Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 100 ~ Bertunangan


__ADS_3

Ketika masuk, Castin dibuat kaget karena Anna membantu Cleona turun dari ranjang. "Mau ke mana?" tanya Castin membantu memegangi Cleona agar tak terjatuh.


"Mau lihat keadaan Nana, Kak. Posesif amat," protes Anna.


"Bukan begitu, tapi kondisi kakak iparmu belum sepenuhnya pulih."


"Iya deh iya," omel Anna tapi tetap mengambil kursi roda untuk Cleona. Castin menggendong Cleona, lalu memindahkannya ke atas kursi roda. Setelah itu barulah Castin mendorong kursi roda hingga tiba di ruangan Nana.


"Maafkan aku, Na. Karena aku kamu jadi begini," Castin menyeka perlahan air mata Cleona yang mengalir.


"Sudah, jangan menyalahkan dirimu. Nana baik-baik saja, dia hanya perlu istirahat beberapa hari." bujuk Castin.


Setelah mengunjungi Nana, Castin membawa Cleona kembali ke rawat inapnya. Sementara Anna telah pulang untuk membantu pujaan hati menyiapkan pesta pertunangan sang kakak.


"Bagaimana, Dokter?" tanya Castin.


"Kondisi nona telah pulih, Tuan. Sudah boleh pulang tapi harus banyak beristirahat."


"Baiklah, terima kasih."


"Sama-sama, Tuan." Dokter segera pergi setelah mendapat kode dari Castin.


"Kita pulang ke istana utama, baby d juga sudah di sana," ajak Castin kembali memindahkan Cleona ke atas kursi roda. Cleona tampak pasrah, tak masalah pulang ke istana utama karena di sana juga ada baby d. Lagipula saat ini ia memang sedang berada di kawasan istana utama.


Tak sampai satu menit perjalanan, mobil telah berhenti di depan istana utama. Castin menggendong Cleona memasuki istana. Cleona kebingungan ketika melewati ruang keluarga yang super luas telah dihias sangat indah oleh para pelayan. Bahkan, Asisten Helder dan Anna juga turut membantu mendekor ruangan tersebut.


"Apa ada acara?" tanya Cleona bingung. Castin membawanya dengan menaiki satu persatu anak tangga. Ia sengaja menaiki tangga karena enggan menggunakan lift.


"Iya, acara pertunangan kita berdua," jawab Castin tersenyum manis sambil melangkah perlahan.


"Oh, pertunangan kita berdua." Cleona belum sadar.

__ADS_1


Sepersekian detik kemudian, "Apa? Pertunangan? Kita berdua?"


***


Malam itu, Cleona tampil begitu cantik. Gaun indah melekat sempurna di tubuh seksinya. Meski terkesan sangat tertutup, tapi gaun indah itu tetap saja tampak seksi ketika melekat di tubuh Cleona.


Sesuai permintaan Cleona, ia hanya mengenakan make up tipis, hingga kecantikan naturalnya terpancar alami. Cleona digendong oleh Castin yang sedari tak henti tersenyum bahagia. Hal yang sama juga Cleona rasakan, ia masih tak percaya akan segera menjadi tunangan seorang Castin Afson.


Setelah tiba di lantai dasar, tepatnya di ruang keluarga yang sudah didekorasi indah. Barulah Castin menurunkan Cleona. Cleona merasa gugup ketika tak sengaja menatap Castin yang terus tersenyum padanya. Sangatlah tampan, bagaimana bisa ia akan segera dipersunting oleh seorang pangeran.


Hidupnya bak di negeri dongeng, merawat seorang bayi yang ditemukan di tempat sampah. Siapa sangka, bayi yang ia rawat menjadi perantara dan membawanya masuk ke dalam negeri dongeng.


"Astaga, kamu cantik sekali, Sayang." puji ratu Diona tersenyum bangga. Cleona tersenyum manis, kemudian membungkukkan badan memberi hormat kepada ratu dan raja.


Namun, Cleona menelan saliva bersusah payah kala raja Altan menatapnya serius.


