
"TIDAK!" teriak Cleona histeris.
"TUNGGU!" seru seorang staf. Cris yang penasaran seketika berhenti mendekati Cleona lalu mengalihkan pandangan pada staf yang berseru heboh. Sementara Cleona masih menutup wajah ketakutan, ia tak menyadari kehadiran seorang staf yang membuat heboh.
"Ada apa?" tanya sang sutradara murka karena adegan yang berjalan terpaksa dihentikan.
"Ada seorang bayi menangis!" Mendengar itu, Cleona langsung membuka kedua mata.
"Dizon!" teriak Cleona langsung menendang pangkal paha Cris dengan sekuat tenaga hingga sang aktor berteriak kesakitan. Cleona langsung bangkit dan berlari dengan sekuat tenaga menuju tenda.
"Tinggalkan Cris, cepat kejar wanita itu!" bentak sang sutradara membuat sebagian staf ikut berlari menyusul Cleona.
Tiba di tenda khusus itu, Cleona langsung meraih dan menggendong baby Dizon yang langsung diam ketika berada dalam dekapan Cleona. Cleona langsung pergi meninggalkan Castil dan menuju jalan raya.
"Hei! Tunggu!" beberapa staf masih mengejarnya, Cleona mempercepat larinya.
Beruntung Cleona adalah seorang atlet lari, hingga berlarian jarak jauh tak membuatnya terlalu merasa lelah. Cukup jauh Cleona berlari, hingga para staf tak lagi terlihat. Cleona berhenti sejenak karena hampir kehabisan napas. Cleona berdiri dengan lutut bergetar hebat, napasnya masih tersengal-sengal.
Cleona duduk di sebuah kursi dan mengatur napasnya, kemudian mengecek keadaan baby Dizon yang tersenyum seakan memberi semangat kepadanya.
"Harusnya aku mendengarkanmu karena dari awal kamu tidak setuju dengan pekerjaan ini. Kamu benar-benar hadiah dari Tuhan untukku, setelah ini aku pasti akan mendengarkanmu," tutur Cleona membuat baby Dizon berceloteh tak jelas sambil menepuk tangannya gembira. (Nama Dizon cuma sementara).
__ADS_1
"Baiklah, kita pulang sekarang," ajak Cleona yang tak nyaman akan tatapan orang-orang disekitarnya. Cleona mendekap baby Dizon ke dada guna melindungi belahan dadanya yang terekspos.
Cleona berjalan dengan langkah cepat menuju kontrakan yang tak lagi jauh jaraknya. Tiba di kontrakan, barulah Cleona dapat bernapas lega.
"Kita selamat, Sayang. Meski tidak mendapatkan uang, tapi yang penting kita selamat," usai membaringkan baby Dizon, Cleona menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
***
Keesokan paginya Cleona bangun pagi-pagi sekali untuk menyedot asinya. Meski merasa tak enak badan, tapi Cleona tetap memaksakan diri untuk berangkat sekolah seperti biasa.
Usai bersiap, ia pun bergegas mengambil tas lusuhnya di atas meja. Tapi, ia tak sengaja menjatuhkan sebuah kertas, Cleona pun memungut kertas tersebut, lalu membacanya sekilas.
"Aku lupa, cuti kemarin harusnya aku ke rumah sakit," tutur Cleona kembali meletakkan kertas itu ke atas meja.
"Tapi, Sepertinya aku tidak butuh berobat lagi. Payu daraku tidak sakit sama sekali semenjak hadirnya baby Dizon," sambung Cleona tersenyum, kemudian melangkahkan kaki untuk berangkat ke sekolah.
Memasuki gerbang sekolah, Cleona tak lagi heran dengan tatapan merendahkan dari para murid yang ia lewati. Tapi, Cleona merasa ada sesuatu yang aneh dari tatapan mereka semua. Entah apa Cleona tak mengerti, hanya saja ia dapat merasakannya.
Tiba di kelas, Cleona langsung masuk. Beberapa murid langsung berdiri menyambut kedatangan Cleona. "Widih, bintang film kita udah datang nih, kalian mau minta tanda tangan, tidak?" Cleona kaget mendengar ejekan itu, itu adalah ejekan terbaru, perasaan Cleona mulai tak enak.
"Tata, Cleona bukan hanya bintang film plus-plus, tapi juga sudah punya seorang bayi. Astaga, benar-benar memalukan," sambung yang lainnya. Cleona pun langsung menyadari apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
"Benar. Pantas saja payu daranya sebesar itu, bahkan punya asi. Rupanya dia sudah punya anak. Ya Tuhan, selama ini dia hanya sok suci," timpal lainnya. Cleona terdiam dengan wajah yang memerah dan mata yang sudah berkaca-kaca.
Cleona berpikir dari mana mereka semua tahu tentang bayi dan pekerjaannya.
"Lihatlah, dia hanya diam saja. Wajah polos ini benar-benar membuatku muak," seorang murid mencengkram dagu Cleona.
Kali ini Cleona tak lagi tinggal diam, dengan kasar Cleona menepis kasar tangan yang mencengkram dagunya. "Kalian menguntitku?" bentak Cleona memberanikan diri.
"Wah, wah, dia bahkan sudah berani membentak kita. Teman-teman, sepertinya dia ingin diberikan pelajaran," seru mereka memprovokasi.
Cleona mundur beberapa langkah, sementara semua murid semakin mendekatinya. "Cleona Chaves!" panggil seorang murid berkacamata.
Cleona langsung menoleh, begitu pun murid lainnya, "Ada apa?" tanya Cleona menjauhkan diri dari para murid yang ingn membulinya.
"Kamu dipanggil bapak kepala sekolah ke ruangannya."
Deg!
.
.
__ADS_1
.
Komennya jangan lupa, Guys😍. Tenang, pelangi akan segera datang. Sabar, ya sayangnya Othor🤗😘