Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 35 ~ Lunas


__ADS_3

"Aw!" ringis Cleona yang kini sudah berhasil turun dari ranjang, bermodalkan nekat, ia berhasil berdiri di hari pertama pemulihan.


"Nona!" teriak suster kaget ketika melihat Cleona yang sudah berdiri membungkuk sambil memegang perut sebelah kiri. Wajahnya terlihat begitu pucat seakan tak ada darah yang mengaliri.


"Berbaringlah dulu, dokter akan memeriksa keadaaan Nona," pinta sang suster Cleona abaikan, cleona justru memandang kehadiran wanita paruh baya yang membantunya menjual ginjal.


Dokter mendekati Cleona, lalu meminta Cleona untuk berbaring, akan tetapi Cleona menolak. Dokter pun mendudukkan Cleona di sofa, lalu mulai mencabut beberapa alat di tubuh Cleona, setelah itu mengganti perban yang menutupi luka sayatan di perut Cleona.


"Pemulihan lukanya berjalan dengan cepat, sekitar tiga hari lagi luka Nona akan segera kering asal dirawat dengan baik. Bergerak boleh, tapi jangan terlalu dipaksakan karena takutnya membuat jahitannya terbuka," jelas dokter serius.


"Baik, dokter. Saya mengerti." Cleona bangkit perlahan, lalu mendekat pada wanita paruh baya yang berdiri di belakang dokter.


"Mana uang bagian saya, Buk?" Melihat tingkah Cleona, dokter dan suster kompak menggeleng kepalanya. Tapi, mereka sudah biasa bertemu dengan orang yang menganggap uang lebih penting daripada kesehatan.


"Ikut saya," ajak wanita paruh baya mengajak Cleona pergi hingga tiba di ruangannya. Cleona duduk di kursi dengan wajah yang semakin memucat.


"Apa kamu punya ATM?"


"Tidak punya, Buk." jawab Cleona cepat.


"Ya sudah, kalau begitu saya berikan cek saja ya. Kamu tukar saja ke bank."

__ADS_1


"Baik Buk, tidak masalah. Kalau bisa saya minta satu cek sebesar 50 juta disendirikan," pinta Cleona, wanita paruh baya itu pun mengangguk.


"Ini cek senilai 2 milyar dan ini 1 cek senilai 50 juta," tutur wanita paruh baya itu mengulurkannya kepada Cleona.


"Simpan baik-baik, kalau hilang itu urusan kamu," lanjutnya.


"Baiklah, Buk. Terima kasih atas bantuannya, kalau begitu saya pamit," Cleona langsung bangkit.


"Oke."


Cleona langsung pergi, tak lupa tas lusuh miliknya tetap dibawa meski ia sudah menjadi wanita kaya raya setelah menjual ginjalnya.


Sore menjelang malam itu, Cleona berjalan perlahan. Wajah Cleona terlihat begitu pucat. Penampilan Cleona benar-benar memprihatinkan.


Cleona kembali melanjutkan perjalanan hingga tibalah ia di restoran tempatnya bekerja dulu. Kedatangan Cleona tentu saja dihadang oleh satpam. Setelah Cleona menjelaskan kalau ia ingin membayar hutang, satpam pun langsung membawanya menuju ruangan manajer restoran.


"Bayimu akan aku berikan, tapi uangnya dulu," pinta sang manajer tetap duduk di kursinya.


"Bayi saya mana? Hutang akan saya lunasi kalau saya sudah melihat bayi saya di sini," tegas Cleona.


Tanpa berkata apa pun, manajer itu langsung menghubungi seseorang. Tak berselang lama, datanglah seorang wanita seksi dengan menggendong baby Dizon yang tengah terlelap.

__ADS_1


Cleona tak kuasa menahan air matanya, ia tak sabar ingin menggendong bayinya dan menyusuinya seperti biasa. Apalagi saat melihat tubuh bayinya yang biasanya gembil kini sedikit kurus. Cleona sangat khawatir.


"Ini cek senilai 50 juta, sekarang berikan bayi saya!" Cleona mendekat, tapi manajer menahannya.


"Saya periksa duku cek ini, nanti palsu lagi," ujar sang manajer mulai memeriksa keaslian cek sebesar 50 juta yang Cleona berikan.


"Bagaimana? Asli bukan?" tanya Cleona.


"Berikan bayinya," titah sang manajer, Cleona benar-benar terisak setelah kembali memeluk bayinya yang masih terlelap.


"Sekarang keluar kamu!" Cleona menatap menajer sekilas, lalu segera pergi.


Setelah keluar dari restoran, Cleona melanjutkan perjalanan. Sekitar satu kilometer lagi, ia sudah akan tiba di jalan raya perkotaan.


"Kita cari tempat tinggal dulu, ya, Sayang. Ibu sudah punya banyak uang, ibu akan mengajakmu untuk tinggal di apartemen di kota. Tiba di apartemen nanti, ibu pasti akan langsung menyusuimu, oke. Sekarang kamu tahan dulu, ya, sedikit lagi kita sampai," ucap Cleona seakan melupakan rasa sakit di perutnya.


Baby Dizon yang sudah terbangun terus mengoceh tak jelas. Ia sama sekali tak menangis, tapi ocehannya tak kunjung berhenti. Cleona melirik ke kiri dan ke kanan sekilas untuk menyeberang jalan.


Sayangnya sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kiri. Sedangkan Cleona menoleh ke arah kanan dan langsung menyeberang tanpa melihat lagi ke sebelah kiri. Dan ....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2