
Pemilik kontrakan langsung pergi usai mengambil paksa kunci kontrakkan dari tangan Cleona. Cleona pun tak dapat melakukan apa pun. Ia memasukkan pakaian ke dalam tas lusuh miliknya. Tak ada satu pun harta berharga yang Cleona punya, selain pakaian yang hanya beberapa helai.
Di tengah malam yang sunyi, sepi dan gelap gulita. Cleona tak berani pergi ke mana pun, di luar sana sudah pasti ada banyak orang-orang jahat yang akan melecehkan atau pun melukainya. Untuk itulah Cleona lebih memilih berbaring di teras kontrakannya.
Cleona menjadikan tas sebagai bantal. Rasa lelah mampu mengalahkan dingin dan nyamuk yang silih berganti menggigitnya. Cleona pun terlelap dengan air mata yang mengalir dari kedua sudut matanya.
***
Keesokan harinya, Cleona sudah tiba di tempat yang sering dikatakan pasar gelap. Wanita paruh baya yang sering disapa Nyonya itu membawa Cleona hingga tiba di sebuah ruangan khusus, di mana ada banyak alat canggih yang lebih lengkap dari ruangan sebelumnya.
"Kamu belum mandi, kan?"
"Iya, Buk." jawab Cleona menundukkan wajahnya malu.
"Pergi ke kamar mandi, bersihkan tubuhmu kemudian langsung kenakan ini. Jangan kenakan pakaian da lam, cukup itu saja," titah wanita paruh baya itu mengulurkan baju pasien kepada Cleona.
Sementara beberapa dokter dan suster tengah memeriksa seorang pasien yang tak terlihat wajahnya karena ditutupi berbagai macam alat medis. Cleona tebak pasien itulah yang akan menerima ginjalnya.
"Apalagi yang kamu tunggu? Pergilah ke kamar mandi sekarang?!"
__ADS_1
"Biak, Buk." jawab Cleona langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan luas itu.
Beberapa menit kemudian, Cleona pun telah keluar dengan hanya mengenakan pakaian scrub steril. Baju ukuran paling besar itu tetap terlihat seksi saat melekat di tubuh Cleona.
Seorang suster menghampiri Cleona, lalu meminta Cleona untuk berbaring di atas brankar yang tersedia. Cleona memperhatikan suster yang menutupi semua tabir.
"Maaf, Nona." Cleona kaget dan Reflek menutup pangkal pahanya kala suster menyingkapnya.
"A-apa yang mau dokter lakukan?" tanya Cleona.
"Mencukur rambut kema luan adalah prosedur yang harus dilakukan sebelum operasi, Nona." suster menerangkan.
"Prosedur ini dilakukan agar lebih bersih, dan yang paling penting adalah untuk menghindari terjadinya infeksi," kembali suster menjelaskan. Cleona mengajukan untuk mencukurnya sendiri karena malu, tapi suster tak mengizinkan karena waktu sangat mepet. Cleona pun pasrah.
Usai dengan segala urusan pemeriksaan serta pemasangan infsu dan lainnya, Cleona pun dibawa masuk ke dalam ruangan operasi untuk diangkat ginjalnya. Setetes air mata mengalir saat ahli anastesi mulai menyuntiknya. Setelah itu, Cleona pun sudah tak sadarkan diri.
***
Cleona mengerjabkan mata perlahan. Ketika membuka mata, hal pertama yang Cleona rasakan hanya sakit, nyeri, perih dan ngilu di bagian perut sebelah kiri.
__ADS_1
Ketika kembali memejamkan mata, setetes air mata mengalir dari salah satu sudut matanya. Cleona mengerutkan dahi, menikmati rasa sakit yang selalu datang setiap ia menghela napas.
Saat pandangan matanya mulai jelas, Cleona memutar kepalanya perlahan, memperhatikan ruangan berwarna putih yang kini ia tempati.
Cleona menatap jam di dinding, kemarin adalah hari ia di operasi. Dan itu artinya sudah sekitar 24 jam berlalu sejak operasi.
Dan Cleona baru sadarkan diri hari ini, apakah sebelumnya ia pernah kritis? Cleona tak ingin ambil pusing, yang terpenting sekarang ia sudah sadarkan diri.
"Dizon!" ucap Cleona kala mengingat bayinya. Ia langsung bangkit walau kesulitan karena luka sayatan di perutnya terasa sangat sakit ketika tubuhnya bergerak sedikit saja.
"Nona mau ke mana?" seorang suster langsung menahan Cleona.
"Operasinya sudah, Sus? Saya mau pulang sekarang," jawab Cleona masih berusaha untuk menggerakkan tubuhnya.
"Luka di perut Nona belum kering, jahitannya bisa terbuka kalau Nona banyak bergerak," terang suster masih menahan Cleona.
"Sudah tidak sakit lagi, Sus. Saya sudah baik-baik saja, tolong izinkan saya pergi, saya harus menjemput bayi saya," keukeuh Cleona memaksa.
"Baiklah kalau begitu, akan saya panggilkan dokter dan Nyonya lebih dulu," ucap sang suster langsung pergi. Sementara Cleona terus memaksakan diri untuk turun dari ranjang secara perlahan.
__ADS_1
"Aw!"