Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 79


__ADS_3

"Singkirkan tanganmu dari sana!" Mei berusaha untuk berpindah tempat untuk menghindari sentuhan gila dari mantan kekasihnya itu.


"Kenapa, Sayang? Kita sudah menikah. Aku halal menyentuhmu," ucap Hengky dengan suara lembut.


Pernikahan kita tidak sah, Hengky. Kamu melakukan banyak kebohongan demi pernikahan ini. Aye tidak mau menjadi istri kamu!" Mei terus berbicara dengan berteriak karena Hengky sudah tidak bisa diajak bicara baik-baik.


Di dalam kamar itu, Hengky terus saja melakukan apa yang dia mau. Baginya, mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri hingga tanpa ragu, dia menyentuh bahkan memainkan apa yang seharusnya tidak dia lakukan.


"Tolong! Siapa pun tolong aye!" teriak Mei yang sudah putus asa karena tak dapat menghindar dari Hengky. Dirinya tak dapat bergerak bebas dengan keadaan tangan dan kaki yang terkunci rapat.


Di luar kamar itu.


Dua asisten rumah tangga di rumah itu merasa kasihan pada Mei tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena mereka tidak punya kekuatan untuk melawan majikannya. Mereka hanya bisa mendengar suara teriakan Mei yang terdengar begitu keras di ruangan itu tanpa bisa menolongnya. Kasihan hanya tinggal kasihan, mereka sendiri tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong tawanan majikannya itu.


"Kasihan sekali, mbak itu," ucap salah satu asisten runtuh tangga itu.


"Iya. Mau bagaimana lagi, kita tidak bisa membantunya," ucap rekannya.


*******


Di kota tempat Mei dan keluarganya tinggal.


Saat ini Darren sedang berada di kantor polisi. Dia dipanggil oleh kepala kepolisian karena ada sesuatu yang harus mereka tanyakan pada Darren. Di depan laptop itu, Darren memperhatikan rekaman CCTV yang mereka dapatkan dari rekaman cctv yang terdapat di beberapa jalan.


Darren tak melihat adanya Mei dalam rekaman pertama tapi di rekaman kedua dia melihat motor istrinya di kendaraan oleh seseorang tapi bukan Mei. Darren meminta polisi itu untuk menjeda pemutaran video itu karena dirinya melihat motor sang istri.

__ADS_1


"Ini motor istri saya, Pak. Tapi kenapa bukan istri saya yang mengendarai motor itu?" ucap Darren sembari menunjuk motor milik Mei.


"Mereka menuju rumah sakit. Lanjutan pemutarannya, semoga kita menemukan titik terang," ucap petugas kepolisian yang satu lagi.


Mereka pun melanjutkan memerhatikan rekaman itu. Dalam video itu mereka melihat dua orang menggunakan penutup wajah, menggotong Mei dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit itu, terlihat dengan jelas, darah mengalir di bagian pundak Mei.


"Itu istri saya, Pak. Dia terluka," ucap Darren dengan kekhawatiran yang begitu besar saat dirinya tahu Mei terluka.


"Pak, tolong cepat temukan istri saya," ucap Darren lagi.


"Kita sedang berusaha, dalam rekaman ini, mereka membawa istri, Anda pergi lagi. Kami akan segera menemukan istri, Anda," jelas petugas kepolisian.


Mereka pun melanjutkan memutar video berikutnya yang didapat dari Jala lain. Mobil hitam itu menuju sebuah lokasi hingga sampai mereka memutar beberapa rekaman CCTV mereka mengetahui bahwa Mei dibawa ke luar kota dengan menggunakan mobil berwarna silver. Mereka pun langsung mencatat nomor plat mobil itu dan akan segera melakukan pelacakan terhadap mobil tersebut.


*******


"Hentikan pencarian. Mei udah dipastikan tidak ada mari. Dia dibawa ke luar kota oleh penculiknya," ucap Dion pada Joni dan juga Babeh Rojak.


Saat sedang mencari Mei, kebetulan mereka bertemu di satu titik. Mereka sempat beristirahat sejenak sebelum akhirnya mereka mulai mencari lagi. Namun saat mereka hendak menyebar lagi tiba-tiba Dion mendapatkan pesan dari Darren yang meminta menghentikan pencarian karena sudah jelas, Mei dibawa kabur ke luar kota oleh seseorang.


