Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 21 ~ Adegan Menyakitkan


__ADS_3

SREK!


Cleona membulatkan matanya sempurna kala baju bagian depannya sobek. Membuat belahan dadanya bertambah terbuka.


"Kau! Apa kau tahu berapa harga gaun ini?" bentak seorang staf membuat Cleona terdiam.


"Maaf, Kak. Saya tidak sengaja," mohon Cleona sambil menutup dada dengan kedua telapak tangan.


"Aku tidak mau tahu, kau harus menggantinya!"


"Ada apa? Apa yang terjadi?" sutradara datang kala mendengar keributan.


"Dia merobek gaunnya, Pak," adunya.


"Maaf, Pak. Saya benar-benar tidak sengaja."


"Bahas itu nanti. Aku beri waktu lima menit, bagaimana pun caranya perbaiki gaun itu!" sutradara langsung pergi usai membentak Cleona. Cleona berusaha menahan air matanya.


"Dasar cengeng, cepatlah duduk di sini, tugasku bukan hanya merias dirimu!" Cleona kembali duduk di kursi rias.


Setelah dirias wajahnya, Cleona sibuk mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk memperbaiki gaunnya yang sobek.


Cleona hanya punya waktu dua menit lagi, tapi ia belum menemukan apa pun untuk memperbaiki gaunnya. Karena tak menemukan ide apa pun, Cleona terpaksa melipat ujung gaun ke dalam bagian bajunya yang sobek, agar tak terlihat seperti sobekan.


Tak disangka, hal itu justru membuat penampilan Cleona terlihat lebih seksi dan mempesona karena belahan dada yang lebih rendah daripada sebelumnya.


Bahkan, Cleona tampak lebih cantik dari Katelyn. Saat membalikan badan, Cleona dikagetkan oleh seseorang yang langsung mencengkram pergelangan tangannya dengan kasar.


"Kau sengaja ingin menyaingiku, hem?" cegat wanita yang tubuhnya tak kalah semok dari tubuh Cleona.


"Kakak siapa? Tolong lepaskan saya," mohon Cleona.


"Cih, pura-pura nggak tahu," sentaknya melepaskan Cleona dengan kasar, kemudian langsung masuk ke ruang ganti bersama dengan seorang wanita yang kemungkinan adalah Asistennya.


Tak ingin ambil pusing, Cleona pun segera pergi menuju lokasi syuting. "Ini, baca baik-baik," perempuan sebelumnya yang merupakan bos bagi Cleona—melemparkan sebuah kertas kepada Cleona. Di dalam kertas itu tertulis karakter seperti apa yang akan ia gantikan.

__ADS_1


Setelah membacanya baik-baik, Cleona merasa yakin kalau ia mampu karena karakter yang ia mainkan tak jauh berbeda dengan kehidupannya yang bahkan lebih tersiksa. Namun, Cleona cukup waspada karena tugasnya adalah menggantikan adegan-adegan yang berbahaya saja.


Kini Cleona berdiri di samping sutradara, Cleona tak menyangka kalau dirinya akan menjadi peran pangganti untuk aktris yang namanya tengah naik daun yaitu Katelyn.


Dan Cleona lebih tak percaya lagi kalau wanita yang mencengkramnya tadi adalah Katelyn. Cleona sering mendengar nama Katelyn tanpa tahu seperti apa rupanya.


Cleona tahu Katelyn karena murid lain juga sering menyebut Katelyn sebagai nama ejekan untuknya. Kini Cleona baru paham alasan kenapa mereka mengejeknya sebagai Katelyn. Apalagi alasannya kalau bukan karena payu daranya yang tak jauh berbeda dengan payu dara milik Katelyn.


Hanya saja, payu dara milik Cleona lebih terlihat indah karena jelas masih perawan dan juga asli. Sementara payu dara milik Katelyn adalah hasil operasi implan.


Cleona memperhatikan akting Katelyn dengan saksama, selain tubuh yang ia pamerkan, Cleona tak menemukan keahlian lainnya. "Cut!" teriak sutradara.


"Kau maju," pinta sang sutradara kemudian menjelaskan bahwa Cleona akan menggantikan sebuah peran di mana ia akan ditampar di pipinya. Tanpa berkata apa pun, Cleona pun siap dengan tugasnya.


PLAK!


Tugas pertama usai Cleona lakukan walau mendapatkan cap lima jari di pipinya. Tapi, tak masalah. Di sekolah hal seperti itu sering Cleona dapatkan tanpa bayaran. Sementara kali ini Cleona ditampar tapi tak cuma-cuma karena jelas ia dibayar.


