Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik
bab 53


__ADS_3

Setelah seharian penuh mereka melakukan acara resepsi, kini hati sudah malam. Semua acara pun sudah selesai, kini tibalah saatnya mereka beristirahat.


Di rumah Darren.


Darren dan Mei sudah selesai dengan semua urusannya dan kini mereka tengah berada di dalam kamarnya.


Mei dan Darren duduk di tepi ranjang, mereka berdua saling bertatapan dalam waktu yang lama.


"Mei, aku boleh pegang tangan kamu?" tanya Darren dengan mata yang terus menatap Mei.


"Karena sekarang kita sudah menikah, kamu boleh memegang dan melakukan apa pun yang kamu mau dari tubuhku," sahut Mei.


Darren tersenyum tipis lalu meraih dan menggenggam tangan Mei!


"Aku bahagia karena akhirnya kita bisa menikah, aku bahagia karena aku bisa, memiliki kamu seutuhnya."


"Aye juga bahagia karena bisa memiliki kamu, laki-laki yang baik yang perhatian dan penyayang."


Darren tak berucap lagi, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Mei dan Mei pun mulai menutup matanya karena mengira Darren akan mencumbu nya.


"Mama!" Gaby masuk ke dalam kamar mereka dan langsung berlari ke arah Mei dan Darren!


Mei membuka matanya dan Darren pun langsung menjauh dari Mei, senyum geli terpancar di wajah mereka berdua.


"Gaby, kalau mau masuk kamar orang harusnya kamu ketuk pintu dulu," ucap Darren.


"Maaf Pa, aku mau tidur sama Mama, boleh kan?"


"Boleh dong sayang, ayo sini."


Darren cemberut karena Mei mengajak Gaby tidur di kamarnya.


Mei hanya tersenyum melihat wajah Darren yang sedang kesal.


"Gini ya rasanya nikah sama duda yang udah punya anak?" ucap Mei yang sudah berbaring di sebelah Gaby.


Darren menatap Mei dan Gaby lalu ikut berbaring di sebelah kiri Gaby.


"Bobo ya cantik," ucap Mei yang sudah memeluk Gaby dari samping kanan.


Darren ikut memeluk Gaby namun tangannya bergerak nakal diperut Mei.

__ADS_1


"Papa apa-apaan sih, diam dong tangannya aku jadi gak bisa tidur."


"Iya sayang, Papa juga maunya diam tapi kayaknya ada kecoa jadi Papa coba menangkapnya."


"Apa! Kecoa?" Gaby bangkit dari tidurnya lalu berlari menjauhi tempat tidur itu!


"Gaby ada apa?" tanya, Mei.


"Aku takut kecoa Ma, ayo kita tidur di kamar aku aja."


Mei menatap Darren dan Darren hanya tersenyum menanggapi tatapan Mei.


"Ya udah, ayo kita tidur di kamar kamu aja." Mei mengajak Gaby keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Gaby!


"Gaby, kamu kok keluar dari kamar Papa, habis ngapain?" tanya Sarah.


"Aku mau tidur sama Mama jadi aku pergi ke kamar Papa tapi gak jadi tidur di kamar Papa karena ada kecoa."


"Ada kecoa? Di kamar Papa ada kecoa?"


"Iya Nek, kata Papa kecoanya masuk ke dalam baju Mama. Papa udah coba nangkap kecoa itu tapi kecoanya kabur."


Mei yang merasa malu, hanya bisa menyembunyikan pipi merahnya dengan cara menundukkan kepalanya.


"Oh ada kecoa, ya udah kamu tidur sama Nenek aja yuk! Mama kamu kotor karena tadi ada kecoa yang masuk ke dalam bajunya."


Mei tak bisa berkata apa-apa karena tahu Neneknya pasti mengerti dengan kenakalan Darren padanya.


"Nenek benar sayang, jijik tahu tadi Mama ada kecoanya," ucap Darren.


"Iih kamu apaan sih, orang anaknya mau sama Mamanya malah digituin," ucap Mei.


"Ya sabar dulu dong Darren, toh masih ada hari esok," ucap Wiliam yang kebetulan lewat di sana.


Mei semakin malu mendengar ledekan dari Ayah mertuanya.


"Papa kayak gak pernah muda aja."


"Papa juga waktu nikah sama Mama gitu kok. Gak sabaran," celetuk Aryanti.


"Permisi, aye mau ke kamar mandi sebentar," ucap Mei lalu kembali masuk ke kamar Darren.

__ADS_1


Karena malu, akhirnya Mei memilih pergi dari tempat itu!


"Malu kan tuh Mei nya. Papa sama Mama sih, ngapain coba ngomongin yang gituan."


"Gaby, kamu tidur sama Nenek aja yuk," ucap Sarah.


"Ya udah ayo. Mama biar mandi dulu deh karena tadi abis ada kecoa yang merayap di perutnya."


Gaby pun berjalan bersama dengan Sarah menuju kamarnya!


Darren segera masuk ke kamarnya untuk menyusul Mei!


Setibanya di dalam kamar, Darren melihat Mei yang sedang duduk di kursi yang ada didepan meja rias.


Dia pun mengunci pintu kamarnya agar tak ada yang mengganggunya lagi.


Setelah itu Darren berjalan dan mengangkat tubuh Mei membawanya ke atas tempat tidur!


"Kamu siap?"


Mei mengangguk pelan.


Darren pun membaca doa lalu mulai melakukan kewajibannya.


Mereka pun melakukan kewajiban sebagai suami istri pada saat malam pertama mereka menikah.


Darren akhirnya jatuh cinta pada wanita yang awalnya sangat dia benci dan akhirnya dirinya bisa memiliki wanita yang biasa dia panggil dengan nama preman pasar itu.


*******~~Tamat~~*******


Teman-teman, karya ini sudah tamat, terimakasih sudah mendukung karya ini sampai tamat.


Semua berakhir bahagia ya, Darren bisa menikah dengan Mei dan anak-anak asuhnya Mei juga bisa hidup normal seperti anak pada umumnya. Mereka bisa sekolah dan merasakan kasih sayang orang tua dari Mei dan Darren.


Mario, Mario akhirnya mendapatkan Bella sebagai pengganti Mei yang lepas dari genggamnya kini Mario dan Bella sudah memiliki hubungan yang serius dan akan menuju pelaminan.


Dan Joanna, orang yang jahat pasti akan menerima akibat dari perbuatannya, kini dia mendekam di penjara karena harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.


Pada hakikatnya setiap manusia akan menemukan ganjaran dari perbuatannya sendiri, jika dia baik makan kebaikan pula yang akan dia dapatkan dan jika dia buruk makan keburukan juga yang akan dia dapatkan terkecuali orang itu bertaubat dan memohon ampun pada Tuhannya.


Sekali lagi terimakasih untuk dukungan kalian, tanpa kalian aku tidak akan berada di titik ini.

__ADS_1


Oh ya teman-teman, dukung terus karya aku yang lainnya ya!


__ADS_2