
Di sebuah cafe terkenal di Oesteria.
"Kak Tisya," mendengar panggilan itu, Tisya yang tengah asik berbincang dengan tiga sahabatnya segera menoleh ke belakang.
"Kalian," ucapnya santai.
"Kemari dan duduklah," lanjut Tisya dengan ramah memberi izin ketiga juniornya untuk bergabung dengannya.
"Terima kasih, Kak," balas salah satu dari mereka, ketiganya langsung mengambil posisi duduk di meja yang sama dengan Tisya.
"Kalian bertiga dari kelas 2 B, bukan? Yang dulunya sekelas dengan si cupu berdada besar Cleona?" tanya Tisya, kemudian menyeruput minumannya dengan santai.
"Kak Tisya benar, kita bertiga adalah teman sekalas Cleona," sahut sang gadis dengan tubuh pendek. Sepertinya dia yang paling membenci Cleona.
"Ada apa?" tanya Tisya, ketiga sahabatnya tersenyum saling bertukar pandang.
"Apa Kakak sudah mendengar cerita tentang Cleona?"
"Kenapa dengannya? Sudah mati atau masih hidup?" tebaknya asal.
"Masih hidup, kak. Dan apa kak Tisya tahu seperti apa penampilannya saat ini?" balasnya antusias, membuat Tisya dan ketiga sahabatnya merasa tertarik.
"Katakan," desak Tisya penasaran.
"Lihatlah," salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel, kemudian memperlihatkan foto penampilan Cleona yang begitu cantik dan seksi. Ketiga gadis itu mendapat foto Cleona dari seorang murid laki-laki yang mengambil gambar Cleona.
"Siapa dia? Tidak mungkin dia—" Tisya tak mampu melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Tebakan kakak benar, dia adalah Cleona."
"Bagaimana dia bisa berpenampilan seperti itu? Seragam sekolah? Dia kembali sekolah?" pertanyaan beruntun Tisya utarakan dengan ekspresi wajah kaget sekaligus murka.
Tisya terlihat tak percaya dengan apa yang kini dia lihat. Bagaimana mungkin Cleona yang sudah dikeluarkan secara tidak hormat, bisa kembali ke sekolah. Benar-benar mustahil bila dilakukan oleh seorang Cleona. Kecuali dia punya sokongan yang kuat di belakangnya.
"Sepertinya dia menjual diri kepada seseorang hingga mendapatkan keistimewaan itu. Dan parahnya, ia kembali bersama dengan seorang murid yang melindunginya. Kami bertiga dikalahkan dengan murid baru yang melindunginya. Untuk itulah, kami bertiga datang untuk meminta bantuan Kak Tisya," tuturnya menggebu-gebu. Mereka benar-benar sudah tak sabar ingin membalaskan dendam pada Cleona.
"Jadi, kedatangan kalian bertiga adalah untuk memanfaatkanku?" tanya Tisya tersenyum miring.
"Bu-bukan begitu maksud kita bertiga, Kak. Kami bertiga tahu kak Tisya juga tidak menyukai Cleona. Untuk itulah kami ingin mengajak Kak Tisya bekerja sama untuk menghabisi wanita itu," terangnya dengan mata berkabut kebencian.
"Ya, aku memang membencinya," sebenarnya Tisya tak terlalu peduli pada Cleona, ia hanya tak suka saat Cleona merebut prestasi yang seharusnya menjadi miliknya.
"Apa kakak tahu, Cleona punya rekaman cctv saat kakak dan ketiga sahabat kakak menghabisinya," tutur gadis bertubuh pendek, membuat Tisya membulatkan matanya sempurna, ia begitu kaget mendengar ucapan sang gadis yang duduk di hadapannya.
"Panjang ceritanya. Tapi, entah apa yang akan Kak Elmer lakukan kalau sempat ia melihat rekaman itu," nada suara gadis itu terdengar mengancam.
"Kau mengancamku?" geram Tisya dengan emosi yang memuncak.
"Kami bertiga tidak menyimpan rekaman itu, bagaimana mungkin kami mengancam kak Tisya. Kami bertiga hanya mau membantu kak Tisya untuk merebut dan melenyapkan rekaman itu agar tak sampai ke tangan Kak Elmer."
"Minggu depan pastikan Cleona ikut camping," balas Tisya dengan pikiran liciknya.
***
"Rumah sakit? Untuk apa? Siapa yang sakit? Baby d baik-baik saja, bukan?" tanya Cleona khawatir.
__ADS_1
"Untuk memeriksa keadaanmu."
"Aku?" tanya Cleona sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya."
"Tapi, aku baik-baik saja, Kak."
"Kau tidak baik-baik saja."
"Benarkah?"
"Hem." dehem Castin sebagai jawaban.
"Tapi, bukankah ini jalan menuju istana ratu?" tanya Cleona seraya mengedarkan pandangan ke laur jendela. Jelas ia masih mengingat jalan yang sudah dilalui saat ini.
"Kita akan pergi ke rumah sakit istana," jawab Castin sambil merapikan anak rambut Cleona yang berantakan ketika diterpa angin.
"Rumah sakit istana?"
"Iya, Sayang."
.
.
.
__ADS_1