Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 91 ~ Kamu Harus....


__ADS_3

"Kalian berdua tunggu di sini saja," titah Asisten Helder tak mengizinkan kedua boddyguard Anna masuk ke dalam Apartemen tempat tinggalnya. Kedua boddyguard pun menunggu di depan pintu unit apartemen Asisten Helder.


Sementara Anna langsung masuk duluan, Asisten Helder menyusul cepat, takut Anna membuat berantakan apartemennya. Ya, ini bukan pertama kalinya sang nona muda mendatangi apartemen miliknya.


Ketika masih duduk di bangku SMA, Anna sering datang dan membuat terbakar seisi dapurnya. Helder takut hal semenyeramkan itu terulang lagi.


Asisten Helder semakin panik ketika Anna berjalan cepat menuju dapurnya. "Tidak perlu, saya sudah pesan makanan," tahan Helder mencekal pergelangan tangan Anna.


"Tenang saja, aku tidak akan masak untukmu, Sayang. Aku hanya ingin membuatkanmu kopi. Sangat mudah, tinggal tekan dan air panas pun mengalir, tidak perlu khawatir," tutur Anna melanjutkan perjalanan menuju dapur. Asisten Helder menghela napas kasar.


"Dengan obat ini, mau tidak mau kamu akan menikahiku, hehe," batin Anna memasukkan obat laknat ke dalam kopi Asisten Helder.


"Kopinya siap, silahkan diminum," Anna menghidangkan secangkir kopi hitam di hadapan Asisten Helder.


"Apa ini?" Asisten Helder menunjukkan sebuah botol kecil dengan senyuman miringnya


"Itu ...."


Anna langsung meraba saku dress nya, betapa kagetnya ia kala tak menemukan botol kecil berisi bubuk obat laknat yang jelas-jelas sudah ia masukkan ke dalam saku.


"Bagaimana bisa ada padamu?" tanya Anna kaget.


"Obat laknat, bukan? Saya akan melaporkannya pada Tuan Castin," ancam Asisten Helder, tapi Anna justru tersenyum licik.

__ADS_1


"Kamu tidak mau meminumnya. Kalau begitu, aku sendiri yang akan meminumnya!" seru Anna meraih cepat kopi dan langsung meneguknya cepat.


"Tidak!" teriak Asisten Helder bangkit dan langsung menepis cangkir kopi tersebut. Sayangnya, ketika ia tepis, Anna sudah meneguk setengah dari isinya.


"Aku menang! Haha ... Dosisnya sangat tinggi, tidak akan berpengaruh walau pun ditenggelamkan di laut kutub utara. Haha ...." tawa Anna menggelegar.


Anna menghentikan tawanya ketika Asisten Helder sama sekali tak berekspresi. Ia justru tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Sayangnya saya sudah melakukan persiapan. Saya punya pil penawarnya," tutur Asisten Helder menyeringai mendekati Anna dengan satu tablet obat khusu, Anna terperangah kaget.


"Tidak!" Anna langsung berlarian heboh menghindari kejaran Asisten Helder.



Author : Lah, bentuk Asisten Heldernya begitu☝️😱, 11 12 ama abangnya, Castin🥲. Gimana Anna gak tergila-gila🤣💃. Tolonglah itu aurat dikondisikan😭


"APA!? PERGI? SAMPAI KAPAN PUN, AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU, CLEONA!" bentak Castin dengan wajah memerah dan urat-urat leher yang mengencang, membuat Cloona kaget. Kedua tangan kekarnya menekan bahu Cleona, Cleona meringis karena sakit.


"A-aku tidak akan pergi darimu," balas Cleona gugup dengan mata berkaca-kaca.


Mendengar ucapan lembut dan wajah Cleona yang kesakitan, Castin langsung menyingkirkan kedua tangannya yang menekan bahu Cleona terlalu kuat.


"Maksudmu?" Castin menatap Cleona serius.

__ADS_1


"Aku tidak ingin pergi darimu. Tapi, aku ingin pergi camping," jawab Cleona jujur. Castin mengerjabkan mata beberapa kali.


"Maaf, aku kira kamu ingin meninggalkanku," Castin mengelus bahu Cleona yang ia tekan.


"Apa kamu mau liburan?" lanjut Castin bertanya, Cleona menggangguk cepat.


"Sekolah mengadakan camping untuk mengambil nilai mata pelajaran. Dari dulu aku sangat ingin pergi ke sana bersama seorang teman. Tapi, aku sadar aku tak punya teman maupun uang sebagai biaya. Karena sekarang aku punya teman yaitu Anna, dan kamu. Bisakah kamu mengabulkan keinginanku?" Cleona mengungkapkan isi hatinya dengan menundukkan wajahnya dalam.


"Anna sebagai teman, apa aku sebagai uang?" ledek Castin mengulum senyum.


Cleona menengadah, sebelum berkata kedua pipinya sudah lebih dulu memerah. "Kamu sebagai, sebagai calon suami." Castin tersenyum lebar. Jika tidak menjaga image, maka ia akan meloncat tinggi saking gembiranya saat diakui calon suami.


"Baiklah, aku akan mengizinkanmu pergi. Tapi, dengan satu syarat," ucapnya menyeringai penuh makna.


"Apa?"


"Kamu harus ....


.


.


.

__ADS_1


Harus like, komen, vote, hadiahnya yang buanyak, ya🙈😘😘😘



__ADS_2