue izinin lah. Lu duduk dulu dah biar Nyak nya Mei bikinin minum buat lu."


"Iya Om, terimakasih."


"Gue panggil anak gue dulu ya."


Rojak pun segera pergi meninggalkan Mario di ruang tamu rumahnya.


"Mei ada Mario noh di depan. Lu temui dia dah," ucap Rojak saat sudah berada di kamar Mei.


"Hah Mario, ngapain tuh anak kemari?"


"Ya mau ketemu lu lah masa mau ketemu sama angkot babeh."


"Iya-iya dah, aye temui dia dah."


"Lu kagak mau ganti baju apa pakai bedak dulu napa?"


"Kagak perlu, dia udah tahu aye yang asli. Dia datang palingan mau mutusin perjanjian perjodohan yang Babeh buat dengan Babeh nya."


"Udah jangan banyak ngomong, cepat keluar sono."


"Iya, pan tadi Babeh yang ngajak aye ngomong."

__ADS_1


Mei dan Rojak pun segera berjalan menuju ruang tamu rumahnya.


"Lama banget. Ngapain aja?" tanya Saroh yang sudah duduk bersama dengan Mario.


"Biasa anak lu tuh ngomel dulu."


"Babeh apaan, orang tadi Babeh sendiri yang ngajak aye berantem."


Mei duduk di samping Saroh lalu tersenyum manis pada Mario.


"Sebelumnya maaf nih Mario, kamu mau ngapain ke sini?"


"Aku mau ngajak kamu makan malam di luar tapi kalau diizinkan sama orang tua kamu."


"Yakin? Nanti kamu malah lari pas liat aye makan."


"Gak lah, selama kamu gak makan sama piring-piringnya."


"Ada-ada aja lu mah, emang lu pikir anak gue apaan."


"Maaf Om, anak Om kan beda dari yang lain."


"Udah, kalau mau ngajak aye makan ayo dah. Nyak, Beh boleh kan."


"Boleh dah asal jangan pulang terlalu malam aja."


"Terimakasih Om, kalau gitu boleh kan pergi sekarang?"


"Boleh dah, pergi dah lu pada."


"Ntar dulu, aye mau ganti baju dulu."


"Iya Mei, aku tunggu ya."

__ADS_1


*******


Di rumah Darren.


"Darren kok kamu tumben pulang telat, habis dari mana dulu?" tanya Sarah.


"Nyari Mama buat Gaby," sahut Darren santai.


"Nenek serius Darren. Tadi Gaby nangis pengen ketemu sama Mamanya."


"Nek, aku harus apa? Sampai saat ini aku belum menemukan perempuan yang cocok."


"Mau yang seperti apa lagi Darren, dari mulai yang muda sampai dewasa, dari yang dari menengah sampai kalangan atas sudah banyak yang menyukai kamu dan ingin sekali menjadi istri kamu masa dari segitu banyak gak ada satu pun yang kamu suka."


"Nek, aku gak mau sembarangan memilih istri, aku takut Joanna yang kedua hadir lagi di kehidupan aku."


*******


"Aye udah siap, ayo kita pergi." Mei berdiri di dekat lemari hias dengan sudah menggunakan baju dress dan dengan make_up tipis.


"Nah lu cantik kalau dandanan model begini Mei," ucap Saroh.


"Tiap hari juga aye mah cantik Nyak."


"Ya udah kita pamit sekarang ya Om, Tante," ucap Mario.


"Iya dah, hati-hati ya, ingat jaga diri bae-bae."


Mei dan Mario pun langsung pergi meninggalkan rumah, tak lupa sebelum pergi mereka mencium punggung tangan Saroh dan Rojak secara bergantian.


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2