Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 81 ~ Infeksi


__ADS_3

O oek O o oek!


Tangisan histeris baby d terdengar, kebetulan Anna melewati kamar Cleona. Khawatir terjadi sesuatu pada keponakannya, Anna pun langsung berlari masuk ke dalam kamar.


"Kak Cleo!" teriak Anna kaget saat melihat tubuh calon kakak iparnya telah tergeletak tak jauh dari daun pintu kamar.


Teriakan Anna membuat seisi mansion heboh. Dibantu oleh seorang pelayan, Anna mengangkat Cleona hingga naik ke atas ranjang.


Sementara pelayan lainnya membantu menenangkan baby d yang akhirnya masih menangis histeris. Kepala pelayan Gina memanggil dokter untuk segera datang.


***


Di dalam mobil.


"Kita mau ke mana, Tuan?" tanya gadis cantik bertubuh mini dengan kaki jenjang yang duduk di samping kemudi, tepatnya di sebelah Asisten Helder. Sementara Castin duduk sendiri di kursi bagian tengah.


"Mengenalkanmu pada calon istri tuan muda Castin," jawab Asisten Helder tetap fokus pada kemudinnya.


"Wah, apakah saya benar-benar akan menjadi boddyguard tuan putri Cleona?" tanyanya seakan tak percaya. Asisten Helder tak menjawab, tapi ia hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Tuan, gaji saya benar-benar tiga digit, bukan?" Gadis mungil bernama Nana itu menghadap ke belakang menatap Castin dengan ekspresi wajah penuh harap.


"Ya," jawab Castin singkat.

__ADS_1


"Yeah!" seru Nana gembira membuat Asisten Helder menggelengkan kepalanya heran. Asisten Helder tak habis pikir ada gadis sematre Nana


Tak lama berselang, mobil pun mulai memasuki gerbang istana kedua yang terbuka otomatis. Nana terlihat menatap sekeliling dengan ekspresi wajah yang takjub. Saat mobil berhenti di depan pintu utama yang dijaga ketat, dua orang pengawal mendekat, kemudian membuka pintu mobil untuk Castin.


"Apa yang kau tunggu? Turunlah," ujar Asisten Helder yang sudah berada di luar mobil. Sementara Nana masih berada di dalam mobil, ia mengira pengawal juga akan membukakan pintu untuknya. Namun, ternyata dia salah. Nana lupa kalau dirinya jugalah seorang pengawal.


Setelah dipanggil oleh Asisten Helder, barulah Nana keluar dari mobil. Kemudian mengekor di belakang Asisten Halder dan Castin.


"Cleona di mana?" tanya Castin pada kepala pelayan Gina yang menyambut kedatangannya.


"No-nona, Nona sedang diperiksa oleh Dokter Nara, Tuan Pangeran," jawabnya cepat.


"Dokter Nara? Apa yang terjadi?" tanya Castin dengan ekspresi wajah khawatirnya.


Mendengar itu, Castin langsung berlari menuju kamar Cleona. Hal yang sama juga Asisten Helder dan Nana lakukan. Namun, keduanya tak ikut masuk ke dalam kamar. Mereka hanya menunggu di luar kamar.


"Apa yang terjadi padanya, Nara?" tanya Castin to the point.


"Saya perlu bicara empat dengan tuan," pinta dokter Nara serius. Raut wajahnya yang serius menandakan ada sesuatu yang tidak beres terjadi kepada Cleona.


"Ikut ke ruanganku," ajak Castin melangkah lebih dulu.


"Anna, jaga Cleona," lanjut Castin meminta sang adik menjaga calon istrinya.

__ADS_1


"Sip, Kak."


***


"Apa yang ingin kamu katakan, Nara? Apa yang sebenarnya terjadi kepada Cleona?" tanya Castin penasaran meski hati dan pikirannya tak tenang.


Castin merasa belum siap mendengar sebuah kenyataan yang ia tebak akan membuat hancur hatinya. Namun, ia tak punya pilihan lain. Seberat atau sesulit apa pun itu, ia yakin mampu mengatasinya.


"Sayatan bekas operasi yang terdapat di sebelah kiri perut Nona Cleona," tutur Dokter Nara menggantung.


"Ada apa dengan bekas operasinya?" Wajah Castin merah dengan alis yang menyatu.


"Luka bekas operasi itu mengalami infeksi, Tuan."


"Apa?!" Castin langsung bangkit dari duduknya.


"Tak hanya itu saja tuan, tapi ....


.


.


.

__ADS_1


Visual Nana Calista ada di Ig @Oniya_99. Sebenarnya Othor mau letak di sini visualnya. Tapi, Othor cuma punya videonya, gak punya fotonya🥲. Maafkan update yang super slow ya guys🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2