
"Aku peduli!" bentak Castin membuat Cleona kaget.
"Aku peduli dan aku sangat peduli. Lain kali, jangan pernah lakukan itu lagi! Apa kau mengerti?" Cleona yang kaget hanya sanggup menganggukkan kepala dengan patuh.
Mendapatkan perhatian serta kepedulian yang luar biasa dari Castin, membuat Cleona merasa bahwa saat ini ia berada di alam mimpi. Cleona tak percaya dengan apa yang kini terjadi. Sangat tidak nyata baginya ada seseorang yang memarahinnya karena tidak mempedulikan diri sendiri.
"Maaf, tidak seharusnya aku membentakmu," ucap Castin lembut, kemudian memeluk Cleona dengan begitu eratnya. Cleona yang masih tak percaya, hanya membatu tak bergerak sedikit pun.
Oek!
Tangisan baby d membuat Cleona reflek melepaskan diri dari pelukan Castin. Cleona langsung menggendong baby d guna menenangkannya.
Sedangkan Castin mulai berdiri, memperbaiki pakaian, menyeka air mata dengan kasar, kemudian berjalan perlahan mendekati Cleona yang telah berhasil membuat putranya kembali tenang.
Cleona menoleh pada Castin, kemudian menunduk lagi karena malu. Castin sangatlah tampan dan mempesona, Cleona benar-benar merasa tak pantas. Akan tetapi, keluarga Castin menerimanya dengan baik, Cleona merasa sangat beruntung.
"Apa Anna ada mengganggumu?" tanya Castin dengan nada yang benar-benar lembut dan sopan melewati telinga Cleona.
"Nona Anna tidak mengganggu saya, Tuan. Nona Anna hanya bermain dengan baby d sebentar, setelah itu ia kembali ke kamarnya sendiri," jelas Cleona, sementara baby d berusaha meraih sesuatu untuk dihisap.
"Mulai sekarang jangan panggil aku tuan lagi. Mana ada calon istri memanggil calon suaminya dengan panggilan tuan," protes Castin berhasil membuat kedua pipi Cleona semakin merona.
"Baik, Pangeran," balas Cleona malu-malu.
"Jangan pangeran," Castin tak menerima panggilan itu.
"Lantas apa, tuan?" tanya Cleona bingung.
"Terserah padamu, panggil namaku saja juga tidak apa-apa, yang penting jangan tuan," sahut Castin memberi saran.
__ADS_1
"Kalau hanya nama tidak sopan, Tuan. Bagaimana kalau Kak Castin saja?" balas Cleona menatap Castin ragu.
"Baiklah, senyamanmu saja. Tapi, sepertinya baby d ingin menyusu, apa asimu belum dipompa?"
"Be-belum, Kak Castin."
"Susuilah, apa perlu aku bantu pompa asi di sebelahnya?" tawar Castin serius. Ia tahu baby d hanya akan menyusu di bagain kanan atau kiri saja, sementara satunya pasti akan menganggur. Castin hanya bermaksud membantu mengurangi beban Cleona saja, tidak lebih.
Author : Modus sih modus, tapi setidaknya kenali situasi dan kondisi. Orang lagi sedih juga🙄
"Ti-tidak perlu, saya sendiri saja," tolak Cleona langsung membalikan badan untuk menyusui bayinya tercinta. Castin tersenyum kecil, jelas ia sudah melihat bahkan merasakannya. Namun, Cleona masih saja malu.
"Cleona," panggil Castin
Cleona menoleh ke belakang seraya menjawab, "Iya, Tuan."
"Ma-maksud saya Kakak," ralat Cleona membenarkan, Castin tersenyum simpul.
Meski bayangan pepaya jumbo menganggu, tapi Castin tetap menahan berusaha menahan diri. Masalah Cleona yang berkorban untuk putranya lebih penting daripada pepaya jumbo yang memang menggoda.
"Baik, Kak Castin," sahut Cleona kaku. Castin pun segera keluar dari kamar Cleona.
***
Castin menuju ruang kerjanya, tak lupa ia meminta pelayan memanggil asisten Helder untuk menemuinya.
"Tuan," panggil Asisten Helder sambil mengetuk pintu.
"Masuk," sahut Castin dari dalam. Setelah mendapatkan izin, barulah Asisten Helder membuka pintu dan segera masuk ke dalam ruang kerja tuannya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kendalanya?" tanya Castin serius.
"Saya sudah menghubungi dan memberi tahu nyonya ratu, Tuan."
"Apa katanya?"
"Nyonya ratu mengatakan akan memutuskan setelah ia pulang nanti," jawab Asisten Helder.
"Sial!" umpat Castin kesal, ia benar-benar sudah tak sabar ingin mengikat Cleona dalam sebuah hubungan.
"Tak perlu khawatir, Tuan. Saya yakin tidak akan ada seorang pria pun yang mampu merebut nona dari tangan tuan Castin," tutur Asisten Helder begitu meyakinkan.
"Aku harap begitu," balas Castin tetap merasa khawatir. Entah kenapa ia punya firasat tak baik. Wanita cantik, seksi dan berhati malaikat seperti Cleona, pasti akan sangat cepat dan mudah menarik perhatian laki-laki di sekitarnya. Castin takut hal seperti itu terjadi, ia tak akan rela kehilangan Cleona.
"Apa pun yang terjadi, Cleona hanya milikku!" tegas Castin dengan ekspresi wajah yang amat serius.
"Kapan Cleona mulai masuk sekolah?" tanya Castin mengubah topik pembicaraan. Sejujurnya sangat berat bagi Castin untuk melepas Cleona kembali bersekolah. Namun, Castin tak mau egois. Ia tak mau terkesan mengekang, Cleona harus hidup layak dan bebas meski tetap dalam pantauannya.
"Besok, Tuan. Besok nona akan kembali memulai sekolahnya," jawab Asisten Helder cepat.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, bukan?"
.
.
.
Othor biasanya selalu bikin instastory kalau update. Jadi, kalau mau tahu info update seputar novel ini. Silahkan kepoin IG Othor yak @Oniya_99
__ADS_1
Jangan lupa votenya, Guys😘 Terima kasih banyak 🙏🏻💞