Adegan selanjutnya Cleona diseret paksa rambutnya. Cleona benar-benar tersiksa padahal baru hari pertama ia bekerja. Adegan berikutnya adalah adegan terakhir di mana Cleona diceburkan ke dalam buthub.


Setelah usai mengganti pakaian basah dengan baju lusuh miliknya, Cleona langsung keluar dari ruang ganti. Di depan pintu langkahnya di hadang oleh Katelyn.


"Maaf, Kak. Saya hanya melakukan tugas demi uang, bukan untuk merebut tempat kakak," jawab Cleona membela diri.


"Baguslah kalau begitu," balasnya langsung melepaskan Cleona dengan kasar. Cleona menghela napas dalam, berusaha menahan air mata agar tak tumpah.


Cleona yang kedinginan langsung keluar dari ruangan, niatnya ingin pergi untuk membeli roti sebagai makan siang.


"Kau mau ke mana?" tanya seorang staf perempuan.


"Ke warung di sebelah sana, Kak." jawab Cleona.


"Titip burger," ucapnya langsung pergi usai menyerahkan uang kepada Cleona. Cleona menghembuskan napasnya berat.


"Aku pasta," lanjut lainnya.

__ADS_1


"Aku salad no karbo," sambung lainnya dan jadilah Cleona menerima banyak titipan. Sebelum pergi, Cleona mencatat semua pesanan agar tak lupa. Itu Cleona lakukan agar ia tak keliru, karena kekeliruannya pasti akan menjadi celah staf lain untuk melakukan bulliying padanya.


Setelah mengantri cukup lama, akhirnya Cleona berhasil mendapatkan semua pesanan yang staf inginkan. Di tengah teriknya matahari, Cleona berjalan dengan keringat yang membasahi tubuhnya, beruntung asinya tak lagi merembes seperti sebelum adanya baby Dizon.


Tiba di lokasi syuting, Cleona langsung diserbu oleh staf yang memesan makanan. Mereka mengambil makanan masing-masing dan melahapnya cepat. Cleona menelan saliva karena ia lupa membeli roti untuk dirinya sendiri. Cleona pun hanya minum banyak air putih untuk mengisi perutnya yang kosong.


Sore harinya, Cleona masih harus melakukan adegan menyakitkan lainnya. Menjelang malam barulah perkejaannya selesai dilakukan. Tiba di gedung perusahaan, Cleona menghentikan bosnya karena ingin meminta gajinya. Bosnya membawa Cleona menuju ruangan.


Kini, Cleona berdiri di depan meja kerja bos perempuan itu. "Ini gaji pertama kamu," Cleona menerima tiga lembar uang berwarna merah.


"Seingat saya, di surat kontrak gajinya sebesar lima ratus ribu perhari, Buk." protes Cleona kala menerima gaji tak sesuai dengan perjanjian awal.


"Saya mendapatkan laporan bahwa kamu telah merusak properti yaitu gaun malam yang harganya mencapai dua puluh juta. Jadi, gaji kamu hari ini saya kurangi sebesar dua ratus ribu, begitu pun gaji kamu berikutnya. Apa kamu mengerti?"


Cleona yang merasa bersalah akhirnya menerima dengan lapang dada. Walau ia sangat memerlukan uang tersebut untuk biaya hidupnya. Apalagi sekarang ia harus membeli popok untuk baby Dizon. Meski begitu, Cleona tetap bersyukur.


Hari sudah gelap Saat keluar dari gedung. Saat akan pulang, langkah Cleona terhenti karena mendadak hujan yang begitu lebat dengan petir yang menggelegar. Hal itu tentu membuat perasaan Cleona tak tenang kala khawatir. Pikirannya terus dibayangi oleh baby Dizon yang menangis ketakutan sendirian.


Kekhawatiran besar itulah yang membuat Cleona langsung menerobos hujan. Cleona berlari kencang tanpa memikirkan keselamatannya sendiri dan ....


Cieeee, pasti lagi nungguin Duren Prince 🙈🤸


Jangan lupa bintang limanya, ya😍


Like, komen, hadiah dan votenya 😘😘


Calangeo ❤️😘


.


.


.


Nih, Othor kasih deh Abang Duren Princenya🙌🥵

__ADS_1



Gimana-gimana? Udah keliatan nggak, gantengnya?🙊🙉🙈


__ADS_2