Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 57


__ADS_3

Dari arah tempat parkir, seorang pria tampan berjalan sembari mencari-cari seseorang. Pemuda itu terlihat sangat tampan dengan gaya modis model kekinian. Dia berjalan ke arah Mei dan teman-temannya dan langsung memanggil Mei setelah dekat dengan mereka.


"Maisya Melanie!" serunya yang kini sedang berdiri di belakang Mei.


Mei dan teman-temannya menoleh ke arah suara dan Mei langsung beranjak dari duduknya saat melihat pemuda itu. "Hengky," gumam Mei. Mei langsung melangkah mendekat pemuda bernama Hengky itu.


"Dia datang terlambat," gumam Joni.


"Apa yang akan terjadi setelah ini?" ucap Karena pada Joni.


"Astaga. Dia bisa jadi penyakit dalam rumah tangga Mei," ucap Dion.


Tiga sahabat Mei itu berbicara dengan bisik-bisik agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh Hengky dan Mei. Wajar mereka berucap seperti itu karena Hengky adalah pemuda yang datang dari masa lalu Mei.


Hengky adalah pemuda yang dulu pernah menjalin hubungan percintaan dengan Mei, akan tetapi hubungan mereka berhenti di tengah jalan tanpa adanya kepastian. Dulu sekitar lima tahun ke belakang, Hengky pergi tanpa pamit dan tidak pernah ada kabar sedikit pun dan kini dia kembali setelah lima tahun menjalani hubungan tanpa kepastian dan setelah Mei sudah menikah dengan laki-laki lain.


Tanpa basa-basi, Hengky langsung memeluk Mei dengan sangat erat. Dia begitu rindu pada sosok perempuan yang dulu sampai sekarang masih ada dalam hatinya. Dengan sigap Mei, langsung mendorong Hengky hingga dia melepaskan pelukannya.


"Kenapa, Mei? Aku kangen sama kamu," ucap Hengky.


"Hubungan kita sudah lama usai. Rindumu sudah tidak berati apa-apa buat aye," ucap Mei.


"Kapan aku menyudahi hubungan kita. Aku tidak pernah mengatakan bahwa kita putus, aku masih mencintai kamu sama seperti dulu," ucap Hengky.


"Kamu kemana saja selama ini? Aye udah gak pernah mengharapkan kamu kembali. Aye udah bahagia dengan suami aye, mulai sekarang lupakan aye dan jangan pernah ungkit masa lalu," jelas Mei.


Pernyataan Mei membuat Hengky terkejut dan tak percaya. Dirinya begitu mencintai Mei dan selalu setia padanya tapi ternyata Mei malah menikah dengan laki-laki lain. Hengky menggeleng kepalanya, dia meraih tangan Mei lalu menggenggamnya erat.

__ADS_1


"Kamu bercanda 'kan?" tanya Hengky berharap perkataan Mei hanya candaan semata.


"Aye serius, Hengky. Aye pikir, kamu tidak akan pernah kembali karena kamu pergi tanpa pamit dan selama ini kamu juga tidak pernah ada kabar. Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar, aye sudah cukup lama menanti kamu datang tapi nyatanya kamu tidak pernah kembali hingga akhirnya aye, bertemu dengan laki-laki lain yang kini menjadi suami aye. Maafkan aye," ucap Mei.


Hengky melepaskan tangan Mei dari genggamannya. Terlihat Hengky begitu kecewa dengan semua pernyataan Mei, dirinya pergi demi mencapai kesuksesan tapi setelah dirinya kembali dengan kesuksesan yang dia kejar, ternyata gadis yang dicintainya sudah menjadi milik orang lain.


"Aku pergi untuk mencapai kesuksesan. Aku ingin masa depan kita cerah tapi apa yang kamu lakukan, Mei. Kamu menghancurkan semua impian dan harapanku," ucap Hengky dengan suara melemah.


Mei hanya diam, dirinya merasa bersalah karena sudah membuka hati untuk Darren dan melupakan Hengky yang sudah lebih dahulu memiliki impian indah bersamanya. Mei tak dapat berkata apa-apa karena dia merasa tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.


