Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 38 ~ Darah Bangsawan


__ADS_3

"Bagaimana, Dokter? Bagaimana kondisi gadis itu?" tanya Castin.


"Operasi tengah berjalan, Tuan Bangsawan. Akan tetapi, pasien kehilangan banyak darah. Masalahnya, pasien memiliki golongan darah yang tidak biasa dan kami tidak memiliki persediaannya."


"Apa golongan darahnya?"


"Golongan darahnya adalah Rh-Azul, Tuan Bangsawan," jawab sang dokter sukses membuat Castin tercengang kaget.


Rh-Azul adalan golongan darah keturunan bangsawan, atau biasa juga disebut dengan golongan darah emas maupun darah biru.


Castin sangat tidak menyangka gadis yang ia tabrak mempunyai golongan darah bangsawan, darah biru, darah emas. Bangsawan di sini berarti langkah, dan hanya orang-orang keturunan bangsawan yang mempunyai golong darah yang langkah tersebut.


Jika Cleona benar-benar memiliki darah bangsawan, maka itu artinya Cleona bukanlah gadis sembarang. Hanya saja entah di kerajaan mana itu, karena tak hanya kerajaan Oesteria saja yang memiliki darah bangsawan.


"Ambil darahku saja," ucap Castin membuat dokter maupun Asisten Helder tercengang. Darah bangsawan milik Castin adalah golongan Rq-Azul. Meski sedikit berbeda, tapi mereka masih bisa saling mendonorkan karena sama-sama berdarah bangsawan.


Seorang keturunan bangsawan seperti Dokter Calvin, Elmer, maupun Devil, masih diperbolehkan mendonorkan darahnya. Akan tetapi, tidak berlaku bagi keturunan kerajaan asli seperti Castin yang jelas-jelas adalah anak raja.


Peraturan kerajaan Oesteria melarang keras keturunan kerajaan untuk mendonorkan darah atau pun lainnya kepada sembarang orang. Lebih dilarang lagi kalau yang menerimanya adalah seorang wanita.


Karena bila seseorang keturunan kerajaan mendonorkan darahnya kepada seorang wanita asing. Maka, wanita asing tersebut secara tidak langsung telah menjadi anggota kerajaan karena darah keturunan kerajaan sudah mengalir di tubuhnya.

__ADS_1


Bila Castin mendonorkan darahnya untuk Cleona, maka Castin dan Cleona harus disatukan dalam sebuah ikatan. Begitulah aturan yang tertulis sejak dulu.


Author said : Reader pasti senang banget nihh🙃


Keputusan mendonor darah bagi Castin tidak boleh sembarangan, karena untuk mendonorkan darah, Castin harus meminta izin lebih dulu kepada para pejabat kerajaan juga rakyat pastinya.


Namun, keadaan Cleona sudah sangat mendesak. Nyawa Cleona akan melayang bila tak segera mendapatkan pendonor darah.


"Dokter Calvin di mana?" tanya Asisten Helder sepertinya tak rela tuannya mendonorkan darahnya untuk gadis yang ia tabrak.


"Dokter Calvin sedang di luar negeri, Tuan." jawab dokter mengatakan dengan cepat karena waktu sudah tidak banyak lagi. Proses operasi di bagian kepala juga perut Cleona masih terus berjalan dan darah Cleona yang terus mengalir tak bisa dihentikan.


Di dalam ruangan operasi, di Brankar yang berbeda tapi berdampingan. Castin yang terbaring terus memandangi wajah pucat Cleona. Dengan golongan darah bangsawan, Cleona jelas-jelas bukan gadis biasa. Lalu, siapakah dia sesungguhnya?


Usai mendonorkan darahnya, Castin dipindahkan ke atas kursi roda, lalu dibawa ke ruang rawat putranya. Saat datang, kebetulan bayinya telah terlelap, sepertinya bayi mungil itu tahu kalau keadaan Cleona sudah baik-baik saja. Malam itu, Castin terpaksa menginap di rumah sakit karena sudah terlalu larut untuk membawa putranya pulang.


***


Keesokan harinya.


Di ruangan rawat Cleona.

__ADS_1


"Bayi saya? Berikan bayi saya?" pinta Cleona yang baru saja sadarkan diri. Saat membuka kedua mata, pandangan langsung tertuju kepada baby d yang digendong oleh seorang wanita paruh baya.


"Maaf, Nona. Tapi, bayi ini milik—"


"Berikan," potong Castin lalu memberi perintah pada pengasuhnya.


Pengasuh paruh baya yang menggendong bayi D, langsung meletakkan baby d di samping Cleona yang terbaring tak berdaya di atas brankar rumah sakit. Tapi, keadaannya sudah pulih sejak semalam berkat donoran darah dari Castin.


"Bisakah Tuan-tuan keluar sebentar," pinta Cleona.


"Untuk apa?" tanya Castin.


"Saya mau menyusui."


"Apa?"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2