Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 14 ~ Duren Polisi


__ADS_3

BRAK!


Suara pintu yang didobrak kencang.


"Jangan bergerak!" segerombolan polisi datang, ketiga pria langsung mengangkat kedua tangan mereka, mereka sama sekali tak berkutik ketika polisi meringkus dan membawa paksa mereka.


Sementara Cleona sudah terbaring di atas sofa dengan kondisi yang sudah tak sadarkan diri. Seorang polisi tampan berpakaian serba hitam dengan tubuh atletis berjalan mendekati Cleona.


Polisi dengan raut wajah tegas itu langsung melepas jaket hitamnya, kemudian ia balutkan ke tubuh Cleona yang terekspos. Tanpa mengatakan apa pun, ia langsung menggendong Cleona ala bridal, kemudian ia bawa masuk ke dalam mobil mewah miliknya.


Setelah memastikan Cleona aman terbaring di dalam mobilnya. Pria tampan dengan banyak senjata tersembunyi di tubuhnya kembali lagi keluar dari mobilnya.


"Hormat Jendral! Tersangka berserta sudah diamankan!" salah seorang polisi memberi hormat kepada pria tampan yang dipanggil jendral tersebut.


"Aku serahkan urusan mereka padamu!" titahnya tegas.


"Siap, Jendral!"


Setelah kepergian seorang polisi sebelumnya. Seorang pria paruh baya berpakaian formal datang menghampiri pria tampan yang terlihat amat bijaksana itu.

__ADS_1


"Hormat Tuan Jendral Elmer!"


"Kerja bagus, untuk karyawan wanita itu aku yang akan bertanggung jawab," terang polisi tampan yang memiliki nama lengkap Elmer Gavril. Sama seperti duren Calvin dan duren Devil. Elmer Gavril juga adalah seorang Duda Bangsawan.


"Siap Tuan Jendral Elmer!" pria paruh baya itu kembali memberi hormat. Elmer membalasnya, setelah itu ia pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk dan menjadikan pahanya sebagai bantal yang nyaman untuk seorang wanita yang hampir saja celaka.


"Ke rumah sakit, Tuan?" tanya supirnya di depan sana.


Elmer tak langsung menjawab, tapi ia mengalihkan pandangan matanya kepada Cleona yang terbaring di atas pangkuannya. Wajah pilu yang bahkan masih terlihat ekspresi ketakutan, garis dahi yang berkerut, serta mata indah dan pipi yang basah oleh sisa air mata.


Cleona terlihat begitu menyedihkan, membuat Elmer tak sanggup menahan rasa kasihan dan iba pada gadis cantik nan seksi yang ia tolong.


"Baik, Tuan." mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil, Elmer tak mengalihkan pandangannya sama sekali. Entah kenapa ada sensasi aneh yang sulit dijelaskan ketika menatap lama Cleona.


"To-long ... to-tolong ...."


"Dia bermimpi?" Elmer terus memperhatikan wajah cantik Cleona, semakin dipandang, semakin besar pula perasaan aneh itu. Tapi ia tak mengerti perasaan aneh jenis apa yang tengah ia rasakan, benar-benar sulit untuk dijabarkan.


"Jangan! Cukup!" Elmer sampai kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Sakit!" air mata Cleona mengalir, Elmer reflek menyekanya perlahan.


"Apa saja yang sudah dia lalui?" Elmer turut merasakan sakit ketika Cleona mengigau dan mengucap kata sakit. Ekspresi wajah Cleona yang terlihat begitu kesakitan membuat Elmer merasa ingin terus melindungi Cleona.


Tiba di mansionnya, Elmer langsung membawa Cleona masuk ke dalam rumahnya. Beberapa penjaga maupun pelayan dibuat kaget karena itu adalah pertama kalinya tuan mereka membawa seorang gadis ke rumah.


Tiba di kamar, Elmer membaringkan Cleona dengan sangat berhati-hati. Jaket miliknya yang melekat di tubuh Cleona tak sengaja turun, separuh dari gundukan Cleona pun terlihat. Elmer cukup tercengang melihatnya.


Bukan ukuran dan keindahan gunung kembar itu yang membuatnya tercengang, melainkan luka cukup lebar di sanalah yang membuatnya semakin mengasihani gadis malang seperti Cleona.


Tanpa banyak berpikir panjang, Elmer langsung menghubungi sahabatnya yang adalah seorang dokter. Tapi yang pasti bukan Calvin, karena yang ia hubungi adalah seorang dokter wanita.


Sambil menunggu kedatangan dokter, Elmer meminta nanny di mansionnya untuk mengganti pakaian Cleona. "Astaga!"


"Ada apa, Nanny?"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2