Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 15 ~ Jendral Elmer Gavril


__ADS_3

"Ada apa, Nanny?" tanya Elmer yang masih membalikkan badannya.


"Ada banyak luka dan memar di tubuh nona, Tuan. Dan juga—" nanny tak melanjutkan kalimatnya.


"Dan juga apa?" Elmer penasaran, tapi ia tetap tak membalikkan badannya. Ia masih membelakangi Cleona yang tengah diganti pakaiannya oleh sang nanny.


"Ada ini Tuan ... Apa itu ...."


"Ini itu apa?" tanya Elmer geram.


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya hanya kaget karena ada banyak cairan yang keluar," terang nanny memilih mengabaikan cairan yang keluar.


"Cairan?" Elmer mengerutkan alisnya.


"Iya, Tuan. Mungkin Asi."


"Asi?" raut wajah Elmer terlihat kecewa, akan tetapi tidak ia sadari.


"Tuan," panggil nanny lagi.


"Apa lagi?"


"Branya bagaimana, Tuan?"


"Lepaskan saja, tidak usah kenakan Bra agar dapat ditangani dengan mudah nantinya," jawab Elmer.


"Tapi, cairannya akan merembes, Tuan."


"Apa sebanyak itu?"


"Iya, Tuan."


"Kalau begitu selimut saja, tidak usah kenakan pakaiannya," titah Elmer.


"Baiklah, Tuan." nanny pun tak mengenakan pakaian baru pada tubuh Cleona. Cleona yang polos hanya ia selimuti dengan selimut tebal. Setelah itu ia pun pergi dengan membawa serta pakaian kotor Cleona untuk dicuci. Sementara pakaian bersih yang urung ia kenakan, ia letakkan di atas nakas.


"Sudah, Tuan. Saya mohon pamit.


"Oke."


Setelah kepergian nanny, Elmer mendekati Cleona yang masih belum sadarkan diri. Sampai di ranjang, Elmer duduk di pinggirnya, kemudian memusatkan perhatian pada wajah Cleona yang yang terlihat begitu menyedihkan. Perasaan aneh itu datang lagi, Elmer benar-benar tak mengerti.


Sepersekian detik kemudian, bulu mata lentik itu bergerak-gerak. Elmer terlihat senang karena itu artinya Cleona akan segera sadarkan diri. Ketika Cleona membuka mata sepenuhnya, Elmer menyambut Cleona dengan senyuman manisnya.


Namun, Cleona yang menjerit ketakutan membuatnya kaget. Bagaimana Cleona tidak menjerit histeris bila saat terbangun sudah berada di yang tempat asing, bersama pria asing dengan tubuh polos yang tak mengenakan sehelai kain pun.

__ADS_1


Cleona bangkit sambil memegang selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Kemudian ia menyerang Elmer dengan melemparkan bantal kepada yang ada.


Elmer tak menghindar, ia memasang badan dengan perasaan bersalah. Ya, tentu saja ia merasa bersalah. Bagaimana mungkin ia tidak mengerti dengan posisi Cleona saat ini. Cleona pasti shock dengan keadaan juga kehadirannya.


Cleona berhenti berteriak, ia menarik selimut hingga menutupi kepalanya, kemudian meringkuk dengan tangisan yang terdengar pilu dan menyayat hati.


Tok, tok, tok!


Elmer meninggalkan Cleona yang masih meringkuk seorang diri. Ketika membuka pintu kamar, tampaklah seorang dokter perempuan cantik yang kaget mendengar tangisan pilu seorang wanita di atas ranjang.


"Kak Elmer?" dokter cantik bernama Xabel itu kaget atas apa yang ia lihat.


"Tolong jelaskan padanya bahwa kakak tidak melakukan apa pun padanya," Elmer memberi perintah.


Dokter Xabel langsung merubah ekspresi wajahnya, "Kakak tidak mau bertanggung jawab?!"


"Kakak tidak melakukan apa pun padanya, dia adalah gadis yang kakak selamatkan di Bar," terang Elmer membela diri.


"Baiklah." jawab Dokter Xabel mulai melangkah mendekati Cleona, Elmer mengekor di belakangnya.


