Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 33


__ADS_3

"Darren aku mau kita bersama lagi, aku tahu aku salah tolong beri aku kesempatan satu kali lagi." Joanna bergelut manja dipangkuan Darren yang saat itu sedang duduk di kursi kerjanya.


Darren melepaskan tangan Joanna yang melingkar di lehernya lalu dia bangkit dari duduknya!


"Sudah ada yang merebut posisi kamu di hatiku. Aku harap kamu mengerti itu." Darren berucap dengan posisi berdiri membelakangi Joanna.


"Tidak mungkin. Darren kamu pasti bohong kan, kamu masih cinta kan sama aku?" Joanna berjalan kehadapan Darren lalu menatap laki-laki itu dengan tatapan dalam.


"Kenapa tidak. Kamu saja waktu masih memiliki hubungan pernikahan denganku bisa mencintai laki-laki lain apa lagi aku yang tidak mempunyai hubungan apapun dengan siapa pun dan wanita mana pun."


"Aku yakin ku masih mencintai aku."


"Tidak Joanna, tidak! Tolong jangan ganggu aku, aku sedang sibuk."


"Darren, tolong beri aku kesempatan satu kali lagi saja."


Darren menatap Joanna dengan tatapan tajamnya, dirinya mulai jengah dengan sikap Joanna saat itu.


"Kamu mau pergi sendiri atau perlu aku panggilkan satpam?"


"Darren ...."


"Pergi," ucap Darren dengan suara halus.


Joanna masih berdiri di tempatnya dengan mata yang terus menatap Darren.

__ADS_1


"Pergi!" seru Darren dengan suaranya yang tinggi.


Joanna terperanjat mendengar suara Darren yang terdengar begitu keras, selama berumahtangga dengan Darren, dirinya tak pernah mendengar Darren marah meski dirinya menyakiti Darren begitu dalam.


Joanna meneteskan air matanya lalu pergi dari ruang kerja Darren.


"Gak nyangka kamu sekasar ini padaku," ucap Joanna sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Darren.


Darren menatap kepergian Joanna, ada rasa bersalah karena sudah membentak wanita itu tapi dirinya tidak bisa bersikap manis lagi padanya karena sudah terlalu sakit hatinya.


"Sebenarnya masih ada sisa sedikit rasa cinta aku untuk kamu tapi aku takut kamu mengulangi kesalahan itu lagi. Lebih baik aku hapus saja semua rasa cinta untuk kamu jujur Mei sudah menempati tempat tertinggi di hati aku," ucap Darren didalam hatinya.


**********


"Mei lu cantik kalau pakai baju ginian," ucap Dion sembari memperlihatkan foto Mei saat makan malam bersama dengan Darren kemarin malam.


"Dari mana lu dapat foto itu?" tanya Mei.


"Dari sosial media instagram."


"Siapa yang posting foto aye? Kurang kerjaan banget tuh orang."


"Akun yang bernama Bella kesayangan Papa Mama."


"Eh Bella. Ngapain dia ngepost foto aye dan nama akunnya lebay banget tuh anak."

__ADS_1


"Kok jadi ngebahas akun? Tiap hari aja lu dandanan model beginian, gue yakin anak-anaknya konglomerat pasti klepek-klepek liat lu."


"Ngundang bahaya tahu gak dandanan model begitu tuh. Banyak orang yang mengalami pelecehan dan rata-rata mereka pakai pakaian kurang bahan."


"Lu benar banget Mei. Banyak laki-laki yang gak niat berbuat jahat tapi akhirnya mereka melakukan kejahatan karena melihat sesuatu yang terbuka dan terlihat jelas," ucap Joni.


"Hmm, setuju apa kata lu Jon," ucap Karen.


"Eh ngomong-ngomong lu udah mutusin mau milih siapa belum Mei?" tanya Karen.


"Gimana maksudnya, lu kalau bertanya yang mudah dimengerti dong."


"Lu mau pilih, Mario si bujang kaya dan ganteng atau mau milih Darren si duda CEO anak satu itu. Dua-duanya ganteng dan kaya."


"Gak tahu, aye bingung. Mereka tampan dan kaya. Kalau boleh aye pengen dua-duanya."


"Maruk amat lu jadi orang, sisain satu buat jomblo akut."


"Emang ada?"


"Ya gak tahu juga, gue kan punya Dion."


"Gue jomblo tapi kan gue laki-laki, masa terong ketemu terong," ucap Joni.


"Ngomong apa sih lu Jon?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2