Dion pun segera memberitahu Joni dan Babeh Rojak untuk menghentikan pencarian terhadap Mei. Dion pun menyarankan agar Babeh Rojak segera pulang karena dia terlihat sudah kelelahan sedangkan dirinya dan Joni pergi ke pasar. Mereka tidak bisa ikut mencari ke luar kota, biarlah sekarang menjadi tugas polisi sepenuhnya.


Mereka tidak mungkin ikut ke luar kota karena di sini mereka memiliki tanggung jawab yang besar pada pekerjaan. Mereka juga berpikir bahwa polisi pasti akan membawa Mei pulang, mereka memilih memercayakan kasus ini pada ahlinya, yaitu polisi.


*******

__ADS_1


Di luar kota.


Di kamar itu.


Hengky masih bermain-main dengan tubuh Mei. Merasa kesulitan untuk memainkan area bawah sana, Hengky membuka rantai yang mengikat kaki Mei agar kaki Mei bisa terbuka lebar dan dirinya lebih leluasa untuk bermain di sana. Tanpa pikir panjang dia pun meraih anak kunci yang dia gantung di gantungan yang menempel di balik pintu, dia pun membuka gembok itu.


Hasrat ingin mendapatkan Mei begitu besar hingga dia tidak berpikir dan melupakan bahwa Mei bukanlah perempuan sembarangan. Setelah berhasil membuka rantai itu, dia melemparkan rantai itu dan dengan cepat membuka kaki Mei dengan lebar, dia sudah tak sabar ingin menyentuh dan memainkan harta karun Mei yang sangat berharga itu.


Merasa punya kesempatan. Mei pun segera menggerakkan kakinya, menendang bagian tulang rusuk laki-laki yang sedang berusaha menurunkan rok kebayanya. Dengan cepat dia berdiri dan mrnjsuhi Hengky yang kini tengah meraung kesakitan.


Hengky langsung terpental saat menerima tendangan Mei yang begitu kuat. Selama ini memang tendangannya yang menjadi andalan kekuatannya.


"Aah, kamu pikir kamu bisa lari dariku, Maisya Melanie!" teriak Hengky.


Dia mencoba bangkit dari sana dan berjalan mendekati Mei. Tak ingin dirinya dilecehkan lagi oleh Hengky. Mei berusaha melawan laki-laki itu dengan kakinya. Hengky memeluk tubuhnya hingga Mei tidak bisa bergerak, tapi dia tidak kehabisan akal, dia menginjak kaki Hengky hingga laki-laki itu kembali berteriak kesakitan.


Mendengar majikannya meraung kesakitan, seorang asisten rumah tangga itu segera membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci itu. Hal itu membuat Mei mempunyai kesempatan untuk kabur. Dengan tangannya yang masih terborgol, dia berlari ke luar dari kamar itu. Sementara asisten rumah tangga itu membantu Hengky untuk berdiri dan membawanya duduk di tepi ranjang.


Di ruangan depan tepatnya di depan pintu utama rumah itu. Mei berusaha membuka pintu itu dengan kakinya, rok panjang stelan kebaya yang dia pakai membuatnya kesulitan hingga asisten rumah tangga Hengky merasa kasihan pada Mei dan akhirnya dia membukakan pintu itu untuk Mei.


"Pergilah, Mbak," ucap asisten rumah tangga itu.


"Makasih banyak, Mbak," ucap Mei lalu segera keluar dari rumah itu.


Mei berlari sekencang-kencangnya agar tidak terkejar oleh Hengky. Namun setibanya di pintu gerbang itu, Mei merasa kesulitan untuk membukanya. Dia kebingungan bagaimana cara keluar dari sana, gerbang itu terlalu tinggi untuk dilompati.

__ADS_1


"Mbak! Lewat sini," ucap asisten rumah tangga yang tadi membukakan pintu untuk Mei. Mei pun segera berlari ke pintu keluar itu dan akhirnya dia berhasil keluar dari rumah mewah milik Hengky.


Bersambung


__ADS_2