"Tidak apa-apa, papa memang seperti itu, dia jarang tersenyum. Tapi, papa punya hati yang tulus," terang Castin yang mengerti perasaan Cleona. Cleona mengangguk dan kembali tersenyum manis.


Cleona kaget ketika semua lampu dimatikan, kegelapan membuatnya ketakutan dan langsung memeluk Castin begitu eratnya. Namun, tiba-tiba saja lampu sorot hidup dan hanya menyorotnya dan Castin.


Malu serta takut dicap agresif, Cleona pun segera menjauh diri dari pelukan Castin. Setelah Cleona tak lagi memeluknya, Castin berlutut di hadapan Cleona, tepat ketika musik dimainkan.


Castin berlutut, menengadah menatap Cleona penuh cinta. Kemudian, ratu Diona mendekat dengan membawa sebuah box khusus. Tak lama berselang, ratu Diona menekan beberapa angka dan box tersebut terbuka otomatis.


Cleona dibuat terperangah ketika box tersebut terbuka. Di dalam box itu terdapat mahkota, bros, dan juga satu set perhiasan dengan desain yang sama. Benda-benda itu akan menjadi identitas bahwa ia telah sah menjadi anggota kerajaan.


Setelah itu, ratu Diona menyerahkan box tersebut kepada putranya tercinta. Cleona menutup mulut dengan kedua telapak tangan, air mata kebahagiaan mengucur begitu deras.


"Cleona Chaves, Maukah kamu menikah denganku?" tanya Castin sambil berlutut dengan tatapan penuh cinta.


Cleona mengangguk kemudian berkata dengan lugas, "Iya, aku mau menikah denganmu, Castin."

__ADS_1


Lampu kembali menyala ketika Cleona menerima ajakan Castin untuk menikah dengannya. Tepukan tangan memecah keheningan di ruang keluarga tersebut. Ratu Diona tak kuasa menahan tangis, raja Altan memberikan pundaknya untuk sang Istri.


Anna juga ingin melakukan hal yang sama, tapi Asisten Helder malah menjauh darinya. Sementara baby d tak henti tertawa senang dengan celotehannya yang tak jelas.


Castin bangkit, raja Altan mendekat, Castin menyerahkan mahkota kepada sang papa. Setelah itu, raja Altan menyematkan mahkota tersebut ke atas kepala Cleona.


"Jadilah pasangan yang baik untuk putraku," pinta raja Altan dengan wajah datarnya.


"Pasti, raja. Terima kasih." ucap Cleona langsung menekuk sebelah kaki sebagai penghormatan.


Setelah itu, ratu Diona kembali maju, Castin memberikan bros. Ratu Diona langsung menyematkan bros tersebut di dada Cleona.


"Berbahagialah, Sayang," ucap satu Diona sambil memeluk Cleona erat.


"Terima kasih, ratu." Puas memeluk Cleona, ratu Diona kembali dan mengambil alih baby d.


Setelah mama dan papanya, kini giliran Castin menyematkan perhiasan kepada Cleona. Anna menertawakan sang kakak ketika memergoki Castin yang mengenakan kalung ke leher Cleona dengan tangan bergetar hebat. Hanya sepasang cincin yang tak dipasang, karena akan dipasang saat pernikahan nanti.


"Yeay!" seru Anna dan ratu Diona merayakan kesuksesan acara pertunangan dadakan tersebut.


"Terima kasih karena sudah mau menjadi pendamping hidupku. Aku berjanji akan mencintaimu dengan nyawaku, aku akan melakukan apa pun yang terbaik untukmu. Cleona Chaves, aku sangat mencintaimu." tutur Castin membuat wajah Cleona semerah tomat.


"Aku juga mencintaimu, Castin Afson. Terima kasih atas cintamu yang begitu besar. Aku bersumpah akan membalasnya dengan cinta yang lebih besar lagi." balas Cleona membuat Castin terharu, keduanya saling memeluk dengan penuh cinta dan kasih sayang.


End~


***


Lanjutnya ada di Judul baru, ya. judul baru loh, bukan aplikasi baru🙃. Judulnya adalah TURUN RANJANG CASTIN & CLEONA atau klik aja profil author.


__ADS_1


__ADS_2