Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 49


__ADS_3

Darren sudah tiba di rumah orang tua Mei.


Dia segera turun dari mobilnya lalu membukakan pintu mobilnya untuk kedua calon mertuanya lalu membuka pintu depan mobilnya karena Mei duduk di bangku depan bersamanya.


"Ayo Mei, aku bantu ya," ucap Darren dengan suara lembut.


Mei tersenyum lalu mulai turun dari mobil milik Darren itu!


"Hati-hati, mau aku gendong?"


"Yang sakit leher aye, bukan kaki aye."


"Iya aku tahu tapi gak mungkin aku menawarkan untuk menggantung leher kamu kan."


"Malah bercanda."


"Aku serius Mei."


Mei tak berucap lagi, dia terus berjalan menuju pintu rumahnya dengan Darren yang terus bersiaga di samping Mei.


Mei yang masih lemah menang membutuhkan penjagaan lebih karena takutnya dia tiba-tiba terjatuh karena kakinya tak kuat menahan berat tubuhnya.


Didepan mereka, Saroh dan Rojak terus berjalan hingga sampai didepan pintu rumahnya.


Mereka tak ikut campur dalam percakapan antara Darren dan Mei, mereka memilih diam dan membiarkan mereka.


Saroh segera membuka pintu rumahnya dan mulai memasukinya!


"Kalian duduk dulu deh dimari, Nyak mau bikin minum dulu buat kalian," ucap Saroh.


"Gak usah repot-repot tante," ucap Darren.


"Gak repot kok."


"Babeh mau ke kamar mandi dulu ya. Darren kalau kamu mau buang air kecil atau butuh ke kamar mandi, kamar mandinya ada di dapur ya."


"Iya Om, terimakasih."


Rojak pun langsung pergi meninggalkan Mei dan Darren di sana!

__ADS_1


"Apa masih sakit?" tanya Darren pada Mei yang duduk di sampingnya.


"Sedikit."


"Mau aku usap-usap atau tiupin?"


"Gak usah lagian gak terlalu sakit kok."


"Cepat sembuh ya."


"Iya. Kalau udah sembuh mau ngapain?"


"Ya aku gak bisa aja melihat kamu terluka seperti ini."


"Gak bisa atau malah senang karena bisa dekat-dekat sama aku terus?"


"Aku lebih senang kamu sehat karena kalau kamu sehat, galaknya bikin aku tambah cinta."


"Mulai deh gombalnya."


"Nggak gombal sayang, aku serius."


"Kenapa? Kamu seneng ya deket-deket sama aku?"


"Dih, percaya diri banget."


Darren nyengir kuda tapi tetap menatap Mei.


**********


Saat sedang berjalan di depan kantornya tak sengaja ponsel Isabella terjatuh.


Karena tak tahu, Isabella pun tetap melanjutkan langkahnya!


Mario yang melihatnya pun langsung menghampiri ponsel itu lalu mengambilnya!


"Mbak! Handphone nya jatuh!" seru Mario pada Bella.


Tak menyadari bahwa dirinya yang dipanggil, Bella pun tak menghiraukan orang yang berteriak itu.

__ADS_1


Mario berlari untuk menyusul Bella!


Di zaman serba modern ini pastinya ponsel adalah salah satu barang yang penting yang biasa digunakan oleh setiap orang.


"Mbak permisi," ucap Mario setelah tiba di dekat Bella.


"Iya Mas, ada apa?" ucap Bella.


"Dari tadi Mas nya manggil saya ya?" sambung Bella.


"Iya Mbak, ini saya mau mengembalikan handphone. Tadi saya lihat ini terjatuh dari tas Mbak."


"Oh, iya ini handphone saya. Terimakasih ya Mas, maaf karena tadi saya tidak sadar kalau Masnya manggil-manggil saya."


"Gak apa Mbak. Saya ngerti kok, Mbaknya pasti gak ngeh karena memang Mbaknya jalan sendiri."


"Sekali lagi makasih ya Mas. Oh ya mau makan siang bersama saya?"


"Mmmm gimana ya."


"Anggap aja ini sebagai tanda terimakasih saya sama Masnya, nanti biar saya yang traktir."


"Kalau gitu boleh deh tapi sebenarnya saya gak perlu tanda terimakasih saya ikhlas kok."


"Gak apa-apa Mas. Kenalin saya Isabella panggil aja Bella." Bella mengulurkan tangannya pada Mario.


Mario tersenyum lalu menjabat tangan Bella seraya menyebutkan namanya.


"Kalau gitu kita mau makan di mana?"


"Terserah Mbak aja, saya ikut aja."


"Baik, gimana kalau makan di restoran yang ada di depan sana. Kebetulan rasanya enak, saya suka makan di sana."


"Ya udah, silahkan jalan duluan atau mau pakai mobil?"


"Jalan kaki aja, lebih sehat." Mario dan Bella pun berjalan beriringan menuju restoran yang terdapat tak jauh dari kantor Bella itu.


Karena Darren tidak masuk kantor karena harus mengantarkan Mei pulang ke rumahnya, akhirnya Bella lah yang menggantikan posisi Darren selama dia tidak aktif di kantornya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2