"Cara kamu pergi itu salah. Seharusnya kamu berpamitan sama aye agar aye tidak berpikir buruk tentang kamu. Aye pikir kamu pergi dan sudah melupakan aye karena sudah bertahun-tahun lamanya kamu tidak pernah menghubungi aye lagi," jelas Mei.


"Aku pergi tanpa pamit karena waktu itu, saat aku mau menemui kamu, kamu nya gak ada di rumah. Tetangga kamu bilang katanya kamu dan keluarga sedang berkunjung ke rumah kerabat kamu. Waktu itu aku berpikir akan menelpon kamu saat aku tiba di perantauan tapi ternyata handphoneku hilang, aku kecopetan saat dalam perjalanan menuju luar kota," jelas Henky.


"Penjelasan ini tidak akan berarti apa-apa buat aye. Lupakan aye dan carilah pengganti yang lebih baik dari aye," ucap Mei.


Hengky hanya diam dalam seribu bahasa. Sedikit pun dirinya tidak rela Mei dipersunting oleh orang lain.


"Aku tidak terima ini. Sampai kapan pun kamu hanya boleh menjadi milik aku. Aku akan merebut kamu dari suami kamu karena kamu hanyalah milikku, hanya aku yang boleh memiliki kamu," batin Hengky lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa gunungan kekecewaan.


Mei tetap berdiri sembari menatap kepergian Hengky, ada rasa yang tidak bisa dijelaskan dalam hatinya. Yang pasti, dirinya tidak akan pernah kembali pada Hengky lagi.


"Mei, lu aman 'kan?" tanya Dion sembari menepuk punggung Mei.


"Hah! Ya, tentu saja. Aye baik-baik saja," ucap Mei yang sedikit terkejut dengan perkataan Dion.


"Dah yuk! Lanjut ngopi. Kopi lu keburu anyep noh," ucap Dion lagi sembari mengarahkan Mei kembali ke tempat duduknya semula.

__ADS_1


"Mei, lu yakin bae-bae aja? Gue lihat, lu agak berbeda setelah bertemu Hengky," ucap Joni.


"Beda gimana? Aye tidak merasa ada yang berubah," ucap Mei menyangkal perkataan Joni.


"Jangan sampai kehadiran Hengky menjadi bumerang dalam pernikahan lu sama duda nyebelin itu. Biar tuh duda nyebelin tapi hatinya bae," ucap Karena lalu memberikan kopi dalam gelas pada Mei.


"Apa yang kalian semua pikirkan? Aye udah gak ada apa-apa lagi sama dia. Bukannya selama ini kalian tahu kalau aye udah kagak pernah nyari dia lagi, dia udah gak ada artinya lagi dalam kehidupan aye," jelas Mei.


"Bukannya gitu, Mei. Masalahnya dulu, lu cinta banget sama dia," ucap Karen.


"Itu dulu. Laen sama sekarang, dahlah gak usah bahas dia lagi. Aye mau keliling pasar dulu. Kangen juga sama orang-orang pasar," ucap Mei sembari beranjak dari duduknya.


Dengan langkah kaki yang panjang, Mei melangkah memasuki pasar itu. Dia memerhatikan setiap pengunjung di sana, memastikan bahwa pasar yang berada dibawah keamanannya itu benar-benar aman dari pelaku kejahatan.


"Mei! Ini beneran elu?" tanya salah satu pemilik toko pakaian.


"Ya iyalah. Emang sapa lagi?" sahut Mei setelah menoleh ke arah ibu itu.


"Pengantin baru, udah keliaran di mari aja," ucap ibu itu lagi.


"Aye kangen ama orang-orang yang ada di pasar ini," jelas Mei.


Dari kejauhan. Hengky terus saja membuntuti Mei dan terus memerhatikan permpuan yang pernah dicintainya dan sampai saat ini pun masih dicintainya. Dia ingin tahu siapa laki-laki yang sudah berhasil mendapatkan cinta Mei sehingga Mei begitu mudah melupakannya.


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2