
"Kamu harus—" Castin sengaja menggantung ucapannya.
"Harus apa?" tanya Cleona penasaran.
"First kiss," balas Castin tersenyum penuh harap.
"Saat aku diberikan obat oleh ratu, apa kak Castin tidak menciumiku," Cleona mengintrogasi.
"Tentu saja aku cium, tidak se-inchi pun aku lewatkan," sahut Castin dengan pikiran yang sudah melayang entah ke mana.
Cleona ingin marah, tapi apa daya, ia punya tujuan untuk membujuk Castin agar mengizinkannya pergi camping. Lagian hal itu sudah terjadi dan direncanakan sendiri oleh sang ratu. Menyalahkan Castin sama saja dengan menyalakan ratu.
"Kalau sudah pernah menciumku, kenapa masih menyebutnya first kiss?" tanya Cleona lembut, ia sedang bermain tarik ulur.
"Ciuman di malam itu tidak dikategorikan sebagai first kiss."
"Kenapa?"
"Ya karena hanya aku yang menikmatinya, sementara kamu tidak," Jawab Castin mengelus pipi Cleona yang merona.
"Apa kak Castin akan mengizinkanku pergi camping bila aku berikan first kiss?" tanya Cleona memastikan.
"Tentu saja, aku tidak akan mengingkari janji," balas Castin beralih mengusap bibir ranum Cleona yang sudah tak sabar ingin ia lahap.
__ADS_1
"Lakukanlah," ucap Cleona pasrah.
"Kamu yang lakukan."
"A-aku?" Cleona menunjuk dirinya sendiri, Castin pun mengangguk dan bersiap memejamkan mata. Cleona beringsut maju, turut memejamkan mata, kemudian mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Castin dengan perlahan.
Castin yang geram, langsung menarik tengkuk Cleona, bibir keduanya pun menyatu. Cleona yang gugup memejamkan matanya semakin erat, sementara Castin menekan tengkuk Cleona dengan salah satu tangan agar luma tanya semakin dalam. Tangan Castin sebelahnya meraba pinggang ramping Cleona.
Castin amat menikmati ciuman itu, lihatlah bagaimana ia menguasai rongga mulut Cleona, hingga Cleona dibuat kewalahan. Meski Cleona kaku dan tak membalas apa ia berikan, tapi Castin sangatlah aktif, meski Cleona adalah wanita pertama yang ia cium. Tapi, keahliannya tak perlu diragukan lagi. Insting kelelakiannya bekerja dengan baik.
"Emm," Cleona merutuki dirinya yang tak sengaja melepaskan suara erotis. Ia benar-benar sangat malu, Castin membuatnya menggila, entah hasrat dari mana. Tapi, yang pasti Cleona tak sanggup menahan diri. Berbeda dengan Castin yang justru semakin bersemangat. Ia memeluk erat Cleona, memperdalam ciuman buas namun penuh dengan kelembutan.
Cleona yang baru merasakan sensasi aneh itu tak dapat berkata-kata. Ia hanya berusaha menahan hasrat yang justru menginginkan hal lebih. Castin mampu membuatnya terlena hanya dengan permainan bibir dan lidahnya yang mahir.
Pergulatan sengit penuh cinta itu berlangsung hampir satu menit. Castin terpaksa melepaskan kenikmatan luas biasa itu karena tak tega dengan Cleona yang hampir kehabisan napas.
Setelah Castin melepaskannya, Cleona langsung berburu oksigen. Castin mengusap bibir Cleona yang membengkak karena ulahnya.
"Maaf," ucap Castin merasa bersalah.
"A-aku baik-baik saja," balas Cleona menutup wajah serta bibirnya karena malu.
"Haha," Castin tertawa karena gemas akan tingkah malu Cleona, ia kembali meraih tubuh Cleona, menyembunyikan wanita seksi itu ke dalam pelukan hangatnya. Yang justru membuatnya sendiri tersiksa.
__ADS_1
"Nikmat, kan? Kamu suka tidak?" tanya Castin membuat Cleona semakin malu.
"Tak perlu malu, kamu itu calon istriku. Kalau sudah menikah nanti, aku akan melakukannya setiap waktu," lanjut Castin lagi, Cleona semakin membenamkan wajahnya di dada bidang Castin.
"Sudah, sekarang kamu istirahat, ya. Besok mau pergi camping kan?"
Cleona pun menjauh dari Castin, lalu menganggukkan kepalanya. "Istirahatlah," Castin membantu menyelimuti Cleona. Cleona langsung memejamkan matanya paksa. Castin tersenyum simpul, lalu mengecup kening Cleona, setelah itu barulah ia benar-benar pergi.
Sampai di kamarnya sendiri, Castin langsung menutup pintunyarapat.
"YESSS!" seru Castin puas.
Castin terus tersenyum lebar sambil memegangi bibirnya yang masih berdenyut, kala sensasi bibir Cleona seakan masih menempel di bibir tipisnya.
Menuju kamar mandi, Castin terpaksa mandi air dingin guna meredam hasratnya yang masih menggelora, karena bayangan Cleona yang menggoda terus menari-nari dalam pikirannya.
.
.
__ADS_1
.