Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 06 ~ Wahh, Besar!


__ADS_3

Aaakh!


Ckit!


Nyaris saja Cleona tertabrak. Beruntung sang pengemudi mobil menginjak rem dengan cepat dan tepat. Cleona sama sekali tak terluka, ia hanya kaget dan menjatuhkan tubuh ke aspal jalan karena merasa lemas.


"Hei! Kalau jalan itu pakai ma—" bentakan suara baritone itu berhenti dan tak lagi berlanjut. Cleona menengadah guna melihat sosok pria yang hampir menabraknya.


"Wahh besar!" sambung pria tampan bertubuh kekar kala melihat dua gundukan Cleona yang terbungkus seragam sekolah yang basah. Bahkan, ia membandingkan dua gundukan Cleona dengan kedua telapak tangannya, seakan-akan ia tengah memeganginya.


Cleona yang mendengarnya, reflek menutupi kedua gundukannya dengan telapak tangan untuk melindungi asetnya yang berharga.


Cleona berusaha meraih tas ransel yang tergeletak di sampingnya. Cleona tak dapat meraihnya. "Ini tasmu," ucap pria tampan itu mengulurkan tas lusuh milik Cleona. Cleona meraihnya cepat, kemudian ia pasang di depan dada guna menutupi asetnya.


Pria tampan berdagu belah itu mengulas senyuman licik, Cleona seketika waspada.


"Maaf, saya tak sengaja menabrak mu. Apa kamu baik-baik saja?" tanya pria yang kini berjongkok tepat di hadapan Cleona.


Cleona langsung bangkit dengan cepat. Namun, pergelangan kaki yang terkilir membuatnya tidak bisa berdiri dengan benar. Akibatnya, Cleona pun terjungkir ke belakang, beruntung sang pria tampan berhasil menangkapnya hingga tak kembali berakhir di aspal jalan.


"Sepertinya kakimu terkilir," dengan sekali gerakan, tubuh Cleona sudah mengudara.


Tiga kancing bagian atas seragam Cleona terlepas, menampakkan belahan gunung kembarnya yang menggoda. Membuat pria yang menggendongnya mengulum senyum. Cleona reflek menutup dadanya dengan kedua telapak tangan.


"Tuan, lepaskan saya!" Cleona berontak, menggelepar bak ikan di daratan.


"Ikut denganku, aku akan bertanggung jawab karena telah menabrakmu," balas sang pria tampan tak melepaskan Cleona.


"Tidak mau, saya baik-baik saja. Tolong, tolong lepaskan!" Cleona terus berontak, tapi tenaganya tak cukup kuat.


Dengan perlahan pria itu mendudukkan Cleona di samping kuris kemudi. Tepat setelah pria itu memutari mobilnya, saat itu Cleona langsung membuka pintu mobil dan keluar tanpa menyia-nyiakan kesempatan.


"Tunggu!"

__ADS_1


"Saya baik-baik saja, permisi!" Cleona pergi dengan lari yang cepat, kaki yang sakit tak lagi ia pedulikan. Terlalu menakutkan karena adegan seperti sebelumnya bukan pertama kali terjadi. Jauh sebelumnya, Cleona memang sering menjadi objek pelecehan se k sual.


"Menarik," gumam Duren CEO yang memiliki paras rupawan dengan tubuh tinggi dan kekar.


Pria tampan yang hampir menabrak Cleona adalah seorang CEO bernama lengkap Devil Amore. Sesuai dengan namanya, Devil memang dikenal sebagai Duren kejam di antara ke tiga sahabatnya.


Selain dikenal dengan kekejaman, ia juga merupakan seorang cassanova yang hobi celap celup dengan wanita-wanita pemilik tubuh indah bak gitar spanyol persis seperti Cleona.


Meski begitu, ia tetap menjadi idola banyak wanita. Dan penolakan Cleona atas dirinya, membuat sang duren CEO dibuat kian penasaran. Apalagi ukuran dada Cleona yang tak biasa. Semakin dibayangkan, Devil semakin menginginkannya.


Tanpa berpikir lama, Devil langsung masuk ke dalam mobil, tancap gas menyusul gadis berdada besar guna memuaskan rasa penasarannya yang amat besar pada gadis barusan yang mampu menarik perhatiannya.


"Sial! Aku kehilangan jejak!" umpatnya sambil memukul stir mobil.


"Jangan sampai kita bertemu lagi, karena kalau kita bertemu lagi, maka tidak akan kulepaskan lagi," senyuman licik terbit di bibir tipisnya.


***


Keesokkan harinya.


"Cleona, dalam semalam Lo bisa berapa kali sih? Tiga, empat atau tujuh?" tanya salah satu siswa laki-laki.


Siswa laki-laki itu duduk di samping Cleona. Cleona hanya diam tak bergeming, fokusnya hanya pada papan tulis yang tertulis angka dengan huruf a, b, x, dan z. Benar-benar sulit dimengerti.


Semua orang duduk berpasangan. Hanya Cleona yang duduk seorang diri di barisan tengah. Mereka sengaja meletakkan Cleona di barisan tengah agar mudah dibully. Ya, semua orang memang sudah menargetkannya sebagai objek bulliying.


"Modus banget Lo, bilang aja tadi mau nanya semalamnya berapa?" lanjut seorang siswi yang duduk di belakang siswa yang sebelumnya bertanya.


"Ya, kan, tanya dulu seberapa kuatnya Cleona, kualitas itu penting loh. Percuma semok kalau baru lima menit udah pingsan. Bener nggak, bro?"


"Yok'i."


"Kalian berdua kali yang pingsan duluan," ejek siswi itu.

__ADS_1


Telinga Cleona seakan sudah terbiasa dengan perkataan vulgar yang teman-temannya bahas.


Saat jam pelajaran telah habis, siswa yang mendekat ingin membully Cleona seketika urung saat seorang guru olahraga masuk ke dalam kelas mereka.


"Cleona, ikut bapak sebentar," guru itu adalah guru pembimbing yang menangani lomba lari. Beberapa hari lalu sekolah sepakat untuk mengirimkan Cleona sebagai perwakilan untuk lomba lari dengan hadiah cukup besar.


"Duduklah," Cleona duduk dengan antusias.


"Silahkan buat surat pengunduran diri untuk lomba lari yang akan kamu ikuti," sang guru mengulurkan selembar kertas kosong beserta pena. Cleona membatu. Ia tak mengerti kenapa sang guru memintanya untuk mengundurkan diri.


"Kenapa, Pak?" setetes air mata meluncur tanpa izin. Cleona sangat mengharapkan hadiah uang 10 juta dari lomba lari tersebut.


"Setelah bapak pikir-pikir, Tisya lebih pantas untuk mengikuti lomba lari kali ini."


"Apakah karena fisik saya, Pak? Kalau iya, bukankah bapak sendiri yang melihat bagaimana saya mengalahkan Tisya?" terang Cleona.


"Ini sudah menjadi keputusan saya!" tegas sang guru.


Cleona mengambil kertas kosong yang gurunya ulurkan. Cleona berdiri, kemudian merobek kertas itu sambil berkata, "Saya tidak akan pernah mengundurkan diri. Bapak bukan kepala sekolah dan keputusan bapak tidak ada apa-apanya dibandingkan keputusan bapak kepala sekolah!" Cleona langsung pergi dengan menepis kasar air matanya.


.


.


.


Cleona Chavez (setuju, nggk, guys?)



Duren CEO (Devil Amore)


__ADS_1



__ADS_2