"Nona, apa Nona baik-baik saja?" mendengar suara lembut seorang perempuan, Cleona pun membuka selimut perlahan hingga tampaklah wajahnya. Namum, Cleona kembali menutup wajahnya kala tak sengaja memandang Elmer yang berdiri di belakang dokter Xabel.


"Syukurlah kalau Nona baik-baik saja. Nona tidak perlu takut pada kak Elmer karena dia adalah seorang polisi yang telah menyelamatkan kakak pada saat kejadian di Bar. Apa kakak melupakannya?" dokter Xabel berkata dengan lembut.


Cleona kembali membuka selimut yang menutupi wajahnya, "Polisi?" sahutnya pelan dengan suara terisak.


"Saya tidak punya ponsel." jawab Cleona pelan. Dokter Xabel terdiam.


"Ketiga pria yang mencoba melecehkan Nona telah dipenjarakan, hukuman mati akan mereka dapatkan. Nona tidak perlu khawatir, mohon Nona tidak salah paham," jelas Elmer yang belum mengetahui usia Cleona. Siapa yang akan menyangka bila gadis bertubuh semok seperti Cleona masih duduk di bangku SMA.


Cleona mengintip tubuh polosnya di balik selimut, "Itu Nanny saya yang melepaskannya. Pakaian Nona akan dipakaikan kembali setelah diperiksa oleh dokter," Elmer langsung menjelaskan agar Cleona tak salah paham terhadapnya.


"Sekarang Nona berbaringlah, saya akan obati luka-luka di tubuh Nona," Cleona tampak ragu. Elmer langsung membalikkan badan, melihat itu barulah Cleona berbaring dengan perlahan.


Dokter Xabel mulai memeriksa dan menangani tiap bagian tubuh Cleona yang memerah, luka, lecet, juga memar. "Nona sehabis melahirkan?" Cleona hanya menggelengkan kepala.


"Berapa usia Nona?"


"Enam belas tahun." Elmer membulatkan mata kala kaget mendengarnya.


"Masih sekolah?"


"Kelas 2 SMA," jawab Cleona jujur.


"Begitu, masalah ini apa sudah pernah diperiksa?" Elmer mengerutkan alisnya, ia penasaran masalah apa yang dokter Xabel bahas.

__ADS_1


"Sudah, Dokter. Bukan sesuatu yang berbahaya," jawab Cleona dan Elmer tak mengerti.


"Baguslah kalau begitu."


"Sudah selesai, mari saya bantu pakai kembali pakaiannya," lanjut Dokter Xabel. Cleona menerima bantuan dokter Xabel.


"Kak Elmer, pemeriksaan dan pengobatan sudah selesai. Aku harus segera kembali ke rumah sakit," pamit Dokter Xabel.


"Kakak antar."


"Antarin apanya, sampai pintu doang," protes dokter Xabel. Elmer hanya tersenyum kecil.


Usai kepergian dokter Xabel, Elmer langsung menutup pintu kamarnya. Kemudian mendekat pada Cleona yang tampak waspada.


"Bapak benar-benar polisi?" tanya Cleona memastikan. Elmer terdiam ketika Cleona memanggilnya Bapak. Padahal, secara usia ia memang pantas dipanggil Bapak. Akan tetapi, wajahnya yang tampan dan awet muda tentu saja tidak pantas dengan panggilan Bapak. Cleona adalah gadis pertama yang menyebutnya dengan panggilan tersebut.


"Iya." jawab Elmer singkat dan percaya diri.


"Apa jabatannya tinggi?" Elmer tersenyum simpul.


"Saya seorang Jendral."


"Apa Jendral itu jabatan yang tinggi?" tanya Cleona polos.


"Sesulit apa pun masalahmu, saya bisa menyelesaikan."


"Kalau begitu apakah Bapak bisa membantu saya?"


"Tentu saja, katakan apa masalahmu."


"Saya menjadi korban bull—"


"Kak Elmer!" teriak seseorang di sana sambil mengetuk pintu kamar.


"Sial!" umpat Elmer langsung bangkit.


"Sebentar ya," Elmer langsung keluar dan segera menutup pintu kamarnya.


"Suara itu ....


.


.


.

__ADS_1


Duren Polisi (Elmer Gavril)



__ADS_2